Selain Vaksin Hib, Ini Deretan Imunisasi Wajib bagi Anak

Di Indonesia, imunisasi dengan memberikan vaksin pada anak diwajibkan oleh pemerintah. Tujuannya jelas, yakni mempersiapkan kondisi tubuh anak agar terhindar dari berbagai jenis penyakit berbahaya. Setidaknya ada 5 jenis vaksin wajib yang harus didapat anak sebelum mereka menginjak usia satu tahun. Salah satu di antaranya adalah vaksin Hib.

Imunisasi dengan memasukkan vaksin ke tubuh anak berfungsi untuk membentuk antibodi guna memperkuat kerja sistem imun dalam menghadapi patogen atau kuman, bakteri, jamur, virus, dan lainnya. Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan virus atau bakteri penyebab “penyakit terget” yang sudah dilemahkan.

Tubuh anak kemudian mendeteksi kedatangannya sebagai “ancaman” dan memicu sistem imun untuk memproduksi antibodi yang nantinya bertugas untuk melawan penyakit. Jadi, jika suatu saat anak terserang penyakit tersebut, tubuhnya sudah memiliki “pasukan” antibodi yang mampu mengenali dan melawan serangan virus atau bakteri.

Ada tiga keuntungan bagi anak yang telah mendapat serangkaian imunisasi, pertama karena imunisasi sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit; kedua, sekali diimunisasi maka setidaknya tubuh anak telah terlindungi dengan baik dari ancaman penyakit tersebut; ketiga, anak justru berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah jika tidak diimunisasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi wajib yang harus diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 tahun. Imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti posyandu, puskesmas, maupun rumah sakit daerah. Nah, selain vaksin Hib, apa saja sih jenis imunisasi wajib lain yang ditetapkan pemerintah? Berikut ulasannya:

  1. Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan bisa berujung pada kanker hati atau sirosis. Vaksin hepatitis B harus didapat segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahiran. Namun, bayi harus mendapatkan suntikan vitamin K1 dulu 30 menit sebelum divaksin.

Selain untuk melindungi bayi dari penularan hepatitis B dari orang lain di masa depannya, vaksin ini sekaligus berfungsi mencegah risiko penularan dari ibu ke anak saat persalinan. Sebab kenyataannya cukup banyak ibu yang tidak menyadari dirinya terkena hepatitis B karena tidak pernah merasakan gejala apa pun.

Setelah jadwal vaksin yang pertama, imunisasi hepatitis B juga harus diulang dua kali lagi. Satu saat bayi telah berumur 1 bulan dan terakhir saat usianya 6 bulan. Pengulangan imunisasi ini bertujuan untuk “memperbarui” jangka waktu perlindungannya dan memperkuat sistem imun anak.

  • Vaksin Polio

Polio adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Polio menyebabkan badan pengidapnya lumpuh sehingga juga umum dikenal sebagai penyakit lumpuh layu. Pada kasus yang lebih parah, polio sampai mengganggu pernapasan dan proses menelan sehingga dapat berakibat fatal bila tidak diobati.

Itu kenapa bayi perlu mendapatkan vaksin polio secepatnya sebelum berusia genap 1 tahun. Vaksin polio terdiri dari 4 rangkaian yang harus dilengkapi semuanya. Vaksin yang pertama diberikan segera setelah baru lahir, yang kedua pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat menginjak 6 bulan.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi polio dilanjutkan saat bayi berusia sekitar 18-24 bulan.

  • Vaksin BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang saluran pernapasan dan mungkin menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera diobati.

Berbeda dengan beberapa jenis imunisasi di atas, vaksin BCG cukup diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan. Efektivitasnya akan paling optimal jika diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin BCG bekerja menyerang bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru dan selaput otak.

  • Vaksin Campak

Campak (rubeola) adalah infeksi menular yang cukup umum terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh.

Nah, imunisasi dapat membantu menurunkan risiko buah hati Anda tertular penyakit ini. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang otak.

Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berusia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan.

Sebelum program imunisasi dilaksanakan secara global, campak adalah salah satu penyakit endemik penyebab kematian anak terbanyak setiap tahun di dunia.

  • Vaksin Pentavalen (DPT-HB-HiB)

Nah, vaksin Hib masuk ke dalam rangkaian imunisasi ini. Vaksin Hib diberikan berbarengan bersama vaksin DPT dan vaksin HB. Kombinasi itu disebut vaksin pentavalen. Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Jadwal pemberian vaksin ini sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Jika tidak dicegah sejak dini, beragam penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius pada anak di masa depannya.

Vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi terhadap bakteri Haemophilus influenzae type b (Hib). Dalam perjalanannya, bakteri ini bisa menyebabkan pneumonia dan meningitis di kemudian hari.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*