Selain Manfaat Jiu-jitsu, Berikut 5 Fakta soal Bela Diri Ini

Olahraga beladiri asal Jepang menjadi banyak pilihan masyarakat, khususnya perempuan. Gerakan-gerakannya yang lebih mengandalan gaya pertahanan membuat beladiri asal Jepang dinilai cocok sebagai jenis olahraga untuk mempertahankan diri, tidak terkecuali Jiu-jitsu.

Salah satu beladiri asal Negeri Sakura ini bahkan dipercaya memiliki segudang kelebihan dibandingkan jenis beladiri lainnya. Selain untuk membela diri, manfaat jiu-jitsu yang membuat banyak kaum hawa menggemari jenis bela diri adalah mampu merangsang kesegeran otak sehingga menghindari Anda dari serangan depresi.

Manfaat Jiu-jitsu ini pulalah yang membuat Anda tertarik untuk segera berlatih bela diri yang satu ini. Namun selain hanya berfokus pada manfaatnya, ada baiknya Anda mengetahui berbagai fakta dari olahraga bela diri Jepang yang satu ini.

Induk dari berbagai bela diri jepang

Coba perhatikan, rata-rata jenis bela diri Jepang selalu mengandalkan pertahanan, sama seperti manfaat Jiu-jitsu yang lebih mengarah pada perlindungan diri. Kemiripan pola bertarung yang lebih memfokuskan pada pertahanan ini karena pada dasarnya berbagai jenis bela diri tersebut terinsipirasi dari Jiu-jitsu.

Bisa dikatakan Jiu-jitsu adalah induk dari berbagai jenis bela diri jepang. Mau itu kenpo, judo, aikido, maupun hapkido, semuanya mengambil teknik pertahanan utama dari jiu-jitsu. Di mana teknik pertahanan tersebut dapat menang dengan memanfaatkan cela serangan balik dari kekuatan lawan.

Gerakan dikembangkan Imigran China 

Gerakan-gerakan dasar Jiu-jitsu mulai dikembangkan pada abad ke-16 oleh para samurai Jepang. Bela diri ini menjadi pengganti penggunaan senjata dalam perang yang mulai dilarang. Namun saat itu, gerakan Jiu-jitsu masih terbatas pada gerakan merebut, belum sebanyak gerakan Jiu-jitsu seperti saat ini. Manfaat Jiu-jitsu sebagai perlawanan diri pun belum tampak dari gerakan-gerakan awal yang dikembangkan para samurai.

Gerakan Jiu-jitsu semakin bervariasi dan sudah mengarah pada pertahanan dan pertarungan tubuh terjadi pasca tahun 1700-an. Saat itu, seorang imigran dari China mengembangkan berbagai gerakan untuk Jiu-jitsu. Sumber dari gerakan Jiu-jitsu yang lebih beraneka tersebut terinspirasi dari gerakan kungfu China.

Mengambil analogi pohon bambu

Pada dasarnya tiap gerakan dari seni bela diri Jiu-jitsu mengambil analogi pohon bambu. Pohon bambu dinilai bisa menggambarkan bahwa untuk bisa mempertahankan diri tidak melulu harus menjadi yang terkuat, melainkan harus mampu memanfaatkan celah dengan mengandalkan kelenturan.

Karena itu, tidak heran jika gerakan-gerakan Jiu-jitsu rata-rata lebih mengarah pada gerakan seperti mengelak dengan langkah yang cepat dan badan yang lentur. Hingga pada momen yang tepat, Anda bisa memanfaatkan kekuatan lawan untuk melakukan serangan balik yang lebih berefek. Ini sama seperti pohon bambu yang sangat lentur sehingga mampu menghasilkan daya hempas yang berbahaya pada kondisi tertentu.

Seragam lambang kesederhanaan

Dalam seni bela diri Jiu-jitsu, seragam yang dipakai oleh petarungnya adalah jubah putih polos tanpa aksen apapun. Untuk kondisi tertentu, terkadang digunakan jubah hitam, namun tetap tidak ada aksen dalam seragam tersebut.

Seragam-seragam yang digunakan oleh para petaru Jiu-jitsu ini sebenarnya melambangkan keserhanaan. Di mana para petarung yang mengandalkan teknik Jiu-jitsu diharapkan tetap sederhana dan menaruh rasa hormat kepada siapapun, tidak terkecuali terhadap lawannya. Dengan demikian, manfaat Jiu-jitsu sebagai bela diri yang mendewasakan dan mempertahankan diri bisa lebih terasa.

Sudah disertakan dalam turnamen internasional 

Mulanya seni bela diri asal Jepang ini memang hanya diperuntukkan untuk pertarungan, tanpa embel-embel medali. Walaupun memang tidak lama setelah perkembangannya, mulai ada tingkatan keahlian untuk  para petarung yang mempelajari Jiu-jitsu.

Akan tetapi, saat ini jiu-Jitsu semakin tenar dan sudah diikutkan dalam berbagai turnamen internasional. Beberapa turnamen internasional yang sudah mengikutkan jiu-Jitsu dalam kompetisinya antara lain Asian Games dan Olimpiade.

***

Jadi selain manfaat Jiu-jitsu yang cukup banyak, berbagai fakta seni bela diri dari Jepang ini juga semakin membuat Anda tertarik belajar olahraga yang satu ini, bukan?

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*