Ada Benjolan di Dada, Mungkinkah Ini Kanker Payudara?

Ketika Anda menemukan ada benjolan di dada, mungkin yang terlintas di pikiran Anda pertama kali adalah kanker payudara. Namun, benarkah kanker payudara bisa dideteksi hanya dengan benjolan di dada? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan berikut!

Penyebab benjolan di dada

Bagian dada meliputi payudara dan kulit. Selain itu, di dalam rongga dada ada tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada (sternum), sedangkan pada bagian belakang tulang rusuk dan tulang dada terdapat jantung, paru-paru, dan kerongkongan. Rongga dada juga diisi dengan otot, jaringan ikat, selaput, kelenjar getah bening, serta pembuluh darah arteri dan vena.

Benjolan di dada dapat bersifat jinak, tetapi dapat menyebabkan masalah jika ukurannya semakin membesar, sehingga penting untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa penyebab adanya benjolan di dada adalah:

  1. Kista

Kista payudara biasanya terjadi pada wanita berusia antara 35 – 50 tahun dan sering terjadi menjelang menopause. Kista payudara juga dapat berasal dari saluran susu yang tersumbat (galaktokel).

  1. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah benjolan di payudara yang bersifat jinak. Umumnya, benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat terjadi pada semua usia, terutama pada usia 20 atau 30 tahunan. Benjolan di dada ini akan terasa kencang, halus, dan bergerak bebas saat disentuh.

  1. Lipoma

Lipoma adalah gumpalan jaringan lemak yang terdapat di bawah kulit. Gumpalan ini akan membentuk benjolan di dada yang tumbuh secara perlahan dan tidak sakit, kecuali jika ditekan. Lipoma biasanya didiagnosis pada orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun.

  1. Nekrosis lemak

Benjolan di dada yang disebabkan oleh nekrosis lemak terjadi ketika jaringan lemak payudara rusak akibat cedera, pengobatan lumpektomi, atau paparan radiasi. Benjolan bukan kanker ini tidak menimbulkan rasa sakit, bulat, dan keras.

  1. Abses

Terkadang, benjolan di payudara bisa jadi adalah abses. Hal ini terjadi akibat adanya cairan nanah yang menumpuk dan meradang. Benjolan ini bisa menimbulkan rasa sakit, kelelahan, bahkan demam.

  1. Hematoma

Hematoma adalah massa atau benjolan yang berisi darah. Ini bisa disebabkan oleh prosedur operasi atau cedera di payudara. 

  1. Adenosis sklerosis

Adenosis sklerosis terjadi ketika ada jaringan di lobulus payudara tumbuh secara berlebih, sehingga menyebabkan benjolan di sekitar payudara.

  1. Fasciitis nodular

Fasciitis nodular adalah salah satu jenis tumor jinak yang terjadi di tubuh, termasuk di dada, tetapi jarang di payudara. Benjolan ini tumbuh dengan cepat, keras, dan tidak beraturan. 

  1. Cedera di dada

Terkadang, cedera di dada bisa menyebabkan benjolan. Kondisi ini mungkin menyakitkan dan membengkak, tetapi bisa membaik saat mengompresnya dengan es atau air dingin. 

  1. TBC tulang

TBC tulang dapat menyebabkan benjolan di dada, termasuk tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada.

  1. Kanker payudara

Jika benjolan di dada yang Anda miliki berada di bagian payudara, mungkin saja menandakan adanya kanker payudara. Benjolan tersebut biasanya keras dan memiliki tepi yang tidak beraturan, tetapi juga bisa lunak atau berbentuk bulat. Awalnya, benjolan ini bisa terasa sakit atau tidak. Anda tentu perlu memastikannya langsung ke dokter.

Kenali tanda-tanda lain kanker payudara

Seperti yang kita ketahui, adanya benjolan di dada tidak hanya mengindikasikan kanker payudara, melainkan banyak faktor penyebabnya. Oleh sebab itu, jika Anda khawatir benjolan tersebut adalah kanker payudara, cobalah untuk melihat tanda-tanda lain dari kanker payudara, meliputi:

  1. Perubahan pada tekstur kulit payudara.
  2. Keluarnya cairan dari puting susu.
  3. Membentuk lesung pipit di kulit payudara. 
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau di sekitar tulang selangka. 
  5. Puting susu berputar ke arah dalam.
  6. Nyeri pada puting susu dan payudara.
  7. Kemerahan di sekitar payudara.

Jika Anda memiliki benjolan di dada yang diikuti dengan 7 tanda kanker payudara lainnya ini, maka Anda patut waspada. Alangkah lebih baik, Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan payudara Anda. Jika memang didiagnosis kanker payudara, maka penanganan sejak dini dapat menekan penyebaran sel kanker ke jaringan tubuh lainnya.

Read More

Pola Konsumsi Makanan Berkaitan dengan Hipomagnesemia

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, makanan memiliki begitu banyak turunan yang dapat dibagi berdasarkan fungsi dan perannya dalam kehidupan manusia. Pemenuhan makanan dapat dikaitkan dengan kinerja tubuh hingga pengaruhnya terhadap kesehatan. Kekurangan atau kelebihan zat dapat memicu ketidakseimbangan, salah satu contoh kecilnya saja adalah hipomagnesemia.

Hipomagnesemia merupakan sebuah kondisi di mana tubuh manusia kekurangan kadar magnesium di dalam darah. Perlu diketahui jika kadar magnesium normal di dalam darah manusia adalah sekitar 1.8mg/dL atau 0.70 mmol/L. Artinya, bila seseorang tak mampu memiliki atau mempertahankan angka itu, mereka dapat dikatakan tengah berada dalam situasi hipomagnesia.

Magnesium sendiri merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Biasanya, mineral itu berperan penting dalam tubuh dan otak, meski kebanyakan mereka berada atau tersimpan di dalam tulang.

Beberapa peran atau fungsi magnesium, misalnya; membantu membentuk protein baru dalam tubuh, membantu meningkatkan kualitas tidur, mebantu regulasi sistem saraf, dan masih banyak lagi. Kenyataan itu membuat hipomagnesemia menjadi suatu kondisi medis yang harus dihindari lantaran berpotensi mengubah atau merusak “tatanan” sistem tubuh.

Seseorang yang terserang hipomagnesemia kerap bermasalah dengan sistem saraf dan peredaran darahnya. Gejala paling ringan, di antaranya, dimulai dari mual, muntah, rasa lemah, hingga berkurangnya nafsu makan. Namun, jika tak teratasi dengan baik, kondisi itu akan terus bertambah buruk.

Peningkatan ekskalasi atau pertambahan gejala beriringan dengan penurunan kadar magnesium yang ada. Semakin rendah kadar magnesium, gejala atau kondisi bisa semakin parah.

Penderita bisa saja mengalami kejang, pergerakan mata yang tidak normal, kelelahan, kram, bahkan denyut jantung yang tidak normal. Kemungkinan terburuk dari hipomagnesemia sampai pada tahap pengencangan otot pada pembuluh nadi jantung secara tiba-tiba, hingga kematian secara mendadak. Untuk itu sebaiknya kita harus mulai peduli dan waspada dengan kondisi tersebut.

Ada beberapa langkah yang diyakini dan direkomendasikan untuk dilakukan dalam rangka menghindari sekaligus mencegah terjadinya efek buruk yang datang dari hipomagnesemia. Namun, satu di antara yang paling mudah adalah memperhatikan pola konsumsi makanan dan minuman sehari-hari.

Memilah dan menyeleksi makanan serta minuman yang akan kita konsumsi bisa membuat kita mencukupi kadar magnesium di dalam tubuh. Memenuhi kadar magnesium tubuh sebenarnya bukan perkara sulit, sebab banyak sekali bahan makanan yang kaya akan magnesium di sekitar kita, seperti:

  • Tahu dan tempe

Kacang kedelai, termasuk olahannya seperti tempe, tahu, dan susu kedelai mengandung magnesium tinggi. Terdapat kurang lebih 60 mg magnesium dalam 100 gram tahu atau tempe, dan segelas susu kacang kedelai.

Bahan makanan “khas” Indonesia ini juga memiliki berbagai nutrisi lain seperti kalsium, zat besi, dan selenium yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Artinya, makanan ini merupakan paket lengkap untuk menjaga keseimbangan nutrisi di dalam tubuh kita.

  • Sayuran hijau

Tak dapat dimungkiri jika sayuran hijau masuk ke daftar ini. Pasalnya, sayuran hijau sudah diyakini betul menjadi makanan bergizi dengan segala kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya.

Terkhusus magnesium, Anda bisa mendapatkan dari sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Dalam setengah mangkuk bayam, terdapat sekitar 80 mg magnesium. Sedangkan dalam setengah mangkuk brokoli, terkandung kurang lebih 12 mg magnesium.

  • Ikan

Tak ada yang bisa meragukan khasiat ikan bagi tubuh manusia. Bahan makanan ini mengandung begitu banyak nutrisi di dalamnya, termasuk magnesium. Ada banyak ikan yang mengandung magnesium, salah satunya adalah ikan salmon. Tiga ons ikan salmon mengandung sekitar 25 mg magnesium.

  • Pisang

Sementara dari lini buah-buahan, Anda bisa mendapatkan asupan magnesium agar terhindar dari hipomagnesemia dengan mengonsumsi buah pisang. Satu buah pisang berukuran besar mengandung sekitar 35 mg magnesium.

Jika melihat dari daftar makanan yang bisa memenuhi kecukupan tubuh akan magnesium di atas, sebenarnya kondisi hipomagnesemia dapat dengan mudah dihindari. Namun, terkadang ada beberapa orang yang memiliki masalah lain dalam tubuhnya, sehingga mereka tetap terserang meski telah banyak makan makanan tinggi magnesium.

Dengan demikian, daftar makanan di atas tetap harus dibarengi upaya-upaya lain agar dapat benar-benar terhindar dari hipomagnesemia, seperti rajin berolahraga dan menjaga pola hidup yang sehat.

Read More

Diagnosa dan Perawatan Arteriovenous Malformation

Sistem peredaran darah Anda terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Ada tiga jenis pembuluh darah dalam sistem peredaran darah, yaitu vena, kapiler, dan arteri. Arteriovenous malformation cacat pembuluh darah pada sistem peredaran darah. Sebuah malformation adalah hubungan tidak normal antara vena dan arteri. Hal ini mengganggu kemampuan tubuh dalam melakukan sirkulasi darah. Biasanya, hal ini bersifat bawaan, dalam arti kondisi ini ditemui saat seseorang lahir. Meskipun malformation dapat terjadi di mana saja di tubuh Anda, beberapa dapat berkembang di otak dan tulang belakang, menyebabkan kejang dan sakit kepala. 

Lokasi arteriovenous malformation, ukuran AVM, dan ukuran pembuluh darah yang terlibat dalam AVM menentukan gejala yang Anda rasakan. Anda mungkin tidak memiliki gejala atau tanda-tanda yang tampak apabila AVM berada di otak. Dalam kasus tertentu, AVM di otak dapat menyebabkan sakit kepala atau kejang. Sayangnya, karena kurangnya gejala yang dirasakan, AVM jenis ini sering tidak terdiagnosis hingga gejala yang mengancam nyawa muncul. Beberapa jenis gejala AVM otak adalah pendarahan di tengkorak, biasanya subarachnoid hemorrhage; kejang; sakit kepala; defisit saraf fokal, misalnya lemah, mati rasa, kesemutan dan salah satu sisi tubuh; dan bingung. Apabila AVM berada pada tulang belakang, gejala meliputi lemah otot, ketidakmampuan menggerakkan tangan dan/atau kaki, dan kurangnya koordinasi. Sementara itu, gejala umum AVM di organ tubuh, dada, dan perut di antaranya adalah sakit perut, sakit punggung, sakit dada, dan suara tidak teratur pada pembuluh darah yang terdampak. Beberapa gejala pada anak usia 2 tahun di antaranya adalah gagal jantung bawaan (di mana jantung tidak mampu memompa darah yang masuk), kejang, dan hydrocephalus (peningkatan cairan di otak yang menyebabkan pembengkakan). 

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes untuk mengkonfirmasi adanya AVM. Sangat penting untuk memastikan bahwa kondisi Anda bukan karena kondisi kesehatan lain yang dapat meniru gejala AVM. Alat pencitraan untuk mendiagnosa AVM di antaranya adalah:

  • Pemindaian CT. Memproduksi gambar yang detail di dalam tubuh
  • MRI. Memproduksi gambar otak dan pembuluh darah
  • Angiography. Memvisualisasikan pembuluh darah di sekitar kepala dan leher dengan menyuntikkan zat pewarna menggunakan kateter
  • MRA. Memproduksi gambar pembuluh darah

Rencana perawatan arteriovenous malformation Anda akan sangat bergantung kepada usia, kondisi, dan kesehatan fisik. Tujuan utama yang paling penting adalah untuk mencegah pendarahan internal, yang dapat menyebabkan stroke atau kematian. 

  • Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan meskipun tidak dapat mengobati AVM. Namun, obat dapat mengatur rasa sakit dan kejang.

  • Operasi

Operasi untuk memperbaiki atau mengangkat pembuluh darah yang rusak merupakan sebuah pilihan. Jenis operasi yang dibutuhkan akan tergantung pada jenis AVM yang Anda miliki. Ada 3 pilihan, operasi conventional, endovascular embolization, dan radiosurgery. Endovascular embolization digunakan untuk arteriovenous malformation yang berada jauh di dalam otak atau jaringan sumsum tulang belakang. Prosedur ini tidak memperbaiki AVM, tetapi mengurangi aliran darah ke AVM dan membuat operasi lebih aman. 

Radiosurgery menggunakan radiasi terkonsentrasi tinggi dan menargetkannya langsung pada daerah AVM. Radiasi merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan jaringan parut, yang nantinya akan menghentikan aliran darah ke AVM. 

Arteriovenous malformation tidak dapat dicegah. Akan tetapi, Anda dapat merawat gejala AVM dengan perawatan medis yang baik. Minum obat-obatan yang diresepkan dapat membantu menghindari masalah pendarahan, rasa nyeri, dan komplikasi lain. 

Read More

Bahaya Bakteri Tuberkulosis yang Patut Diwaspadai

                Bakteri tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) sering disebut sebagai TBC memiliki 2 jenis. Keduanya berbeda dari segi gejala yang muncul. Jenis pertama disebut sebagai TB laten. Jika Anda terserang TB laten, maka Anda tidak akan merasa sakit serta tidak muncul gejala meski terdapat bakteri tuberculosis di dalam tubuh Anda. TB laten tidak dapat menular pada orang lain. Jeniskedua yaitu TB aktif. Penderita TB aktif dapat menularkan penyakitnya pada orang lain dan akan menunjukkan gejala tertentu. TB aktid biasanya merupakan TB laten yang tidak diobati secara benar. TBC sendiri dapat menyebabkan kematian sehingga Anda patut waspada agar tidak terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Gejala terinfeksi bakteri tuberkulosis

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, TB laten tidak menunjukkan gejala sama sekali. Anda baru memunculkan gejala ketika terkena TB aktif. Beberapa gejala infeksi bakteri tuberkulosis pada TB aktif yaitu seperti berikut ini.

  • Kelelahan dan kehilangan nafsu makan

Jika Anda kehilangan nafsu makan serta merasa bahwa badan kelelahan terus menerus, bisa jadi Anda terkena TBC. Kedua hal tersebut termasuk dalam gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis.

  • Batuk terus menerus lebih dari 3 minggu

Batuk terus menerus dan tak kunjung berhenti lebih dari 3 minggu juga patut diwaspadai. Apabila batuk disertai dahak dan darah, hal itu sudah merupakan gejala spesifik bahwa Anda terinfeksi virus tuberkulosis.

  • Penurunan berat badan

Gejala lain jika Anda menderita TBC yaitu mengalami penurunan berat badan. Umumnya, penurunan terjadi secara drastis. Bahkan penurunan berat badan ini tanpa alasan yang jelas.

  • Demam dan berkeringat di malam hari

Selain batuk terus menerus, demam juga menjadi gejala TBC. Anda mungkin terinfeksi bakteri tuberkulosis jika demam disertai dengan berkeringat ketika malam hari.

Cara menyembuhkan dari infeksi bakteri tuberkulosis

Kabar baiknya, TBC dapat disembuhkan. Meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun infeksi bakteri tuberkulosis dapat dimusnahkan hingga bersih. Berikut ini beberapa cara yang haruus Anda jalani jika ingin sembuh dari TBC.

  • Karantina secara mandiri

Bakteri tuberkulosis dapat menular dngan mudah sehingga penderita sebaiknya tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang lain. Hal ini pun dilakukan demi pengobatan yang maksimal jika Anda telah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Lakukan karantina secara mandiri agar Anda meminimalisir bertemu orang sehingga tidak berpotensi menularkan bakteri. Selain itu, gunakan alat makan dan kamar mandi secara terpisah dari orang yang sehat.

  • Mengonsumsi obat antibiotik

Bagi penderita TBC, obat yang biasanya diberikan oleh dokter adalah antibiotik. Beberapa jenis obat antibiotik untuk TBC misalnya rifampicin, pyrazinamide, atau isoniazid. Obat antibiotik baru dapat bekerja jika dikonsumsi selama 6 hingga 9 bulan secara teratur dan tidak boleh terlewat. Penggunaan obat tersebut harus dalam pengawasan dokter sehingga dosis serta penghentian pemakaian obat antibiotik pun harus sesuai dengan petunjuk dari dokter.

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Jika ingin segera terbebas dari bakteri tuberkulosis, Anda harus menjaga kebersihan lingkungan selama masa pengobatan, maupun setelah sembuh. Sirkulasi udara yang kurang baik dapat menyebabkan bakteri berkembang biak dengan lebih cepat dan nyaman. Selain itu, mandi dan cuci tangan dengan sabun secara teratur. Bersihkan rumah dan lingkungan secara rutin menggunakan disiinfektan agar bakteri tidak betah berlama-lama.

Beberapa cara untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis dapat Anda terapkan. Anda dapat mencegahnya dengan rajin mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, memperhatikan sirkulasi udara ruangan, serta segera menemui dokter jika sakit. Selain itu, Anda dapat melakukan vaksinasi TBC untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Apabila Anda batuk atau bersin, pastikan tutup menggunakan siku atau tisu. Setelah menggunakan tisu, segera buang ke tempat sampah agar kebersihan terjaga sehingga berguna untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Read More

10 Bahaya Minum Air Es Bagi Kesehatan

Bahaya minum air es ternyata dapat menyebabkan migrain.

Saat cuaca sedang panas dan terik, minum air air memang sangat menyegarkan dan melegakan dahaga. Eits, tapi ternyata jika keseringan berbahaya bagi kesehatan, lho. Sebab bahaya minum air es salah satunya dapat membekukan lemak di darah sehingga jadi tidak lancar.

Nah, bahaya ini bukan sekadar mitos belaka karena sudah banyak riset yang membuktikannya. Lalu, apa saja bahayanya?

Bahaya Minum Air Es Bagi Kesehatan

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik merupakan hal yang penting. Namun apakah baik jika minum air es terlalu banyak? Berikut bahaya minum air es bagi kesehatan.

  • Memperparah Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah bisa menjadi lebih parah karena minum air es. Ini sudah dibuktikan oleh riset. Jadi, jika Anda penderita migrain, sebaiknya hindarilah air es agar menghambat terjadinya sakit kepala sebelah yang semakin parah.

  • Membuat Ingus Mengental

Saat pilek, sebaiknya tidak konsumsi air es. Hal ini disebabkan karena ingus akan menjadi kental karena air es sehingga ingus tersebut sulit melewati saluran pernapasan saat dikeluarkan. 

Sebaliknya, minum air hangat dapat membuat pernapasan lebih lega. Selain air hangat, saat pilek juga sebaiknya konsumsi sup hangat.

  • Memicu Kondisi Tubuh Tidak Stabil

Minum air es dipercaya dapat menyebabkan ketidakstabilan tubuh. Hal ini diyakini dalam dunia pengobatan Tiongkok kuno, akan tetapi butuh pembuktian secara ilmiah. Sehingga asumsi ini mungkin tidak bisa dipercaya sepenuhnya.

  • Menyebabkan Radang Tenggorokan

Minum air es atau yang dingin lainnya dapat menyebabkan tenggorokan meradang atau terasa sakit. Akan tetapi ini masih butuh bukti ilmiah atau riset yang kuat lagi. 

  • Memperburuk Kondisi Akalasia

Akalasia merupakan kondisi ketika muncul rasa nyeri saat menelan makanan lewat kerongkongan. Rasa nyeri ini tentu saja mengganggu penderitanya. Bahaya minum air es ternyata dapat memperparah kondisi akalasia ini. Jadi, hindarilah minum air es dan perbanyak konsumsi air hangat karena menurut riset dapat meredakan gejalanya. 

  • Mengganggu Fungsi Pencernaan

Ternyata minum air es keseringan juga tidak baik bagi pencernaan karena menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat. Selain itu juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian perut dan juga mual.

Bahaya air es juga dapat membekukan makanan dan membuat lemak tidak bisa hancur maksimal sehingga membuat perut sembelit dan kembung.

  • Penyumbatan pada Usus

Sering minum es setelah makan bisa menyebabkan usus tersumbat. Sebab, proses penghancuran dan penyerapan makanan di usus akan terganggu akibat struktur makanan menjadi beku karena suhu air es. Sehingga lemak pada saluran usus menjadi mengendap dan terjadilah penyumbatan.

  • Meningkatkan Berat Badan

Air putih memang tidak mengandung kalori. Namun, jika yang diminum air dingin atau air es, maka ini dapat menyebabkan berat badan meningkat. Sebab, air es dapat membekukan lemak di darah sehingga peredarannya terhambat dan tidak lancar. Ini akan membuat metabolisme tubuh akan terganggu dan terjadi peningkatan berat badan.

  • Mudah Merasa Haus

Minum air es ternyata tidak mampu melepaskan dahaga, melainkan hanya akan membuat Anda menjadi mudah haus. Air es bisa membuat pembuluh darah menyempit. Dehidrasi juga bisa membuat aliran darah dan oksigen menurun sehingga akan menjadi mudah haus meskipun Anda minum air es yang banyak. 

  • Membuat Detak Jantung Melambat

Ternyata minum air es juga dapat mempengaruhi saraf vagus jika terlalu sering. Saraf ini memiliki tugas untuk mengontrol aktivitas bawah sadar tubuh. Sehingga dapat membuat detak jantung menjadi lambat. 

Itulah bahaya minum air es yang terlalu sering bagi kesehatan. Air es memang tidak selamanya berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi saat kondisi tubuh tidak fit atau mengalami kondisi medis dan sebagainya, sebaiknya hindari minum air es.

Read More

Faktor Risiko Keracunan Kehamilan pada Ibu Hamil

Keracunan kehamilan adalah istilah yang digunakan untuk preeklampsia. Sekitar 8% pada wanita hamil di seluruh dunia juga mengalami kondisi ini. Keracunan kehamilan umumnya terjadi setelah memasuki usia kandungan 20 minggu, namun bisa juga lebih awal atau setelah melahirkan. Kondisi ini kerap ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein tinggi pada urine yang biasanya baru terdeteksi saat menjalani pemeriksaan kehamilan.

Jika tidak dideteksi dan ditangani dengan segera, tentu kondisi ini akan berbahaya bagi kesehatan inu maupun janin.Meskipun penyebab pastinya masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu mengalami keracunan kehamilan, yaitu:

  • Mengandung bayi kembar
  • Hamil di atas usia 35 tahun atau pada masa remaja
  • Kehamilan pertama
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Memiliki riwayat diabetes
  • Obesitas
  • Memiliki riwayat gangguan ginjal
  • Memiliki keluarga yang pernah mengalami preeklampsia
  • Jeda antara kehamilan saat ini dan sebelumnya kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Kehamilan dengan bayi tabung

Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kandungan agar mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberi aspirin dosis rendah yang dimulai setelah trimester pertama untuk mengurangi risiko keracunan kehamilan. 

Pada sebagian kasus, suplemen kalsium juga mungkin digunakan untuk mencegah keracunan kehamilan. Perawatan prenatal sejak dini dan konsisten dapat membantu mendiagnosis preeklampsia lebih cepat dan menghindari komplikasi.

Gejala keracunan kehamilan

Gejala keracunan kehamilan bisa bervariasi pada setiap ibu hamil. Bahkan terkadang preeklampsia berkembang tanpa gejala apa pun. Selain hipertensi dan proteinuria, ibu hamil yang mengalami keracunan kehamilan dapat merasakan berbagai gejala berikut:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan penglihatan, mata kabur, atau sensitivitas cahaya
  • Nyeri perut bagian atas atau tepat di bawah tulang rusuk
  • Mual atau muntah
  • Jumlah urine berkurang saat kencing
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki

Penyebab keracunan kehamilan belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini terjadi akibat adanya masalah pada perkembangan plasenta karena gangguan pada pembuluh darah. 

Saat hamil, pembuluh darah lebih sempit dari ukuran normal dan bereaksi secara berbeda terhadap sinyal hormon. Hal ini menyebabkan aliran darah antara ibu dan bayi menjadi terganggu.

Keracunan kehamilan bisa sangat berbahaya karena dapat mendatangkan komplikasi, seperti masalah perdarahan, solusio plasenta (lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya), kerusakan hati, gagal ginjal, edema paru, eklampsia, pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, dan sindrom HELLP. Bahkan hingga dapat mengancam jiwa ibu maupun bayi.

Meski keracunan kehamilan tak dapat sepenuhnya dicegah, namun ada sejumlah langkah lain yang dapat dilakukan untuk membantu Anda terhindar dari kondisi tersebut. Menjaga kehamilan memang bukan perkara yang mudah, namun ibu dan janin harus senantiasa sehat agar kehamilan berjalan lancar hingga waktu melahirkan tiba.

Sementara, bagi Anda yang masih merencanakan kehamilan, jagalah kesehatan sejak dini. Pastikan berat badan Anda ideal, makan makanan yang sehat, dan rajin berolahraga agar terhindar dari hipertensi maupun masalah kesehatan lain yang dapat memicu keracunan kehamilan.

Read More

Inilah 5 Gejala Anda Mengalami Hipopituitarisme!

Hipopituitarisme adalah gangguan yang terjadi pada kelenjar pituitari, di mana kelenjar ini tidak dapat memproduksi berbagai hormon, seperti hormon pertumbuhan, reproduksi, dan metabolisme. Kelenjar pituitari merupakan kelenjar kecil seperti kacang yang terletak di bagian bawah otak. Meskipun bentuknya kecil, kelenjar ini dijuluki sebagai Master of Gland, karena keberadaannya sebagai pusat pengendali fungsi atas kelenjar lainnya di dalam tubuh.

Apabila kelenjar pituitari rusak, maka sekresi hormon akan terganggu. Hampir setiap hormon yang bekerja di tubuh disekresikan oleh kelenjar yang aktivitasnya dipengaruhi oleh kelenjar pituitari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika seseorang mengalami hipopituitarisme, maka tubuhnya akan mengalami penyakit, seperti akromegali dan Cushing’s syndrome. Umumnya, orang yang mengalami hipopituitarisme akan bergantung dengan obat seumur hidupnya.

Gejala yang akan dialami jika seseorang mengalami hipopituitarisme.

Gejala yang dirasakan oleh penderita hipopituitarisme adalah kelelahan, susah buang air besar, sakit kepala, penglihatan kabur, dan kekakuan di area leher. Hal ini juga bergantung pada sistem organ yang dipengaruhi. Tanda-tanda lain yang dapat dirasakan oleh penderita hipopituitarisme adalah sebagai berikut. 

  • Kelelahan.

Seseorang dengan hipopituitarisme cenderung mudah mengalami kelelahan. Hal ini karena menurunnya produksi hormon adrenokortikotropik (ACTH), sehingga kelenjar adrenal menjadi tidak aktif. Alhasil, tubuh akan terasa lemas dan nafsu makan berkurang, yang akhirnya memengaruhi berat badan. Selain itu, berkurangnya kadar ACTH di tubuh juga dapat memicu berbagai penyakit, seperti tekanan darah rendah, kadar gula darah (glukosa) rendah, dan mudah stres. Kekurangan ACTH adalah gangguan hormon hipofisis yang paling serius, karena dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

  • Gangguan pada sistem reproduksi.

Kelenjar pituitari juga bertindak dalam sekresi hormon-hormon gonadotropin yang berperan penting terhadap sistem reproduksi, yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini akan membuat organ testis pada pria mengeluarkan hormon testosteron. Adapun pada wanita, bagian ovarium akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Apabila produksi hormon tersebut terganggu, dapat menyebabkan gagal puber pada anak, amenorea (tidak mengalami menstruasi), berkurangnya produksi sperma pada pria, menurunnya gairah seksual, serta kemandulan.

  • Anemia.

Salah satu gejala yang juga terjadi pada penderita hipopituitarisme adalah anemia. Hal ini karena berkurangnya produksi hormon eritropoetin yang mungkin berkaitan dengan menurunnya suplai oksigen di jaringan perifer. Hormon eritropoetin adalah hormon yang menstimulasi pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Apabila sekresi hormon ini terganggu, dapat menghambat pembentukan sel-sel darah merah di tulang belakang. Oleh sebab itu, kondisi hipopituitarisme dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia.

  • Gagal tumbuh pada anak.

Jika seorang anak lahir dengan hipopituitarisme, maka berisiko tinggi mengalami gagal tumbuh. Hal ini karena terganggunya produksi hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH). Anak akan mengalami masa pertumbuhan yang buruk, tinggi badan sulit bertambah, serta penumpukan lemak di area pinggang dan wajah. Lain halnya pada orang dewasa yang mengalami hipopituitarisme, cenderung tidak memengaruhi tinggi badan, karena pertumbuhan tulang sudah selesai.

  • Produksi ASI tidak lancar.

Wanita yang memiliki penyakit hipopituitarisme, maka produksi ASI bisa jadi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini berkaitan dengan rendahnya kadar prolaktin di tubuh yang berperan dalam produksi ASI saat wanita menyusui. Selain itu, dampak lain dari kekurangan hormon ini adalah tidak adanya pertumbuhan rambut di bagian ketiak dan kemaluan.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala di atas, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Dokter akan melakukan beberapa tindakan screening untuk memastikan apakah Anda mengalami hipopituitarisme atau tidak. Beberapa gejala mungkin menunjukkan adanya indikasi perdarahan pada kelenjar pituitari, sehingga dokter akan melakukan operasi untuk menghentikan perdarahan dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Selalu konsultasikan ke dokter terkait penanganan yang tepat untuk mengatasi hipopituitarisme.

Read More

Apa itu Kolestasis? Berikut Penjelasannya

Merupakan penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati tersumbat atau melambat disebut dengan kolestasis, empedu ini merupakan cairan yang dihasilkan hati yang dialirkan dan disimpan pada kantung empedu. Yang setelah itu nantinya akan dilepaskan ke usus halus apabila memang diperlukan dalam pencernaan makanan.

Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, pertama intrahepatik yakni di dalam hati dan yang kedua ekstrahepatik atau diluar hati. Untuk yang terjadi di luar hati disebabkan oleh sumbatan seperti pada batu empedu, kista hingga tumor dalam kantung atau saluran empedu yang membatasi aliran empedu tersebut.

Penyebab Kolestasis

Jenis intrahepatik disebabkan oleh penyakit atau gangguan hati, seperti misalnya infeksi, penggunaa obat tertentu, kelainan genetik, efek hormonal dan kehamilan. Kondisi ini biasanya umum terjadi pada trimester akhir kehamilan. Keadaan ini memicu rasa gatal pada tangan dan kaki, serta bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini bisa disebabkan karena beberapa faktor baik itu dari dalam maupun dari luar, selain itu beberapa gejala juga akan terasa pada tubuh. Seperti misalnya gatal berlebihan, kulit dan mata kuning, urine gelap, sakit perut, kelelahan, mual dan muntah hingga kehilangan selera makan. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa penyebab aliran empedu tersumbat.

Intrahepatik

  • Munculnya efek hormonal yang terjadi pada aliran empedu selama kehamilan.
  • Hepatitis akut.
  • Penyakit hati alkoholik.
  • Kolangitis bilier primer disertai dengan peradangan dan jaringan perut yang terdapat pada saluran empedu.
  • Sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B atau C.
  • Obat-obatan tertentu seperti misalnya amoksilin atau klavulanat, klorpromazin, azatioprin dan kontrasepsi oral.
  • Kanker yang sudah menyebar ke hati.

Pada kehamilan, penyebab genetik dari riwayat keluarga berpengaruh dalam kondisi ini. Ibu hamil dengan riwayat kondisi ini pada kehamilan sebelumnya membuat seseorang berisiko mengalami kolestasis kehamilan dalam kehamilan berikutnya.

Ekstrahepatik

  • Batu empedu.
  • Penyempitan saluran empedu.
  • Kanker saluran empedu.
  • Kanker pankreas.
  • Radang pankreas atau pankreatisis.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis penyakit ini, pada umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan ini dilakukan guna menentukan penyakit yang ada sekaligus gejala dan penyebab munculnya kondisi ini. Berikut beberapa pemeriksaan yang secara umum akan dilakukan oleh dokter.

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah termasuk mengukur enzim alkaline phosphatase, gamma-glutamil transpeptidase hingga enzim hati lainnya.
  • USG, CT scan atau MRI yang dilakukan jika diketahui hasil tes darah abnormal.
  • Jika diperlukan dokter akan melakukan biopsi hati.

Cara Mengobati

Untuk pengobatan kondisi ini dapat dilakukan tergantung pada penyebab, jika terjadi karena penyumbatan empedu nantinya pengobatan yang dilakukan menggunakan operasi atau endoskopi. Namun jika kondisi yang terjadi disebabkan karena penggunaan suatu obat, maka dokter akan menyuruh seseorang untuk menghentikan penggunaan obat tersebut.

Orang dengan kolestasis pada umumnya akan disarankan untuk menghindari penggunaan zat tertentu yang memiliki dampak buruk pada hati, seperti misalnya alkohol dan obat-obatan terlarang. Untuk mengobati rasa gatal, biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa mengikat cairan empedu di usus sehingga tidak terserap kembali dan mengiritasi kulit.

Menjaga kebersihan makanan hingga mencegah infeksi dari beberapa virus seperti hepatitis, salmonella typhosa atau tifoid menjadi langkah utama untuk mencegah kondisi ini. Segera hubungi dokter atau tenaga medis yang lain jika seseorang mulai merasa gatal dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus, pengobatan lebih awal menentukan perawatan yang tepat.

Read More

Gejala dan Penyebab Demam pada Anak

Suatu kondisi yang dialami anak ketika suhu tubuhnya mengalami kenaikan hingga melewati batas normal disebut dengan demam. Demam pada anak didefinisikan ketika suhu tubuh anak berada pada angka lebih dari 3,2 derajat Celcius apabila diukur dari ketiak. Sementara lebih dari 37,8 derajat Celcius jika diukur dari mulut dan 38 derajat Celcius jika diukur dari dubur.

Jika tubuh anak terasa lebih hangat dari biasanya, seperti misalnya pada kening terasa hangat ketika disentuh, para orang tua bisa menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Perlu diketahui bahwa untuk tidak memakai termometer yang berisi air raksa atau merkuri, termometer jenis tersebut justru bisa menimbulkan bahaya jika pecah.

Demam Pada Anak

Gunakan termometer digital yang bisa dipakai pada mulut, ketiak atau dubur, namun para dokter mungkin akan lebih menyarankan untuk memakai termometer rektal (dubur). Bukan tanpa alasan, karena termometer jenis ini memberikan hasil yang paling akurat untuk mengukur suhu tubuh pada anak yang sedang demam.

Namun demikian kenaikan suhu tubuh tidak selalu menandakan seberapa parah kondisi anak yang mengalami demam. Beberapa kasus menyebutkan bahwa infeksi virus ringan seperti flu juga bisa membuat suhu tubuh naik, tak tanggung-tanggung bahkan mencapai 40 derajat Celcius. Untuk itu perlu mengetahui beberapa gejala yang harus diwaspadai.

Gejala Demam Anak

  • Suhu tubuh anak yang berusia kurang dari tiga bulan ketika diukur melalui dubur berada di angka 38 derajat Celcius.
  • Anak berusia tiga sampai enam bulan, suhu tubuhnya berada di angka 38,8 derajat Celcius atau pada anak berusia enam bulan lebih dengan suhu 38,8 hingga 39,4 derajat Celcius.
  • Suhu tubuh pada anak yang berusia enam bulan atau lebih berada pada angka lebih dari 39,4 derajat Celcius.
  • Anak mengalami diare atau muntah berkepanjangan disertai dengan leher kaku, gangguan pernapasan seperti mengi dan leher kaku.
  • Kejang, kulit menjadi pucat hingga membuat anak malas bermain dan ketika menangis mengeluarkan suara melengking.
  • Muncul ruam kulit, anak tidak mau makan dan rewel hingga merasa sakit kepala yang berat dengan keadaan perut kosong.
  • Anak menjadi tidak responsif dan mengalami dehidrasi, seperti mulut kering atau tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.

Penyebab Demam Anak

Salah satu pemicu demam menyerang anak bisa dikarenakan virus seperti flu atau infeksi berbahaya, salah satunya seperti meningitis. Dokter yang menangani akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah dan urine pasien, pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan penyebab dan cara pengobatan yang tepat.

Namun, pada umumnya demam yang dialami anak diatasi dengan konsumsi obat-obatan dan menerapkan beberapa cara agar demam anak bisa menurun, seperti mengompres. Meski demikian, tidak semua obat boleh dikonsumsikan pada anak yang sedang demam. Untuk itu, usahakan agar orang tua melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Selain itu, karena demam merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit tertentu, pengobatan yang dilakukan juga perlu disesuaikan dengan penyebab. Demam pada anak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan beristirahat, mengonsumsi air putih yang cukup dan konsumsi obat penurun demam seperti paracetamol.

Terdapat beberapa kondisi yang mengkhawatirkan, tetapi sebagian besar demam yang muncul dan disebabkan karena infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika suhu pada anak sudah mencapai 39 derajat Celcius maka kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar bisa digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat demam.

Read More

Hati-Hati, 5 Makanan Ini Dapat Jadi Penyebab Diare

Penyebab diare saat puasa adalah penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa

Masalah pencernaan kerap dijumpai oleh banyak orang. Terlebih bila terjadi perubahan pola makan, seperti saat menjalani puasa atau menerapkan pola diet tertentu. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah diare, yang ditandai dengan buang air terus menerus. 

Jenis makanan yang kurang tepat dapat memicu terjadinya diare. Selain itu, penurunan kemampuan usus dalam mencerna makanan pun dapat menjadi penyebab diare.

Di bawah ini beberapa faktor pemicu yang sering kali menjadi penyebab diare. 

1. Konsumsi makanan pedas

Di Indonesia, banyak sekali orang yang menggemari makanan pedas. Bila Anda mengamati, beberapa jenis makanan tertentu dijual dengan tingkat kepedasan tertentu. 

Tak dipungkiri, makanan pedas memang terasa nikmat saat disantap, bahkan dapat meningkatkan nafsu makan. Tapi, Anda perlu berhati-hati, terlalu banyak konsumsi makanan pedas dapat menjadi penyebab diare loh. 

Di dalam cabai dan lada, terkandung capsaicin. Zat tersebut dapat mengiritasi usus halus, sehingga perut terasa mulas dan anus terasa panas. Capsaicin juga mampu membuat makanan bergerak ke usus besar dengan lebih cepat. Hal inilah yang memicu Anda bolak-balik ingin buang air besar. 

2. Makanan yang berbumbu tajam

Bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, makanan berbumbu tajam berisiko menjadi penyebab diare. Apa saja sih makanan yang berbumbu tajam ini? 

Secara umum, makanan berbumbu tajam adalah makanan-makanan yang kaya akan rempah dan bersantan. Rendang, gulai, atau opor, termasuk ke dalam kelompok makanan berbumbu tajam. Bagi Anda yang rentan mengalami diare, makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari. 

3. Makanan berlemak dan berminyak

Makanan-makanan berminyak kadang sekaligus mengandung lemak yang tinggi. Minyak atau lemak lebih lambat dicerna oleh perut. Pengosongan makanan di lambung juga menjadi lebih lambat. Dampaknya, seseorang dapat merasa mual, muntah, atau sakit perut akibat asupan makanan berminyak atau berlemak yang terlalu banyak. 

Orang dengan riwayat masalah pencernaan, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit Celiac, atau penyakit Crohn, konsumsi makanan berlemak dan berminyak dapat memicu nyeri perut hingga diare. 

4. Terlalu banyak konsumsi minuman berkafein

Sistem pencernaan yang bekerja terlalu berat untuk menyerap air dan garam juga dapat menjadi salah satu penyebab diare. Kondisi ini timbul akibat Anda mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak. Perlu diingat, minuman yang mengandung kafein bukan hanya kopi, teh dan minuman bersoda juga memiliki kandungan kafein di dalamnya. 

Jadi, ketika Anda mengalami diare, cobalah cek kembali asupan minuman Anda. Barangkali ada terlalu banyak minuman berkafein yang Anda konsumsi. 

5. Konsumsi susu

Susu disebut-sebut dapat menjadi penyebab diare. Namun, hal ini tidak terjadi kepada semua orang. Mereka yang mengalami diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya, kemungkinan menderita intoleransi laktosa. 

Laktosa merupakan jenis gula yang terdapat di dalam susu serta produk-produk olahannya, seperti keju atau yoghurt. Seiring bertambahnya usia, kondisi intoleransi laktosa yang dialami seseorang dapat semakin meningkat, sebab enzim-enzim yang berperan dalam pencernaan laktosa semakin berkurang. 

Apapun faktor yang menjadi penyebab diare, Anda tetap perlu memperbanyak asupan cairan saat mengalami diare. Hal ini ditujukan agar Anda tidak mengalami dehidrasi. Untuk meringankan kondisi diare, Anda juga dapat menerapkan pola makan BRAT, yaitu Banana, Rice, Apple sauce, dan Toast. Jeni-jenis makanan tersebut termasuk makanan berserat tinggi, namun mudah untuk dihaluskan oleh sistem pencernaan. 

Read More