Apa itu Kolestasis? Berikut Penjelasannya

Merupakan penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati tersumbat atau melambat disebut dengan kolestasis, empedu ini merupakan cairan yang dihasilkan hati yang dialirkan dan disimpan pada kantung empedu. Yang setelah itu nantinya akan dilepaskan ke usus halus apabila memang diperlukan dalam pencernaan makanan.

Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, pertama intrahepatik yakni di dalam hati dan yang kedua ekstrahepatik atau diluar hati. Untuk yang terjadi di luar hati disebabkan oleh sumbatan seperti pada batu empedu, kista hingga tumor dalam kantung atau saluran empedu yang membatasi aliran empedu tersebut.

Penyebab Kolestasis

Jenis intrahepatik disebabkan oleh penyakit atau gangguan hati, seperti misalnya infeksi, penggunaa obat tertentu, kelainan genetik, efek hormonal dan kehamilan. Kondisi ini biasanya umum terjadi pada trimester akhir kehamilan. Keadaan ini memicu rasa gatal pada tangan dan kaki, serta bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini bisa disebabkan karena beberapa faktor baik itu dari dalam maupun dari luar, selain itu beberapa gejala juga akan terasa pada tubuh. Seperti misalnya gatal berlebihan, kulit dan mata kuning, urine gelap, sakit perut, kelelahan, mual dan muntah hingga kehilangan selera makan. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa penyebab aliran empedu tersumbat.

Intrahepatik

  • Munculnya efek hormonal yang terjadi pada aliran empedu selama kehamilan.
  • Hepatitis akut.
  • Penyakit hati alkoholik.
  • Kolangitis bilier primer disertai dengan peradangan dan jaringan perut yang terdapat pada saluran empedu.
  • Sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B atau C.
  • Obat-obatan tertentu seperti misalnya amoksilin atau klavulanat, klorpromazin, azatioprin dan kontrasepsi oral.
  • Kanker yang sudah menyebar ke hati.

Pada kehamilan, penyebab genetik dari riwayat keluarga berpengaruh dalam kondisi ini. Ibu hamil dengan riwayat kondisi ini pada kehamilan sebelumnya membuat seseorang berisiko mengalami kolestasis kehamilan dalam kehamilan berikutnya.

Ekstrahepatik

  • Batu empedu.
  • Penyempitan saluran empedu.
  • Kanker saluran empedu.
  • Kanker pankreas.
  • Radang pankreas atau pankreatisis.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis penyakit ini, pada umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan ini dilakukan guna menentukan penyakit yang ada sekaligus gejala dan penyebab munculnya kondisi ini. Berikut beberapa pemeriksaan yang secara umum akan dilakukan oleh dokter.

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah termasuk mengukur enzim alkaline phosphatase, gamma-glutamil transpeptidase hingga enzim hati lainnya.
  • USG, CT scan atau MRI yang dilakukan jika diketahui hasil tes darah abnormal.
  • Jika diperlukan dokter akan melakukan biopsi hati.

Cara Mengobati

Untuk pengobatan kondisi ini dapat dilakukan tergantung pada penyebab, jika terjadi karena penyumbatan empedu nantinya pengobatan yang dilakukan menggunakan operasi atau endoskopi. Namun jika kondisi yang terjadi disebabkan karena penggunaan suatu obat, maka dokter akan menyuruh seseorang untuk menghentikan penggunaan obat tersebut.

Orang dengan kolestasis pada umumnya akan disarankan untuk menghindari penggunaan zat tertentu yang memiliki dampak buruk pada hati, seperti misalnya alkohol dan obat-obatan terlarang. Untuk mengobati rasa gatal, biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa mengikat cairan empedu di usus sehingga tidak terserap kembali dan mengiritasi kulit.

Menjaga kebersihan makanan hingga mencegah infeksi dari beberapa virus seperti hepatitis, salmonella typhosa atau tifoid menjadi langkah utama untuk mencegah kondisi ini. Segera hubungi dokter atau tenaga medis yang lain jika seseorang mulai merasa gatal dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus, pengobatan lebih awal menentukan perawatan yang tepat.

Read More

Gejala dan Penyebab Demam pada Anak

Suatu kondisi yang dialami anak ketika suhu tubuhnya mengalami kenaikan hingga melewati batas normal disebut dengan demam. Demam pada anak didefinisikan ketika suhu tubuh anak berada pada angka lebih dari 3,2 derajat Celcius apabila diukur dari ketiak. Sementara lebih dari 37,8 derajat Celcius jika diukur dari mulut dan 38 derajat Celcius jika diukur dari dubur.

Jika tubuh anak terasa lebih hangat dari biasanya, seperti misalnya pada kening terasa hangat ketika disentuh, para orang tua bisa menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Perlu diketahui bahwa untuk tidak memakai termometer yang berisi air raksa atau merkuri, termometer jenis tersebut justru bisa menimbulkan bahaya jika pecah.

Demam Pada Anak

Gunakan termometer digital yang bisa dipakai pada mulut, ketiak atau dubur, namun para dokter mungkin akan lebih menyarankan untuk memakai termometer rektal (dubur). Bukan tanpa alasan, karena termometer jenis ini memberikan hasil yang paling akurat untuk mengukur suhu tubuh pada anak yang sedang demam.

Namun demikian kenaikan suhu tubuh tidak selalu menandakan seberapa parah kondisi anak yang mengalami demam. Beberapa kasus menyebutkan bahwa infeksi virus ringan seperti flu juga bisa membuat suhu tubuh naik, tak tanggung-tanggung bahkan mencapai 40 derajat Celcius. Untuk itu perlu mengetahui beberapa gejala yang harus diwaspadai.

Gejala Demam Anak

  • Suhu tubuh anak yang berusia kurang dari tiga bulan ketika diukur melalui dubur berada di angka 38 derajat Celcius.
  • Anak berusia tiga sampai enam bulan, suhu tubuhnya berada di angka 38,8 derajat Celcius atau pada anak berusia enam bulan lebih dengan suhu 38,8 hingga 39,4 derajat Celcius.
  • Suhu tubuh pada anak yang berusia enam bulan atau lebih berada pada angka lebih dari 39,4 derajat Celcius.
  • Anak mengalami diare atau muntah berkepanjangan disertai dengan leher kaku, gangguan pernapasan seperti mengi dan leher kaku.
  • Kejang, kulit menjadi pucat hingga membuat anak malas bermain dan ketika menangis mengeluarkan suara melengking.
  • Muncul ruam kulit, anak tidak mau makan dan rewel hingga merasa sakit kepala yang berat dengan keadaan perut kosong.
  • Anak menjadi tidak responsif dan mengalami dehidrasi, seperti mulut kering atau tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.

Penyebab Demam Anak

Salah satu pemicu demam menyerang anak bisa dikarenakan virus seperti flu atau infeksi berbahaya, salah satunya seperti meningitis. Dokter yang menangani akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah dan urine pasien, pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan penyebab dan cara pengobatan yang tepat.

Namun, pada umumnya demam yang dialami anak diatasi dengan konsumsi obat-obatan dan menerapkan beberapa cara agar demam anak bisa menurun, seperti mengompres. Meski demikian, tidak semua obat boleh dikonsumsikan pada anak yang sedang demam. Untuk itu, usahakan agar orang tua melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Selain itu, karena demam merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit tertentu, pengobatan yang dilakukan juga perlu disesuaikan dengan penyebab. Demam pada anak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan beristirahat, mengonsumsi air putih yang cukup dan konsumsi obat penurun demam seperti paracetamol.

Terdapat beberapa kondisi yang mengkhawatirkan, tetapi sebagian besar demam yang muncul dan disebabkan karena infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika suhu pada anak sudah mencapai 39 derajat Celcius maka kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar bisa digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat demam.

Read More

Hati-Hati, 5 Makanan Ini Dapat Jadi Penyebab Diare

Penyebab diare saat puasa adalah penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa

Masalah pencernaan kerap dijumpai oleh banyak orang. Terlebih bila terjadi perubahan pola makan, seperti saat menjalani puasa atau menerapkan pola diet tertentu. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah diare, yang ditandai dengan buang air terus menerus. 

Jenis makanan yang kurang tepat dapat memicu terjadinya diare. Selain itu, penurunan kemampuan usus dalam mencerna makanan pun dapat menjadi penyebab diare.

Di bawah ini beberapa faktor pemicu yang sering kali menjadi penyebab diare. 

1. Konsumsi makanan pedas

Di Indonesia, banyak sekali orang yang menggemari makanan pedas. Bila Anda mengamati, beberapa jenis makanan tertentu dijual dengan tingkat kepedasan tertentu. 

Tak dipungkiri, makanan pedas memang terasa nikmat saat disantap, bahkan dapat meningkatkan nafsu makan. Tapi, Anda perlu berhati-hati, terlalu banyak konsumsi makanan pedas dapat menjadi penyebab diare loh. 

Di dalam cabai dan lada, terkandung capsaicin. Zat tersebut dapat mengiritasi usus halus, sehingga perut terasa mulas dan anus terasa panas. Capsaicin juga mampu membuat makanan bergerak ke usus besar dengan lebih cepat. Hal inilah yang memicu Anda bolak-balik ingin buang air besar. 

2. Makanan yang berbumbu tajam

Bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, makanan berbumbu tajam berisiko menjadi penyebab diare. Apa saja sih makanan yang berbumbu tajam ini? 

Secara umum, makanan berbumbu tajam adalah makanan-makanan yang kaya akan rempah dan bersantan. Rendang, gulai, atau opor, termasuk ke dalam kelompok makanan berbumbu tajam. Bagi Anda yang rentan mengalami diare, makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari. 

3. Makanan berlemak dan berminyak

Makanan-makanan berminyak kadang sekaligus mengandung lemak yang tinggi. Minyak atau lemak lebih lambat dicerna oleh perut. Pengosongan makanan di lambung juga menjadi lebih lambat. Dampaknya, seseorang dapat merasa mual, muntah, atau sakit perut akibat asupan makanan berminyak atau berlemak yang terlalu banyak. 

Orang dengan riwayat masalah pencernaan, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit Celiac, atau penyakit Crohn, konsumsi makanan berlemak dan berminyak dapat memicu nyeri perut hingga diare. 

4. Terlalu banyak konsumsi minuman berkafein

Sistem pencernaan yang bekerja terlalu berat untuk menyerap air dan garam juga dapat menjadi salah satu penyebab diare. Kondisi ini timbul akibat Anda mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak. Perlu diingat, minuman yang mengandung kafein bukan hanya kopi, teh dan minuman bersoda juga memiliki kandungan kafein di dalamnya. 

Jadi, ketika Anda mengalami diare, cobalah cek kembali asupan minuman Anda. Barangkali ada terlalu banyak minuman berkafein yang Anda konsumsi. 

5. Konsumsi susu

Susu disebut-sebut dapat menjadi penyebab diare. Namun, hal ini tidak terjadi kepada semua orang. Mereka yang mengalami diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya, kemungkinan menderita intoleransi laktosa. 

Laktosa merupakan jenis gula yang terdapat di dalam susu serta produk-produk olahannya, seperti keju atau yoghurt. Seiring bertambahnya usia, kondisi intoleransi laktosa yang dialami seseorang dapat semakin meningkat, sebab enzim-enzim yang berperan dalam pencernaan laktosa semakin berkurang. 

Apapun faktor yang menjadi penyebab diare, Anda tetap perlu memperbanyak asupan cairan saat mengalami diare. Hal ini ditujukan agar Anda tidak mengalami dehidrasi. Untuk meringankan kondisi diare, Anda juga dapat menerapkan pola makan BRAT, yaitu Banana, Rice, Apple sauce, dan Toast. Jeni-jenis makanan tersebut termasuk makanan berserat tinggi, namun mudah untuk dihaluskan oleh sistem pencernaan. 

Read More

Apakah gigi berlubang disebabkan ulat gigi?

Banyak yang mengira penyebab munculnya sakit gigi hingga membuat gigi berlubang adalah adanya ulat gigi. Namun perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan mitos, penyebab sebenarnya gigi berlubang adalah bakteri. Anggapan bahwa gigi berlubang dikarenakan munculnya ulat membuat banyak orang mencari pengobatan alternatif yang tidak tepat.

Padahal yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah melakukan perawatan, seperti misalnya penambalan gigi, perawatan saluran akar hingga mencabut gigi berlubang tersebut. Apabila mitos mengenai ulat yang mampu membuat gigi berlubang terus berkembang, dikhawatirkan hal tersebut akan membuat kesehatan gigi terabaikan dan mulut sulit untuk dijaga.

Mitos Ulat Gigi

Siapa sangka jika mitos tentang ulat yang menyebabkan gigi berlubang sudah ada dan dimulai sejak ribuan tahun lalu di jaman Mesir kuno. Tak hanya itu, bukti terkait hal tersebut juga ditemukan di kerajaan Romawi kuno dan Jerman. Meski dapat dipahami jika pada masa tersebut, ilmu pengetahuan terutama tentang medis belum maju.

Belum pernah dilakukan penelitian lebih jauh, sehingga ulat dianggap sebagai biang keladi munculnya sakit gigi hingga menyebabkan gigi menjadi berlubang. Hingga pada akhirnya di tahun 1782, seorang ahli asal Perancis mulai melakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab gigi berlubang secara ilmiah.

Hasilnya diketahui bahwa ulat bukanlah penyebab dari kondisi gigi berlubang, lebih lanjut penelitian tersebut terus dikembangkan. Hingga diketahui bahwa banyak faktor yang bisa mengakibatkan gigi menjadi berlubang, salah satunya adalah adanya bakteri. Masalah tidak berhenti sampai di sini, setelah diketahui bakteri menjadi penyebab muncul pertanyaan kenapa bakteri bisa menempel di gigi.

Bakteri yang menempel di gigi berasal dari sisa makanan yang tidak dibersihkan, semakin banyak sisa makanan yang ada maka semakin banyak pula bakteri dan kuman yang bersarang di rongga mulut. Lantas bagaimana bakteri bisa membuat gigi berlubang, sisa makanan yang sebelumnya berada di rongga mulut mengeluarkan zat asam, zat inilah yang kemudian membuat gigi rapuh.

Dampak yang diakibatkan zat asam tersebut bisa membuat gigi berlubang kecil pada awalnya dan belum menimbulkan rasa sakit. Sehingga banyak yang tidak sadar kalau ternyata gigi mereka sudah berlubang, lubang yang kecil ini bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan tidak menutup kemungkinan membuatnya menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Cara Tepat Obati Gigi Berlubang

Apabila tidak segera mendapat penanganan yang serius, zat asam dan bakteri akan terus tumbuh subur di gigi. Lubang yang semakin besar membuat muncul rasa sakit di gigi, sementara itu jika gigi seseorang tiba-tiba tidak terasa sakit padahal gigi berlubang dan belum pernah dirawat, hal itu dikarenakan saraf pada gigi sudah mati.

  • Tambal Gigi

Jika lubang pada gigi belum besar dan saraf gigi belum mati, kemungkinan gigi untuk ditambal masih sangat besar dilakukan. Lubang yang sudah ditutup membuat gigi bisa digunakan sebagaimana mestinya.

  • Perawatan Saluran Akar

Saraf akan terserang jika lubang yang ditimbulkan pada bakteri dalam kategori besar, sementara penambalan sudah tidak memungkinkan dilakukan, seseorang membutuhkan perawatan saluran akar jika sudah masuk tahap ini. Dokter akan mengeluarkan saraf gigi yang sudah mati, sebagai gantinya dimasukkan bahan khusus sebagai pengganti.

  • Cabut Gigi

Jika gigi sudah rusak dan parah tidak dapat ditambal ataupun dirawat menggunakan saluran akar, maka pilihan terbaik adalah dengan mencabutnya. Maka perlu dipahami dengan benar bahwa gigi berlubang bukan karena serangan dari ulat gigi, melainkan bakteri dari sisa makanan yang tidak dibersihkan di gigi.

Read More

Kondisi Kesehatan yang Bisa Didiagnosis Melalui Elektromiografi

Elektromiografi dilakukan untuk memeriksa kondisi saraf motorik.

Ada banyak kondisi kesehatan yang menyerang otot dan sistem saraf manusia. Kondisi tersebut jika terjadi akan memengaruhi ruang gerak atau mobilitas seseorang. Hampir semuanya kondisi yang berkaitan dengan otot dan saraf bisa didiagnosa dengan elektromiografi.

Elektromiografi (EMG) merupakan sebuah prosedur diagnostik untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengontrolnya. Berkaitan dengan itu, berikut ini macam kondisi kesehatan yang dapat diketahui lebih lengkap melalui prosedur EMG:

  1. Distrofi

Distrofi otot adalah kumpulan  penyakit yang melibatkan dan menyebabkan kelemahan progresif dan hilangnya massa otot. Yang terjadi pada distrofi ini adalah gen yang abnormal mengganggu produksi protein untuk membentuk otot yang sehat.

Ada banyak kondisi kesehatan yang masuk dalam kelompok distrofi otot. Gejalanya dapat mulai terlihat saat seseorang masih usia kanak-kanak. Meski dapat menyerang siapa saja, tetapi penyakit yang dapat dideteksi oleh prosedur elektromiografi ini lebih sering diderita oleh laki-laki.

Tanda dan gejala spesifik dimulai pada usia yang berbeda dan pada kelompok otot yang berbeda, tergantung pada jenis distrofi otot. Beberapa jenis distrofi otot dapat dipahami melalui gambaran spesifik yang terlihat dari gejala-gejala yang dialami. Seperti:

  • Myotonik: Jenis ini ditandai dengan ketidakmampuan mengendurkan otot setelah kontraksi. Otot wajah dan leher biasanya yang pertama kali terserang distrofi jenis ini. Penderita biasanya memiliki wajah yang panjang dan kurus; kelopak mata terkulai; dan leher seperti angsa.
  • Facioscapulohumeral (FSHD): Kelemahan otot biasanya dimulai di wajah, pinggul, dan bahu. Salah satu kondisi yang bisa menjadi penanda dari jenis ini adalah kelainan di bahu ketika lengan direntangkan. Umumnya kondisi ini terjadi pada usia remaja, tetapi tak menutup kemungkinan bisa terjadi pula pada masa kanak-kanak atau hingga usia 50 tahun.
  • Congenital: Distrofi jenis ini merupakan kondisi yang terjadi lantaran “bawaan lahir”. Gejalanya bisa terlihat bahkan sejak bayi dilahirkan hingga ia berusia 2 tahun. Beberapa kondisi berkembang perlahan dan hanya menyebabkan cacat ringan, sementara yang lain berkembang pesat dan bisa menyebabkan gangguan parah.
  • Limb-girdle: Jenis ini menyerang bagian otot pinggul dan bahu. Orang-orang dengan distrofi otot ini akan mengalami kesulitan saat mengangkat bagian kaki depan sehingga sering tersandung. Gejala mulai muncul pada masa kanak-kanak atau remaja.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi distrofi otot. Oleh karenanya, elektromiografi dibutuhkan untuk mendapatkan diagnosis yang lengkap dan menyeluruh guna memberikan penanganan yang tepat, baik itu terapi maupun mengelola gejala agar dapat memperlambat dampak yang bisa terjadi.

  1. Polymyositis

Polymyositis adalah penyakit radang tidak-biasa yang menyebabkan kelemahan otot di kedua sisi tubuh Anda. Orang dengan polymyositis akan sulit untuk naik tangga, naik dari posisi duduk, mengangkat benda.

Kelemahan otot lantaran polymyositis ini melibatkan otot-otot yang paling dekat dengan batang tubuh, seperti yang ada di pinggul, paha, bahu, lengan atas, dan leher. Kelemahan memengaruhi sisi kiri dan kanan tubuh Anda dan cenderung akan terus memburuk secara perlahan.

Polymyositis umumnya menyerang orang dewasa pada usia 30-an, 40-an, atau 50-an. Uniknya, kondisi ini lebih umum terjadi kepada orang kulit hitam daripada pada orang kulit putih. Wanita pun lebih sering terkena daripada pria. Tanda dan gejala biasanya berkembang secara bertahap, selama beberapa minggu atau bulan.

Meskipun tidak ada obat khusus untuk polymyositis, perawatan, mulai dari obat-obatan hingga terapi fisik, dapat meningkatkan kembali kekuatan dan fungsi otot Anda. Namun, dokter butuh diagnosis yang tepat sebelum bisa memberikan penanganan kepada pasien.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi terkait polymyositis, tenaga medis biasa menggunakan prosedur elektromiografi. Akan tetapi diagnosis tidak terbatas pada prosedur itu, dokter bisa pula melakukan tes darah, MRI, hingga biopsi otot.

  1. Myasthenia Gravis

Myasthenia gravis merupakan kondisi kelemahan dan keletihan otot-otot yang terjadi lantaran gagalnya “komunikasi” antara saraf dan otot. Kelemahan otot yang disebabkan oleh myasthenia gravis memburuk saat otot kita terus menggunakan bagian otot yang terserang. 

Sebab gejala kondisi ini biasanya akan membaik dengan istirahat, kelemahan otot bisa datang dan pergi. Namun, gejalanya cenderung berkembang dari waktu ke waktu, biasanya mencapai yang terburuk dalam beberapa tahun setelah timbulnya penyakit.

Tidak ada obat untuk myasthenia gravis, tetapi perawatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan atau kaki, penglihatan ganda, kelopak mata terkulai, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan dan bernapas. Meskipun penyakit kondisi ini dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, myasthenia gravis biasanya menyerang wanita di bawah 40 tahun dan pada pria di atas 60 tahun.

***

Itulah tiga kondisi kesehatan atau penyakit otot dan saraf yang dapat diketahui melalui prosedur elektromiografi. Prosedur ini bisa dilakukan di rumah sakit setelah mendapat rekomendasi oleh dokter. Jika memang diperlukan, jangan ragu ketika dokter menyarankan Anda untuk melakukan prosedur tersebut.

Read More

Apa Yang Menjadi Penyebab Gejala Rabun Senja?

Rabun senja merupakan sebuah gangguan penglihatan yang dikenal dengan istilah nyctalopia. Gejala rabun senja bagi orang-orang yang memiliki kondisi ini adalah memiliki penglihatan yang buruk pada malam hari atau pada kondisi dengan pencahayaan yang remang-remang. Banyak orang beranggapan bahwa gejala rabun senja adalah kebutaan pada malam hari. Namun, hal tersebut hanyalah rumor kesalahpahaman. Rabun senja hanya akan membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam melihat atau mengemudi di kegelapan. Beberapa jenis rabun senja dapat dirawat dan diobati, namun beberapa jenis lain tidak. Hubungi dokter Anda untuk menentukan penyebab rabun senja Anda. Apabila dokter menemukan gejalanya, ia bisa membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Gejala dan Penyebab rabun senja

Gejala rabun senja yang utama adalah kesulitan dalam melihat pada ruangan yang gelap. Anda akan mengalami rabun senja saat mata bertransisi dari lingkungan yang terang ke area dengan pencahayaan minim, misalnya ketika Anda baru saja berjalan di trotoar yang terang lalu masuk ke dalam restoran yang gelap. Anda juga akan memiliki penglihatan yang buruk ketika mengemudi akibat cahaya terang lampu mobil dan lampu jalan yang berselang-selang. Selain gejala utama tersebut, mereka yang menderita rabun senja juga dapat memiliki gejala jenis lain seperti sakit kepala, sakit mata, mual, muntah, pandangan buram, sensitivitas terhadap cahaya, dan kesulitan melihat jarak jauh.

Beberapa kondisi gangguan mata dapat menyebabkan rabun senja, seperti rabun jauh (pandangan kabur saat melihat benda di kejauhan), katarak (lensa mata yang berkabut), retinitis pigmentosa (pigmen gelap menumpuk di retina dan mengakibatkan visi terowongan), dan sindrom Usher (gangguan genetik yang memengaruhi penglihatan dan pendengaran).  Orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkan katarak. Sehingga, mereka dalam grup tersebut memiliki risiko lebih besar untuk mengidap rabun senja akibat katarak apabila dibandingkan dengan anak-anak atau remaja.

Defisiensi vitamin A juga bisa menjadi penyebab seseorang untuk menderita rabun senja. Vitamin A, juga disebut dengan retinol, memerankan peran penting dalam mengubah impuls saraf menjadi gambar di retina. Retina merupakan daerah yang sensitif terhadap cahaya, dan berada di bagian belakang mata. Orang-orang dengan insufisiensi pankreas, seperti mereka yang memiliki cystic fibrosis, memiliki kesulitan dalam menyerap lemak sehingga memiliki risiko yang tinggi untuk terkena defisiensi vitamin A. Ini dikarenakan vitamin A larut dalam lemak. Oleh sebab itu, mereka yang memiliki kondisi tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mendertia rabun senja. Orang-orang dengan glukosa darah tinggi atau diabetes juga memiliki risiko mengidap penyakit mata seperti katarak.

Vitamin A bisa sembuhkan rabun sennja?

Apabila penyebab rabun senja Anda adalah karena kekurangan vitamin A, perawatan akan melibatkan penambahan vitamin A ke dalam diet makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Beberapa makanan sumber vitamin A yang baik adalah telur, cereal, susu, sayuran dan buah yang berwarna hijau dan kuning, minyak hati ikan cod, dan sayuran berwarna hijau. Namun, sayangnya, dalam beberapa kasus tertentu, gejala rabun senja tidak dapat diobati. Misalnya saja pada kondisi retinitis pigmentosa. Saat ini tidak ada perawatan yang efektif untuk mengobati kondisi tersebut. Meskipun demikian, beberapa alat mata khusus dan layanan terapi dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala rabun senja. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki masalah atau gangguan penglihatan yang berhubungan dengan gejala rabun senja.

Read More

Konjungtivitis: Apa Yang Perlu Diketahui?

Konjungtivitis, atau istilah lain sebagai pinkeye (mata merah muda), adalah penyakit mata yang dipengaruhi dengan infeksi atau peradangan pada membran transparan atau konjungtiva sehingga menutupi bagian putih pada mata sehingga mengakibatkan pembuluh darah pada mata mengecil.

Konjungtivitis terjadi pada siapapun, namun anak-anak paling rentan terhadap penyakit tersebut. Penyakit konjungtivitis tidak hanya mempengaruhi satu mata, melainkan kedua mata yang dipengaruhi oleh infeksi. Penyakit konjungtivitis juga tersebar di mana saja, contohnya di sekolah atau tempat kerja.

Gejala Konjungtivitis

Konjungtivitis digolongkan sebagai penyakit ringan, namun bisa saja berkembang menjadi penyakit yang serius. Jika manusia mengalami penyakit konjungtivitis, maka kemungkinan gejala yang dialami pada manusia antara lain:

  • Mata berwarna merah.
  • Gatal-gatal pada mata.
  • Mata mengalami rasa perih.
  • Robekan pada mata.
  • Kelopak mata membengkak.
  • Meningkatnya sensitivitas pada cahaya.

Penyebab Konjungtivitis

Penyebab utama terjadinya konjungtivitis adalah infeksi berupa virus atau bakteri. Selain infeksi, mata juga dipengaruhi oleh cairan kimia (contohnya klorin, bahan yang digunakan untuk kolam renang), lensa mata, benda asing, alergi terhadap udara berpolusi, produk-produk kosmetik, bahkan penyakit menular secara seksual (klamidia dan gonore).

Pengobatan Pada Penyakit Konjungtivitis

Jika Anda mengalami konjungtivitis, Anda bisa konsultasikan masalah tersebut dengan dokter dan dokter akan melakukan diagnosis untuk mengetahui jika kondisi bisa memburuk atau tidak. Dokter mulanya akan bertanya kepada Anda jika ada gejala tertentu atau riwayat penyakit lain sehingga menyebabkan konjungtivitis.

Setelah mengetahui informasi tentang kesehatan Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik pada mata. Biasanya, dokter hanya melihat kondisi mata bagaimana dan memberikan nasihat atau cara untuk menyembuhkannya. Namun dokter terkadang juga ingin melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengambil sampel cairan dari mata untuk diuji di laboratorium.

Setelah diuji di laboratorium dan jika kondisi pada mata terlihat parah, maka terindikasi jika pasien mengalami gejala lain sehingga menimbulkan risiko tinggi pada mata.

Setelah memeriksa kondisi mata, Anda dianjurkan dokter melalui berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit konjungtivitis. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan air mata buatan dan kain basah atau kompres untuk membersihkan kelopak mata.

Selain itu, dokter juga meminta Anda agar tidak menggunakan lensa mata untuk sementara sampai penyakit tersebut hilang. Anda sebaiknya tidak perlu menggunakan obat tetes mata antibiotik karena antibiotik tidak dapat membantu mencegah virus secara spontan, justru menimbulkan efek samping yang berlangsung antara 1 sampai 3 minggu.

Untuk menjaga mata agar sehat, Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa pencegahan sebagai berikut:

  • Jika Anda mengalami konjungtivitis, Anda sebaiknya jangan menyentuh atau menggaruk mata karena bisa memperburuk kondisi mata.
  • Anda sebaiknya jangan pinjamkan kain atau handuk supaya mencegah penularan.
  • Jangan menggunakan produk kosmetik yang terkontaminasi.

Jika kondisi pada mata Anda memburuk meskipun Anda sudah mencoba perawatan yang dijelaskan di atas, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Mungkin saja Anda memiliki efek samping sehingga menghambat penglihatan.

Terkadang, jika terjadi ketidaknyamanan pada mata hingga hilangnya penglihatan, seseorang kemungkinan akan menjalani operasi karena penyakit lain seperti katarak.

Anda juga perlu memastikan jika ingin berkonsultasi dengan dokter karena konjungtivitis, Anda sebaiknya mengikuti arahan dokter. Namun sebelum diberi nasihat, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penyakit yang dialami seperti:

  • Kapan penyakit tersebut terjadi?
  • Sudah berapa lama penyakit tersebut terjadi?
  • Apakah penyakit tersebut datang sekali atau muncul kembali?
  • Apa yang menyebabkan Anda terkena konjungtivitis?
Read More

Waspada Gejala dan Penyebab Hipoglikemia

Hipoglikemia bukanlah sebuah penyakit, melainkan kondisi di mana tubuh memiliki kadar gula, atau glukosa, yang rendah di dalam darah. Meskipun bukan penyakit, kondisi hipoglikemia dapat mengindikasi adanya masalah kesehatan. Semua sel-sel tubuh, termasuk otak, membutuhkan energi untuk dapat berfungsi. Glukosa memiliki peran untuk menyediakan energi bagi tubuh, sementara insulin, sebuah hormon, membuat sel-sel tubuh menyerap dan menggunakannya. Seseorang mungkin memiliki kadar gula darah yang rendah apabila merasa lapar, gemetar, detak jantung yang cepat, mual, dan berkeringat. Dalam kasus-kasus tertentu, hipoglikemia dapat menyebabkan koma dan kematian. Hipoglikemia dapat terjadi bersamaan dengan kondisi kesehatan lain, namun biasanya terjadi akibat reaksi obat seperti insulin. Orang-orang yang memiliki penyakit diabetes menggunakan insulin untuk mengobati gula darah tinggi.

Gejala Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi saat kurangnya glukosa atau gula di dalam darah. Menurut Institut Penyakit Diabetes dan Pencernaan dan Ginjal Nasional (NIDDK), gejala hipoglikemia akan muncul saat level gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Akan tetapi, angka ini berbeda dari individu yang satu dengan yang lainnya. Gejala yang ditimbulkan saat Anda menderita hipoglikemia di antaranya adalah rasa lapar, tubuh gemetar, tubuh berkeringat, wajah pucat, detak jantung tidak teratur, pusing dan terasa lemah, pandangan kabur, dan bingung. Hipoglikemia berat dapat menyebabkan rasa lelah, konsentrasi yang kurang, merasa gugup, perubahan kepribadian, dan masalah koordinasi.

Hipoglikemia juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kesulitan makan atau minum, kejang, kehilangan kesadaran, dan koma. Bahkan, hipoglikemia yang parah dapat mengancam nyawa. Seseorang dengan hipoglikemia mungkin tidak sadar gejala terseubt terjadi atau berubah menjadi semakin buruk. Mereka tidak menyadari tanda-tanda awal kondisi ini sebelum hipoglikemia berubah menjadi komplikasi yang parah dan mematikan. Hipoglikemia sering menjadi tanda diabetes yang kurang terawat.

Hipoglikemia dan diabetes

Hipoglikemia dapat terjadi karena beberapa alasan, salah satunya adalah regulasi gula darah yang buruk. Sistem pencernaan tubuh akan mengurai karbohidrat dari makanan. Salah satu molekul yang tercipta disebut dengan glukosa, sumber energi utama tubuh. Glukosa masuk ke dalam aliran darah setelah kita makan. Akan tetapi, glukosa membutuhkan insulin, sebuah hormon yang diproduksi oleh pankreas, sebelum bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Dengan kata lain, meskipun kadar glukosa melimpah, sel-sel tubuh akan tetap membutuhkan energi apabila tidak ada insulin. Diabetes tipe 1 dan 2 memiliki masalah dengan produksi insulin. Pada diabetes tipe 1, kerusakan pada sel-sel tubuh yang biasanya memproduksi insulin berarti menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak memberikan respon yang benar terhadap insulin atau pankreas tidak mengeluarkan cukup insulin. Pada dua kasus tersebut, sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup energi. Orang-orang yang menderita diabetes tipe 1 dan beberapa orang dengan diabetes tipe 2 perlu menggunakan insulin dan mengonsumsi obat lain untuk mengurangi kadar gula darah mereka. Apabila dosisnya terlalu tinggi, kadar gula darah akan menurun drastis dan menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia juga dapat terjadi apabila seseorang melakukan aktivitas atau olahraga dan kurang makan.

Hipoglikemia dapat menyebabkan tanda-tanda seperti pusing, tubuh terasa lemas dan lelah, dan dalam kasus parah dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Orang-orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes memiliki risiko yang tinggi terkena hipoglikemia. Penting untuk mengenal tanda-tanda hipoglikemia agar Anda siap melakukan tindakan perawatan yang dibutuhkan sebelum berubah menjadi komplikasi yang lebih berbahaya.

Read More

Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Biasa

Cacar monyet adalah penyakit virus langka yang ditemukan sebagian besar di negara-negara hutan hujan Afrika tengah dan barat.

Virus ini dapat menyebar ke manusia dari hewan yang terinfeksi melalui gigitan hewan atau kontak langsung dengan atau cairan tubuh Anda. Meskipun cacar monyet jauh lebih tidak menular daripada cacar air biasa, penyakit ini juga dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan yang besar atau dengan menyentuh cairan tubuh orang yang sakit atau benda-benda seperti tempat tidur atau pakaian yang terkontaminasi dengan virus.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958, ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi di koloni kera yang disimpan untuk penelitian, oleh karena itu cacar ini diberi nama cacar monyet atau monkeypox. Kasus yang terjadi pada manusia pertama dari cacar monyet dicatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Apa yang membedakan cacar air dan cacar monyet?

  • Virus varicella merupakan virus yang menyebabkan cacar air. Jika Anda menderita cacar air, Anda akan mendapatkan lepuh gatal di tubuh (yang akhirnya menjadi keropeng atau koreng), bersama dengan gejala lain seperti demam dan kelelahan. Biasanya gejala ini berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari.
  • Virus monkeypox merupakan virus yang menyebabkan cacar monyet. Cacar monyet biasanya secara klinis menunjukkan demam, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening pada Anda.

Virus monkeypox sebagian besar ditularkan kepada orang-orang dari hewan liar seperti tikus dan primata.

  • Luka pada cacar air muncul pada waktu yang berbeda di daerah yang berbeda. Biasanya luka akan muncul sebagian besar di perut, dada, dan punggung, dan jarang di telapak tangan atau telapak kaki Anda.
  • Luka pada cacar monyet muncul di seluruh tubuh pada saat yang sama (kebanyakan di wajah, lengan, dan kaki, dan kadang-kadang di telapak tangan dan kaki) dan semuanya tampak sama.
  • Menurut WHO, sampai saat ini masih belum tersedia perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet. Tapi, wabah ini dapat dipindahkan dengan segera setelah ditangani oleh orang yang terinfeksi.

Sementara itu, cacar air dapat sembuh dalam kurun waktu satu atau dua minggu tanpa perawatan khusus. Tidak ada obat khusus yang dapat menghentikan virus cacar air. Dokter Anda biasanya akan memberikan obat untuk menghilangkan masalah dan rasa tidak nyaman karena cacar.

Read More

Perut Mulas Karena GERD? Ini Tipsnya!

Asam lambung dapat mengakibatkan rasa perih dan panas pada dada (heartburn). Hhal ini diakibatkan konsumsi makanan yang dapat menaikkan asam lambung, sehingga rasa panas itu dapat dirasakan hingga ke kerongkongan. Tak jarang pula rasa panas ini diikuti dengan perut mulas.

Apa sebenarnya yang terjadi saat Anda merasa mulas?

Ketika Anda memakan pizza, makanan tersebut melewati kerongkongan kemudian ke perut yang dipisahkan oleh sebuah pintu. Pintu inilah yang akan terbuka ketika makanan masuk dan menutup kembali agar asam pada lambung tidak sampai keluar dan masuk ke kerongkongan.

Namun dalam kondisi tertentu, pintu ini tidak menutup dengan benar sehingga asam lambung pun bocor ke kerongkongan dan ke sekitar tubuh dan menyebabkan iritasi seperti rasa mulas dan panas.

Gejala GERD

Tanda-tanda GERD sangat mudah dirasakan oleh seseorang. Misalnya, setelah Anda makan, dada terasa panas dan perut terasa mulas. Dalam kondisi yang parah, perut akan terasa sakit ketika dibuat untuk membungkuk atau telentang.

Namun Anda tak perlu khawatir karena gejala mulas pada GERD ini sangat wajar dan siapa saja bisa terkena saat makanan yang dikonsumsi memproduksi asam lambung berlebih. Tetapi pada orang-orang yang bertubuh gemuk, produksi asam lambung cenderung lebih tinggi bila dibandingkan orang yang bertubuh ideal. Karena itulah gejala GERD lebih sering ditemui pada mereka ketimbang pada orang-orang yang bertubuh kurus. Cara berpakaian Anda juga bisa memicu gejala GERD jika baju yang Anda pakai terlalu ketat.

GERD memang tidak berbahaya untuk kesehatan namun komplikasi yang disebabkan oleh gejala ini patut diwaspadai. Komplikasi tersebut antara lain pembengkakan hingga luka pada tukak lambung. Dan kualitas tidur juga bisa terganggu akibat perut yang mulas karena saat kita tidur, asam lambung berada di dalam lebih lama ketimbang saat kita bangun.

Mengatasi GERD dengan cara sederhana

Anda dapat mengatasi GERD dengan beberapa langkah mudah seperti mengurangi porsi makan menjadi lebih sedikit, tidak makan sebelum tidur dan menghindari makan cemilan saat larut malam. Karena hal ini bisa memperparah asam lambung saat Anda tidur.

Perhatikan apa yang Anda makan

Cokelat, tomat, bawang putih, bawang bombai dan makanan berlemak dapat memperparah kondisi asam lambung Anda. Selain itu, buah-buahan asam seperti anggur dan jeruk juga dapat memicu GERD dan rasa mulas yang diakibatkan olehnya.

Perhatikan apa yang Anda minum

Minuman bersoda dan beralkohol, kopi, teh, jus jeruk dan jus tomat dapat menyebabkan rasa panas dan perih pada dada.

Ganti rutinitas olahraga Anda

Beberapa olahraga yang menitikberatkan latihan pada bagian abdominal perut perlu dihindari karena dapat menaikkan asam lambung. Lakukan aktivitas olahraga yang tidak mengharuskan Anda membungkuk atau menahan beban pada bagian abdominal.

Ganti posisi tidur Anda

GERD sering terjadi saat Anda telentang. Oleh karena itu, tinggikan sandaran kepala Anda sehingga asam lambung tidak mengalir ke kerongkongan.

Hindari memakai baju yang terlalu ketat

Pakaian yang terlalu ketat di bagian abdomen (seperti sabuk), bisa memperparah kondisi GERD. 

GERD pada ibu hamil

Wanita yang sedang dalam masa kehamilan bisa saja terkena GERD akibat perubahan hormonal. Dengan diet yang sehat dan mengurangi porsi makan serta menghindari makanan pedas, GERD dapat dihindari

Read More