Cara Mencegah Serangan Jantung dengan Berbagai Makanan Sehat

Seorang manusia bisa mengalami situasi yang gawat darurat jika terkena serangan jantung. Banyak sekali kemungkinan dari pemicu serangan jantung. Namun, yang pasti kondisi tersebut terjadi ketika organ jantung tidak mendapat  pasokan darah yang cukup. Ketahuilah cara mencegah serangan jantung agar terhindar dari situasi berbahaya.

Kurangnya pasokan darah itu disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan saluran atau pembuluh darah. Jantung yang tak mendapat pasokan darah, sama seperti jaringan lain di dalam tubuh, akan kehilangan oksigen untuk kemudian mati.

Salah satu tanda utama orang terkena serangan jantung adalah rasa sesak dan/atau nyeri yang amat sangat di daerah dada, leher, punggung, atau bahkan lengan. Jangan biarkan serangan jantung terjadi dengan mengubah pola hidup.

Termasuk dari itu adalah memperhatikan pola makanan atau asupan yang masuk ke dalam tubuh. Biar bagaimanapun, pola konsumsi punya andil besar dalam keseimbangan kesehatan tubuh, termasuk jantung.

Berikut ini beberapa bahan makanan sehat yang bisa dijadikan andalan sebagai cara mencegah serangan jantung:

  • Alpukat

Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Lemak tak jenuh dikaitkan dengan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Alpukat juga kaya akan kalium yang merupakan nutrisi penting untuk jantung. Konsumsi kalium juga dapat menurunkan tekanan darah dan dikaitkan dengan pengurangan risiko serangan jantung serta stroke.

  • Gandum Utuh

Penumpukan kolesterol merupakan faktor risiko yang dapat memicu serangan jantung. Seseorang perlu menjaga kadar kolesterol di dalam darahnya. Beruntung, gandum utuh kaya akan serat yang dapat mengurangi kolesterol jahat. Oleh karenanya bahan makanan ini masuk akal jika disebut dapat mencegah serangan jantung.

Selain itu, kandungan yang ada di dalam gandum juga dapat menurunkan tekanan darah sistolik.Analisis 45 studi menunjukkan, makan tiga porsi gandum utuh setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 22 persen.

  • Sayuran Hjau

Sayuran hijau merupakan sumber vitamin K yang dapat melindungi pembuluh arteri. Seperti kita ketahui bersama, sayuran berdaun hijau itu ada di sekitar kita dan mudah dijumpai seperti bayam, kangkung, hingga sawi. Mereka kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat digunakan sebagai alternatif mudah dan sehat cara mencegah serangan jantung.

Sayuran hijau ini juga mengandung nitrat yang mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah. Ada studi yang menunjukkan bahwa peningkatan asupan sayuran hijau memiliki hubungan yang erat dengan penurunan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung mendadak.

  • Ikan Berlemak

Ikan berlemak seperti salmon, kembung, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Studi menunjukkan konsumsi salmon tiga kali seminggu efektif menurunkan tekanan darah sistolik.

Penelitian lain menyebutkan konsumsi ikan dalam jangka panjang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah di dalam tubuh. Selain ikan utuh, seseorang juga tetap dapat mereguk manfaat ikan dari minyaknya. Bahan ini juga dapat dikonsumsi karena terbukti mengurangi trigliserida darah dan meningkatkan fungsi pembuluh arteri.

  • Tomat

Tomat kaya akan likopen atau antioksidan yang mampu melawan inflamasi pada organ jantung. Antioksidan ini dapat mencegah kerusakan oksidatif di jantung dan pembuluh darah. Studi menemukan jika kadar likopen di dalam darah rendah, risiko serangan jantung dan stroke akan meningkat.

***

Itulah beberapa bahan makanan yang dapat mengurangi atau bahkan mencegah kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung. Sebagai alternatif cara mencegah serangan jantung, Anda jangan hanya berfokus pada satu metode ini saja. Seseorang juga perlu melakukan berbagai kebiasaan baik lain, seperti berolahraga, menjaga pola istirahat, tidak merokok, dan lain sebagainya.

Read More

Inilah 5 Gejala Anda Mengalami Hipopituitarisme!

Hipopituitarisme adalah gangguan yang terjadi pada kelenjar pituitari, di mana kelenjar ini tidak dapat memproduksi berbagai hormon, seperti hormon pertumbuhan, reproduksi, dan metabolisme. Kelenjar pituitari merupakan kelenjar kecil seperti kacang yang terletak di bagian bawah otak. Meskipun bentuknya kecil, kelenjar ini dijuluki sebagai Master of Gland, karena keberadaannya sebagai pusat pengendali fungsi atas kelenjar lainnya di dalam tubuh.

Apabila kelenjar pituitari rusak, maka sekresi hormon akan terganggu. Hampir setiap hormon yang bekerja di tubuh disekresikan oleh kelenjar yang aktivitasnya dipengaruhi oleh kelenjar pituitari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika seseorang mengalami hipopituitarisme, maka tubuhnya akan mengalami penyakit, seperti akromegali dan Cushing’s syndrome. Umumnya, orang yang mengalami hipopituitarisme akan bergantung dengan obat seumur hidupnya.

Gejala yang akan dialami jika seseorang mengalami hipopituitarisme.

Gejala yang dirasakan oleh penderita hipopituitarisme adalah kelelahan, susah buang air besar, sakit kepala, penglihatan kabur, dan kekakuan di area leher. Hal ini juga bergantung pada sistem organ yang dipengaruhi. Tanda-tanda lain yang dapat dirasakan oleh penderita hipopituitarisme adalah sebagai berikut. 

  • Kelelahan.

Seseorang dengan hipopituitarisme cenderung mudah mengalami kelelahan. Hal ini karena menurunnya produksi hormon adrenokortikotropik (ACTH), sehingga kelenjar adrenal menjadi tidak aktif. Alhasil, tubuh akan terasa lemas dan nafsu makan berkurang, yang akhirnya memengaruhi berat badan. Selain itu, berkurangnya kadar ACTH di tubuh juga dapat memicu berbagai penyakit, seperti tekanan darah rendah, kadar gula darah (glukosa) rendah, dan mudah stres. Kekurangan ACTH adalah gangguan hormon hipofisis yang paling serius, karena dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

  • Gangguan pada sistem reproduksi.

Kelenjar pituitari juga bertindak dalam sekresi hormon-hormon gonadotropin yang berperan penting terhadap sistem reproduksi, yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini akan membuat organ testis pada pria mengeluarkan hormon testosteron. Adapun pada wanita, bagian ovarium akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Apabila produksi hormon tersebut terganggu, dapat menyebabkan gagal puber pada anak, amenorea (tidak mengalami menstruasi), berkurangnya produksi sperma pada pria, menurunnya gairah seksual, serta kemandulan.

  • Anemia.

Salah satu gejala yang juga terjadi pada penderita hipopituitarisme adalah anemia. Hal ini karena berkurangnya produksi hormon eritropoetin yang mungkin berkaitan dengan menurunnya suplai oksigen di jaringan perifer. Hormon eritropoetin adalah hormon yang menstimulasi pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Apabila sekresi hormon ini terganggu, dapat menghambat pembentukan sel-sel darah merah di tulang belakang. Oleh sebab itu, kondisi hipopituitarisme dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia.

  • Gagal tumbuh pada anak.

Jika seorang anak lahir dengan hipopituitarisme, maka berisiko tinggi mengalami gagal tumbuh. Hal ini karena terganggunya produksi hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH). Anak akan mengalami masa pertumbuhan yang buruk, tinggi badan sulit bertambah, serta penumpukan lemak di area pinggang dan wajah. Lain halnya pada orang dewasa yang mengalami hipopituitarisme, cenderung tidak memengaruhi tinggi badan, karena pertumbuhan tulang sudah selesai.

  • Produksi ASI tidak lancar.

Wanita yang memiliki penyakit hipopituitarisme, maka produksi ASI bisa jadi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini berkaitan dengan rendahnya kadar prolaktin di tubuh yang berperan dalam produksi ASI saat wanita menyusui. Selain itu, dampak lain dari kekurangan hormon ini adalah tidak adanya pertumbuhan rambut di bagian ketiak dan kemaluan.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala di atas, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Dokter akan melakukan beberapa tindakan screening untuk memastikan apakah Anda mengalami hipopituitarisme atau tidak. Beberapa gejala mungkin menunjukkan adanya indikasi perdarahan pada kelenjar pituitari, sehingga dokter akan melakukan operasi untuk menghentikan perdarahan dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Selalu konsultasikan ke dokter terkait penanganan yang tepat untuk mengatasi hipopituitarisme.

Read More

Apa itu Kolestasis? Berikut Penjelasannya

Merupakan penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati tersumbat atau melambat disebut dengan kolestasis, empedu ini merupakan cairan yang dihasilkan hati yang dialirkan dan disimpan pada kantung empedu. Yang setelah itu nantinya akan dilepaskan ke usus halus apabila memang diperlukan dalam pencernaan makanan.

Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, pertama intrahepatik yakni di dalam hati dan yang kedua ekstrahepatik atau diluar hati. Untuk yang terjadi di luar hati disebabkan oleh sumbatan seperti pada batu empedu, kista hingga tumor dalam kantung atau saluran empedu yang membatasi aliran empedu tersebut.

Penyebab Kolestasis

Jenis intrahepatik disebabkan oleh penyakit atau gangguan hati, seperti misalnya infeksi, penggunaa obat tertentu, kelainan genetik, efek hormonal dan kehamilan. Kondisi ini biasanya umum terjadi pada trimester akhir kehamilan. Keadaan ini memicu rasa gatal pada tangan dan kaki, serta bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini bisa disebabkan karena beberapa faktor baik itu dari dalam maupun dari luar, selain itu beberapa gejala juga akan terasa pada tubuh. Seperti misalnya gatal berlebihan, kulit dan mata kuning, urine gelap, sakit perut, kelelahan, mual dan muntah hingga kehilangan selera makan. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa penyebab aliran empedu tersumbat.

Intrahepatik

  • Munculnya efek hormonal yang terjadi pada aliran empedu selama kehamilan.
  • Hepatitis akut.
  • Penyakit hati alkoholik.
  • Kolangitis bilier primer disertai dengan peradangan dan jaringan perut yang terdapat pada saluran empedu.
  • Sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B atau C.
  • Obat-obatan tertentu seperti misalnya amoksilin atau klavulanat, klorpromazin, azatioprin dan kontrasepsi oral.
  • Kanker yang sudah menyebar ke hati.

Pada kehamilan, penyebab genetik dari riwayat keluarga berpengaruh dalam kondisi ini. Ibu hamil dengan riwayat kondisi ini pada kehamilan sebelumnya membuat seseorang berisiko mengalami kolestasis kehamilan dalam kehamilan berikutnya.

Ekstrahepatik

  • Batu empedu.
  • Penyempitan saluran empedu.
  • Kanker saluran empedu.
  • Kanker pankreas.
  • Radang pankreas atau pankreatisis.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis penyakit ini, pada umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan ini dilakukan guna menentukan penyakit yang ada sekaligus gejala dan penyebab munculnya kondisi ini. Berikut beberapa pemeriksaan yang secara umum akan dilakukan oleh dokter.

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah termasuk mengukur enzim alkaline phosphatase, gamma-glutamil transpeptidase hingga enzim hati lainnya.
  • USG, CT scan atau MRI yang dilakukan jika diketahui hasil tes darah abnormal.
  • Jika diperlukan dokter akan melakukan biopsi hati.

Cara Mengobati

Untuk pengobatan kondisi ini dapat dilakukan tergantung pada penyebab, jika terjadi karena penyumbatan empedu nantinya pengobatan yang dilakukan menggunakan operasi atau endoskopi. Namun jika kondisi yang terjadi disebabkan karena penggunaan suatu obat, maka dokter akan menyuruh seseorang untuk menghentikan penggunaan obat tersebut.

Orang dengan kolestasis pada umumnya akan disarankan untuk menghindari penggunaan zat tertentu yang memiliki dampak buruk pada hati, seperti misalnya alkohol dan obat-obatan terlarang. Untuk mengobati rasa gatal, biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa mengikat cairan empedu di usus sehingga tidak terserap kembali dan mengiritasi kulit.

Menjaga kebersihan makanan hingga mencegah infeksi dari beberapa virus seperti hepatitis, salmonella typhosa atau tifoid menjadi langkah utama untuk mencegah kondisi ini. Segera hubungi dokter atau tenaga medis yang lain jika seseorang mulai merasa gatal dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus, pengobatan lebih awal menentukan perawatan yang tepat.

Read More

Alpha Male Vs Alpha Female, Bisakah Keduanya Bersama?

Dalam komunitas antar-binatang, terdapat istilah alpha male untuk menjelaskan kondisi seekor pejantan yang menjadi patron atau pemimpin di dalam kelompoknya. Namun, istilah tersebut kini mulai terdengar dan seperti diadaptasi dalam kehidupan kita, manusia.

Jika dimaknai secara harfiah, di mana seorang manusia menjadi pemimpin di dalam kelompoknya seperti yang terjadi di dalam komunitas binatang, konsep alpha male tersebut bisa saja tidak relevan. Namun, jika lebih luwes dan dimaknai sesuai dengan kondisi sosial kemasyarakatan, konsep tersebut sah-sah saja.

Pasalnya, memang ada orang-orang yang di dalam dirinya terdapat berbagai macam faktor sehingga terlihat lebih mencolok ketimbang individu lainnya. Menariknya, selain alpha male, belakangan mencual pula kondisi tandingan dari gender wanita, istilahnya ”alpha female”.

Pasti ada yang menarik di antara dua konsep tersebut. Butuh penggalian informasi untuk menemukan hal tersebut. Oleh karenanya, artikel ini hadir untuk mencari sisi menarik dari dua konsep tersebut.

  • Mengenal Alpha Male dari Sudut Pandang Lain

Narasi utama dari alpha male adalah mereka yang bertindak atau bersikap selayaknya pemimpin. Namun, jika ditilik dari sudut pandang yang lebih luas, alpha male pada dasarnya adalah pria yang tidak mampu terintimidasi oleh apa pun atau siapa pun. Dia tahu apa yang dia inginkan dan mengejarnya dengan percaya diri.

Kendati demikian, kondisi tersebut bukan berarti menjadikan mereka arogan dan cenderung agresif. Mereka, alpha male adalah seorang laki-laki yang memiliki kepercayaan diri dan kejantanan untuk mengejar apa yang mereka inginkan.

Faktor-faktor yang ada di dalam dirinya membuat alpha male secara alamiah memiliki kualitas yang menandai mereka sebagai “orang kuat”. Maskulinitas itulah yang menunjang semua kebutuhan alamiah dirinya.

Jika pada peradaban terdahulu, nenek moyang kuno manusia, kualitas alpha male ditunjukkan melalui kekuatan fisik dan kecakapan keterampilan yang berhubungan dengan fisik, tetapi pada era sekarang, kualitas alpha male berkaitan dengan kekuatan dan karakter batin.

  • Bagaimana dengan Aplha Female

Akan lebih luas dan kompleks lagi jika kita berbicara soal alpha female. Namun, secara sederhana dapat dimengerti sebagai mereka, para wanita, yang dapat mengambil alih peran lelaki. Memang tidak dapat dikatakan bahwa alpha female kehilangan sisi feminine-nya. Akan tetapi, stereotip yang ada seakan memosisikan mereka sebagai “wanita jantan” atau memiliki sifat tomboy.

Perubahan zaman telah membuat wanita “menantang” pria untuk menjadi lebih kuat dan mendobrak tatanan kebudayaan yang sudah mapan dengan mengambil posisi tradisional maskulinitas pria di dalam masyarakat.

Tak dapat dimungkiri jika wanita modern jauh lebih mandiri daripada wanita dari generasi sebelumnya. Mereka tahu bahwa maju dalam karier adalah milik setiap individu di atas bumi ini. Para alpha female yakin betul bahwa tidak ada bias gender dalam setiap tatanan kehidupan saat ini.

  • Layaknya Dua Kutub Magnet yang Saling Tolak, Mungkinkah Alpha Male dan Alpha Female Bersama?

Ya, bersama yang dimaksud di atas adalah terikat dalam sebuah relasi dan kedekatan batin; hubungan suami dan istri atau menjadi sepasang kekasih. Jawaban dari pertanyaan di atas bisa, ya, bisa juga tidak.

Dalam kebanyakan kasus, alpha male dengan maskulinitasnya cenderung akan lebih tertarik pada alpha female, jika mereka tetap menunjukkan sisi feminin-nya. Selama para alpha female itu mempertahankan keseksian, perilaku, dan getaran femininnya, dia akan tetap memiliki daya tarik di mata alpha male. Amat sedikit kasus alpha male memiliki relasi intim dengan alpha female yang, katakanlah, memiliki sifat maskulin juga.

Hal itu terjadi lantaran alpha male secara alamiah akan “menolak” wanita yang memiliki ciri, sifat, dan karakter yang sama dengannya. Pria maskulin tidak akan menganggapnya menarik secara seksual. Inilah sebabnya mengapa hampir semua pria menganggap wanita lesbian yang “berperan sebagai laki-laki” bukanlah tipenya.

Oleh karena itu, diperlukan dinamika hubungan yang ideal untuk mempertahankan hubungan antara alpha male dengan alpha female. Dinamika ideal dapat diciptakan ketika ada peran maskulin dan feminin yang berbeda dalam suatu hubungan.

Read More

5 Jenis Operasi Gusi untuk Obati Kerusakan Gusi

Ketika mengalami penyakit atau kerusakan pada gusi, dokter mungkin akan melakukan berbagai upaya untuk mengobati Anda, salah satunya dengan menjalankan operasi gusi. Operasi ini hanya akan dilakukan bagi penderita penyakit gusi yang parah.

Pengobatan dengan operasi gusi bermanfaat untuk mengangkat bakteri dari bawah gusi, membentuk kembali tulang, dan mencegah kerusakan gusi di masa depan.

Jenis-jenis operasi gusi

Operasi gusi akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut. Jenis operasi yang dilakukan berbeda-beda, tergantung pada kondisi kelainan gusi yang diderita pasien. Sebelum memilih jenis operasi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan gigit dan mulut secara mendalam terlebih dahulu.

Jenis-jenis operasi gusi terdiri atas:

  • Operasi flap

Operasi flap adalah operasi untuk mengurangi kantong gusi. Prosedur operasi ini dijalankan dengan pengangkatan gusi dan karang gigi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga akan menghaluskan permukaan gusi yang tidak rata untuk mencegah bakteri bersembunyi di dalamnya.

Dengan mengurangi area bagi bakteri untuk bersembunyi, resiko untuk terkena penyakit gusi pun akan menurun. Terkadang, prosedur ini juga melibatkan pembentukan kembali tulang di sekitar gigi untuk menyesuaikan posisi gigi dengan gusi.

  • Cangkok jaringan lunak

Prosedur operasi cangkok jaringan lunak umumnya digunakan untuk mengobati kelainan gusi berupa resesi gingiva atau gusi turun. Kondisi ini terjadi akibat hilangnya jaringan gusi yang ada sehingga memerlukan pencangkokan jaringan lunak untuk menghindari masalah lebih lanjut.

Pada prosedur ini, dokter biasanya akan mengambil jaringan lunak dari bagian tubuh lain untuk kemudian dicangkokan ke area gusi yang bermasalah. Biasanya, jaringan lunak yang diambil berasal dari atap mulut.  

  • Regenerasi jaringan gusi

Regenerasi jaringan gusi merupakan metode operasi gusi yang dilakukan apabila tulang penopang gigi mengalami kehancuran. Dengan regenerasi jaringan, tulang dan jaringan pada gusi akan dirangsang untuk melakukan pertumbuhan kembali.

Metode ini dijalankan dengan menempatkan material kecil di antara tulang dan jaringan gusi. Material tersebut akan mencegah gusi untuk tumbuh ke area yang seharusnya ditempati oleh tulang.

Tulang dan jaringan gusi baru yang ditumbuhkan akan bermanfaat guna menopang gigi dengan lebih baik.

  • Cangkok tulang

Operasi gusi dengan metode pencangkokan juga bisa dilakukan dengan cangkok tulang. Cangkok tulang dilakukan dengan tujuan untuk menahan gigi tetap pada tempatnya dan membantu gigi untuk tumbuh kembali.

Cangkok tulang umumnya dilakukan apabila kondisi kelainan gusi telah merusak tulang di sekitar akar gigi. Tulang yang rusak akan diganti dengan tulang baru yang diambil dari bagian kecil tulang Anda.

Dalam beberapa kasus, cangkok tulang juga dikombinasikan dengan upaya operasi gusi lainnya.

  • Operasi tulang

Operasi tulang merupakan metode yang dilakukan sebagai langkah operasi lanjutan setelah operasi flap. Biasanya, operasi ini baru akan dijalankan apabila permukaan gusi masih tidak teratur dan memerlukan perawatan tambahan.

Penyakit gusi terkadang menimbulkan kerusakan tulang, membuat tulang yang seharusnya menopang gigi menjadi keropos. Pada saat inilah operasi tulang perlu dilakukan untuk membentuk kembali tulang di sekitar gigi, mengurangi area tersembunyi yang seringkali menjadi sarang bakteri.

Sebelum melakukan operasi, dokter akan lebih dulu membersihkan gusi untuk mengangkat karang gigi serta bakteri di sekitar gusi. Prosedur ini dikenal dengan nama deep scaling atau scaling gigi.

Bagi Anda yang akan menjalankan prosedur operasi gusi, lakukan persiapan yang matang sesuai dengan anjuran dari dokter. Biasanya, pasien diharuskan untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu beberapa minggu sebelum operasi dilakukan.

Read More

Gejala dan Penyebab Demam pada Anak

Suatu kondisi yang dialami anak ketika suhu tubuhnya mengalami kenaikan hingga melewati batas normal disebut dengan demam. Demam pada anak didefinisikan ketika suhu tubuh anak berada pada angka lebih dari 3,2 derajat Celcius apabila diukur dari ketiak. Sementara lebih dari 37,8 derajat Celcius jika diukur dari mulut dan 38 derajat Celcius jika diukur dari dubur.

Jika tubuh anak terasa lebih hangat dari biasanya, seperti misalnya pada kening terasa hangat ketika disentuh, para orang tua bisa menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Perlu diketahui bahwa untuk tidak memakai termometer yang berisi air raksa atau merkuri, termometer jenis tersebut justru bisa menimbulkan bahaya jika pecah.

Demam Pada Anak

Gunakan termometer digital yang bisa dipakai pada mulut, ketiak atau dubur, namun para dokter mungkin akan lebih menyarankan untuk memakai termometer rektal (dubur). Bukan tanpa alasan, karena termometer jenis ini memberikan hasil yang paling akurat untuk mengukur suhu tubuh pada anak yang sedang demam.

Namun demikian kenaikan suhu tubuh tidak selalu menandakan seberapa parah kondisi anak yang mengalami demam. Beberapa kasus menyebutkan bahwa infeksi virus ringan seperti flu juga bisa membuat suhu tubuh naik, tak tanggung-tanggung bahkan mencapai 40 derajat Celcius. Untuk itu perlu mengetahui beberapa gejala yang harus diwaspadai.

Gejala Demam Anak

  • Suhu tubuh anak yang berusia kurang dari tiga bulan ketika diukur melalui dubur berada di angka 38 derajat Celcius.
  • Anak berusia tiga sampai enam bulan, suhu tubuhnya berada di angka 38,8 derajat Celcius atau pada anak berusia enam bulan lebih dengan suhu 38,8 hingga 39,4 derajat Celcius.
  • Suhu tubuh pada anak yang berusia enam bulan atau lebih berada pada angka lebih dari 39,4 derajat Celcius.
  • Anak mengalami diare atau muntah berkepanjangan disertai dengan leher kaku, gangguan pernapasan seperti mengi dan leher kaku.
  • Kejang, kulit menjadi pucat hingga membuat anak malas bermain dan ketika menangis mengeluarkan suara melengking.
  • Muncul ruam kulit, anak tidak mau makan dan rewel hingga merasa sakit kepala yang berat dengan keadaan perut kosong.
  • Anak menjadi tidak responsif dan mengalami dehidrasi, seperti mulut kering atau tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.

Penyebab Demam Anak

Salah satu pemicu demam menyerang anak bisa dikarenakan virus seperti flu atau infeksi berbahaya, salah satunya seperti meningitis. Dokter yang menangani akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah dan urine pasien, pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan penyebab dan cara pengobatan yang tepat.

Namun, pada umumnya demam yang dialami anak diatasi dengan konsumsi obat-obatan dan menerapkan beberapa cara agar demam anak bisa menurun, seperti mengompres. Meski demikian, tidak semua obat boleh dikonsumsikan pada anak yang sedang demam. Untuk itu, usahakan agar orang tua melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Selain itu, karena demam merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit tertentu, pengobatan yang dilakukan juga perlu disesuaikan dengan penyebab. Demam pada anak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan beristirahat, mengonsumsi air putih yang cukup dan konsumsi obat penurun demam seperti paracetamol.

Terdapat beberapa kondisi yang mengkhawatirkan, tetapi sebagian besar demam yang muncul dan disebabkan karena infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika suhu pada anak sudah mencapai 39 derajat Celcius maka kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar bisa digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat demam.

Read More

Manfaat dan Risiko Transfusi Darah

Transfusi darah bisa diberikan saat operasi bila dibutuhkan

Transfusi darah adalah sebuah proses dalam menyalurkan darah ke tubuhmu. Langkah ini dilakukan untuk pasien yang sedang mengalami kekurangan darah. Di Indonesia, kegiatan transfusi darah dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Organisasi ini menghimpun kantong-kantong darah dari para pendonor, kemudian mendistribusikannya ke rumah sakit atau lokasi-lokasi yang membutuhkan pasokan darah.

Sebelum didistribusikan, PMI akan melakukan analisis pemeriksaan serologi guna menguji kelayakan darah agar terbebas dari penyakit. Setelah itu, PMI juga akan melakukan pemisahan komponen darah yakni sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma, tergantung jenis darah yang dibutuhkan.

Proses transfusi darah biasanya berlangsung satu hingga empat jam tergantung komposisi darah yang terima dan berapa banyak darah yang kamu butuhkan. Sebelum transfusi, golongan darah dan status rhesus (Rh) pendonor dan penerima darah akan dicocokkan terlebih dahulu.

Manfaat transfusi darah

Bagi kamu yang mengalami kondisi yang berhubungan dengan kekurangan darah pasti setuju dengan ungkapan “setetes darah begitu berharga”. Apa saja kondisi yang bisa tertolong dengan transfusi darah?

  • Kekurangan darah akibat melahirkan

Ada beberapa wanita yang mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan atau sering disebut pendarahan postpartum. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia (kekurangan sel darah merah) dan memicu kematian. Transfusi sel darah merah dibutuhkan untuk kondisi ini.

Menjalani operasi. Saat operasi, kamu mungkin kehilangan banyak darah yang mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah.

  • Infeksi dan luka bakar

Transfusi plasma darah mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi luka bakar yang luas. Pada infeksi berat atau sepsis juga terkadang perlu mendapatkan transfusi darah.

  • Menderita kanker

Kanker bisa menurunkan produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam tubuhmu. Hal itu diperparah pula oleh obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi. Obat kemoterapi bisa juga menurunkan produksi darah.

  • Gagal atau kerusakan hati yang parah

Penderita gagal hati mungkin memerlukan transfusi plasma darah, terlebih jika produksi zat pembekuan darah di dalam tubuh sudah terganggu.

  • Kelainan darah

Penderita kelainan darah dan pasien yang menjalani pengobatan transplantasi sel induk, mungkin akan membutuhkan transfusi sel darah merah dan trombosit.

  • Pengidap thalasemia

Thalasemia adalah kondisi di mana penderitanya mengalami gangguan pada hemoglobin dalam sel darah merah. Jika kondisi sudah parah, penderita mungkin akan memerlukan transfusi darah secara rutin.

Apa Saja Risiko yang Akan Terjadi?

Umumnya, jika dilakukan sesuai prosedur, transfusi darah jarang mengakibatkan komplikasi. Namun tetap ada risiko di balik langkah medis ini.

  • Demam

Reaksi demam bisa terjadi dengan cepat selama atau setelah transfusi dilakukan. Umumnya, ini bukan pertanda serius. Namun, ada pula beberapa reaksi serius yang ditandai oleh demam. Untuk berjaga-jaga, dokter akan menghentikan transfusi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Alergi

Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein atau zat lain dalam darah yang kamu terima. Reaksi ini biasanya terjadi cepat selama atau setelah transfusi. Kamu akan merasakan gejala-gejala alergi yang umum, seperti kulit kemerahan.

  • Infeksi

Sebelum mendonorkan darah, setiap orang pasti diperiksa jika dia menderita infeksi yang mungkin ditularkan melalui darah. Walau demikian, kadang bisa terjadi kesalahan dan darah yang terkontaminasi itu lolos pemeriksaan. Contohnya, 1 dari 2 juta transfusi darah terkontaminasi virus HIV dan sekitar 1 dari 205 ribu terkontaminasi virus hepatitis B.

  • Kerusakan paru

Kondisi ketika paru-parumu akan meradang dalam waktu enam jam usai transfusi. Jika peradangan yang terjadi parah, kerusakan paru-paru bisa membuatmu sulit bernapas. Dan akan berpotensi menyebabkan kekurangan oksigen.

  • Kelebihan cairan

Kondisi ini bisa menyebabkan jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Sesak napas juga bisa terjadi akibat paru-paru dipenuhi oleh cairan. Risiko kelebihan cairan lebih tinggi pada orang lanjut usia yang memiliki penyakit serius, seperti penyakit jantung.

  • Kelebihan zat besi

Transfusi darah bisa memicu kelebihan zat besi dalam darahmu. Hal ini bisa berdampak buruk pada organ tertentu, seperti hati dan

  • Penyakit graft-versus-host.

Kondisi ini terjadi akibat sel darah putih yang diterima menyerang jaringan sumsum tulang dan jaringan tubuh penerima darah. Kondisi ini sering kali berakibat fatal dan menimbulkan gejala seperti diare, ruam dan demam. Penderita kondisi ini juga mengalami gangguan pada hati yang bisa diketahui melalui tes fungsi hati.

Kebanyakan orang tidak mengalami masalah saat menerima transfusi darah. Namun, jika kamu merasa terjadi perubahan kondisi pada tubuh, terutama saat proses berlangsung, segera beritahu dokter. Pastikan juga transfusi darah dilakukan di rumah sakit dan di bawah anjuran serta pengawasan dokter.

Read More

Ragam Resep Diet dengan Bahan Utama Acai Berry

Mungkin kita sudah tidak asing dengan beri-berian. Yang umum dan populer mulai dari stroberi, bluberi, hingga kranberi. Beri dikenal sebagai buah yang kaya akan manfaat. Nutrisi yang terkandung di dalamnya dinilai baik bagi tubuh. Satu lagi jenis beri yang memenuhi kriteria itu adalah acai berry.

Acai berry adalah buah yang mirip seperti anggur. Memiliki warna gelap, buah ini berasal dari tumbuhan acai. Tumbuhan ini banyak dijumpai di Amerika Selatan, khususnya negara Brasil.

Diyakini buah ini rendah gula, sehingga banyak dari mereka yang menjalani gaya hidup sehat dengan serangkaian dietnya, memanfaatkan buah ini sebagai menu andalan mereka. Acai berry ini menjadi favorit lantaran bersifat fleksibel. Artinya, tidak ada batasan dalam memadu-padankan buah ini dengan berbagai macam toping.

Acai digandrungi lantaran kaya akan antioksidan, mineral, vitamin (Vitamin C untuk produksi kolagen dan kerusakan radikal bebas), dan lemak sehat (untuk elastisitas kulit, retensi kelembaban, dan hormon sehat) produksi). Selain itu, acai berry mengandung zat anti-inflamasi , manfaat  penurun kolesterol , dan manfaat anti-kanker seperti halnya banyak buah dan sayuran lainnya.

Untuk memanfaatkannya, Anda bisa menggunakan acai berry utuh dalam bentuk buah, atau produk olahannya yang bentuknya bubuk atau semacam pulp. Anda bisa mendapatkannya di supermarket ataupun di toko-toko daring. Nah, sebagai panduan, di bawah ini ada tiga resep makanan diet populer yang berbahan dasar acai berry:

  • Tropical Acai Mix

Semangkuk smoothies ini bisa memberikan sensasi segar di tengah cuaca panas Indonesia dengan perpaduan toping buah-buahan di atasnya. Di resep kali ini, dibutuhkan kiwi, mangga, dan nanas untu dipadu-padankan dengan acai berry yang kaya nutrisi.

Bahan-bahan:

  • 1 sendok makan bubuk acai berry
  • 1 buah pisang
  • 1/4 gelas santan
  • Potongan nanas, secukupnya
  • 1 buah kiwi, iris tipis
  • Potongan mangga, secukupnya
  • 1/4 gelas granola
  • 1 sendok makan biji hemp

Cara membuat:

  1. Masukkan ke dalam blender pisang, bubuk acai berry, dan santan. Blender sampai halus dan dirasa cukup.
  2. Tuang “Acai Mix” ke dalam mangkuk dan tambahkan bahan-bahan lain sebagai toping di atasnya.
  3. Nikmati segera
  • Acai Berry Bowl

Meski sama-sama smoothies, tetapi resep satu ini tidak menggunakan buah-buahan sebagai topingnya. Gantinya, menu diet ini menggunakan bayam sebagai pelengkap nutrisi yang didapatkan dari acai berry.

Bahan-bahan:

  • 1 bungkus acai berry bubuk (merek apa saja)
  • 2 genggam bayam organik
  • 1 buah pisang
  • 1/2 gelas santan
  • 2 sendok makan chia seeds (rendam di santan terlebih dahulu)
  • Kayu manis, secukupnya
  • Es secukupnya.

Cara membuat:

Cara membuatnya cukup mudah, Anda hanya perlu memasukkan seluruh bahan ke dalam blender dan mencampur semuanya sampai halus. Tekstur yang diharapkan adalah kental, halus, dan tebal mengembang. Jika dirasa sudah pas, tuang ke mangkuk dan siap dinikmati.

  • Acai Magic Shell

Ini adalah makanan diet yang dapat dikombinasikan dengan bahan atau makanan lain yang menggugah selera, seperti es krim misalnya. Langsung saja, ini dia resepnya:

Bahan-bahan:

  • 2 sendok makan bubuk acai berry
  • 2 sendik makan bubuk coklat mentah atau tanpa pemanis
  • 1/4 gelas minyak kelapa
  • 2 sendok makan sirup maple or madu
  • Sejumput garam

Cara membuat:

Cukup campur seluruh bahan di dalam wadah. Ketika semuanya sudah tercampur dan mendapatkan tekstur yang diinginkan, gunakan dia sebagai toping atau saus di atas es krim, pai, waffle, atau panekuk sesuai selera.

***

Itulah dia tiga resep andalan untuk memanfaatkan acai berry sebagai menu diet yang mudah dibuat serta memiliki rasa yang enak. Resep-resep tersebut bisa Anda coba dalam segala situasi. Namun, akan lebih cocok jika digunakan untuk mengawali hari sebagai menu sarapan.

Yang terpenting, acai berry di sana bisa masuk ke dalam tubuh Anda sebagai tambahan nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Read More

Hati-Hati, 5 Makanan Ini Dapat Jadi Penyebab Diare

Penyebab diare saat puasa adalah penerapan pola makan yang tidak tepat saat sahur maupun berbuka puasa

Masalah pencernaan kerap dijumpai oleh banyak orang. Terlebih bila terjadi perubahan pola makan, seperti saat menjalani puasa atau menerapkan pola diet tertentu. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah diare, yang ditandai dengan buang air terus menerus. 

Jenis makanan yang kurang tepat dapat memicu terjadinya diare. Selain itu, penurunan kemampuan usus dalam mencerna makanan pun dapat menjadi penyebab diare.

Di bawah ini beberapa faktor pemicu yang sering kali menjadi penyebab diare. 

1. Konsumsi makanan pedas

Di Indonesia, banyak sekali orang yang menggemari makanan pedas. Bila Anda mengamati, beberapa jenis makanan tertentu dijual dengan tingkat kepedasan tertentu. 

Tak dipungkiri, makanan pedas memang terasa nikmat saat disantap, bahkan dapat meningkatkan nafsu makan. Tapi, Anda perlu berhati-hati, terlalu banyak konsumsi makanan pedas dapat menjadi penyebab diare loh. 

Di dalam cabai dan lada, terkandung capsaicin. Zat tersebut dapat mengiritasi usus halus, sehingga perut terasa mulas dan anus terasa panas. Capsaicin juga mampu membuat makanan bergerak ke usus besar dengan lebih cepat. Hal inilah yang memicu Anda bolak-balik ingin buang air besar. 

2. Makanan yang berbumbu tajam

Bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, makanan berbumbu tajam berisiko menjadi penyebab diare. Apa saja sih makanan yang berbumbu tajam ini? 

Secara umum, makanan berbumbu tajam adalah makanan-makanan yang kaya akan rempah dan bersantan. Rendang, gulai, atau opor, termasuk ke dalam kelompok makanan berbumbu tajam. Bagi Anda yang rentan mengalami diare, makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari. 

3. Makanan berlemak dan berminyak

Makanan-makanan berminyak kadang sekaligus mengandung lemak yang tinggi. Minyak atau lemak lebih lambat dicerna oleh perut. Pengosongan makanan di lambung juga menjadi lebih lambat. Dampaknya, seseorang dapat merasa mual, muntah, atau sakit perut akibat asupan makanan berminyak atau berlemak yang terlalu banyak. 

Orang dengan riwayat masalah pencernaan, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit Celiac, atau penyakit Crohn, konsumsi makanan berlemak dan berminyak dapat memicu nyeri perut hingga diare. 

4. Terlalu banyak konsumsi minuman berkafein

Sistem pencernaan yang bekerja terlalu berat untuk menyerap air dan garam juga dapat menjadi salah satu penyebab diare. Kondisi ini timbul akibat Anda mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak. Perlu diingat, minuman yang mengandung kafein bukan hanya kopi, teh dan minuman bersoda juga memiliki kandungan kafein di dalamnya. 

Jadi, ketika Anda mengalami diare, cobalah cek kembali asupan minuman Anda. Barangkali ada terlalu banyak minuman berkafein yang Anda konsumsi. 

5. Konsumsi susu

Susu disebut-sebut dapat menjadi penyebab diare. Namun, hal ini tidak terjadi kepada semua orang. Mereka yang mengalami diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya, kemungkinan menderita intoleransi laktosa. 

Laktosa merupakan jenis gula yang terdapat di dalam susu serta produk-produk olahannya, seperti keju atau yoghurt. Seiring bertambahnya usia, kondisi intoleransi laktosa yang dialami seseorang dapat semakin meningkat, sebab enzim-enzim yang berperan dalam pencernaan laktosa semakin berkurang. 

Apapun faktor yang menjadi penyebab diare, Anda tetap perlu memperbanyak asupan cairan saat mengalami diare. Hal ini ditujukan agar Anda tidak mengalami dehidrasi. Untuk meringankan kondisi diare, Anda juga dapat menerapkan pola makan BRAT, yaitu Banana, Rice, Apple sauce, dan Toast. Jeni-jenis makanan tersebut termasuk makanan berserat tinggi, namun mudah untuk dihaluskan oleh sistem pencernaan. 

Read More

Apakah gigi berlubang disebabkan ulat gigi?

Banyak yang mengira penyebab munculnya sakit gigi hingga membuat gigi berlubang adalah adanya ulat gigi. Namun perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan mitos, penyebab sebenarnya gigi berlubang adalah bakteri. Anggapan bahwa gigi berlubang dikarenakan munculnya ulat membuat banyak orang mencari pengobatan alternatif yang tidak tepat.

Padahal yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah melakukan perawatan, seperti misalnya penambalan gigi, perawatan saluran akar hingga mencabut gigi berlubang tersebut. Apabila mitos mengenai ulat yang mampu membuat gigi berlubang terus berkembang, dikhawatirkan hal tersebut akan membuat kesehatan gigi terabaikan dan mulut sulit untuk dijaga.

Mitos Ulat Gigi

Siapa sangka jika mitos tentang ulat yang menyebabkan gigi berlubang sudah ada dan dimulai sejak ribuan tahun lalu di jaman Mesir kuno. Tak hanya itu, bukti terkait hal tersebut juga ditemukan di kerajaan Romawi kuno dan Jerman. Meski dapat dipahami jika pada masa tersebut, ilmu pengetahuan terutama tentang medis belum maju.

Belum pernah dilakukan penelitian lebih jauh, sehingga ulat dianggap sebagai biang keladi munculnya sakit gigi hingga menyebabkan gigi menjadi berlubang. Hingga pada akhirnya di tahun 1782, seorang ahli asal Perancis mulai melakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab gigi berlubang secara ilmiah.

Hasilnya diketahui bahwa ulat bukanlah penyebab dari kondisi gigi berlubang, lebih lanjut penelitian tersebut terus dikembangkan. Hingga diketahui bahwa banyak faktor yang bisa mengakibatkan gigi menjadi berlubang, salah satunya adalah adanya bakteri. Masalah tidak berhenti sampai di sini, setelah diketahui bakteri menjadi penyebab muncul pertanyaan kenapa bakteri bisa menempel di gigi.

Bakteri yang menempel di gigi berasal dari sisa makanan yang tidak dibersihkan, semakin banyak sisa makanan yang ada maka semakin banyak pula bakteri dan kuman yang bersarang di rongga mulut. Lantas bagaimana bakteri bisa membuat gigi berlubang, sisa makanan yang sebelumnya berada di rongga mulut mengeluarkan zat asam, zat inilah yang kemudian membuat gigi rapuh.

Dampak yang diakibatkan zat asam tersebut bisa membuat gigi berlubang kecil pada awalnya dan belum menimbulkan rasa sakit. Sehingga banyak yang tidak sadar kalau ternyata gigi mereka sudah berlubang, lubang yang kecil ini bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan tidak menutup kemungkinan membuatnya menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Cara Tepat Obati Gigi Berlubang

Apabila tidak segera mendapat penanganan yang serius, zat asam dan bakteri akan terus tumbuh subur di gigi. Lubang yang semakin besar membuat muncul rasa sakit di gigi, sementara itu jika gigi seseorang tiba-tiba tidak terasa sakit padahal gigi berlubang dan belum pernah dirawat, hal itu dikarenakan saraf pada gigi sudah mati.

  • Tambal Gigi

Jika lubang pada gigi belum besar dan saraf gigi belum mati, kemungkinan gigi untuk ditambal masih sangat besar dilakukan. Lubang yang sudah ditutup membuat gigi bisa digunakan sebagaimana mestinya.

  • Perawatan Saluran Akar

Saraf akan terserang jika lubang yang ditimbulkan pada bakteri dalam kategori besar, sementara penambalan sudah tidak memungkinkan dilakukan, seseorang membutuhkan perawatan saluran akar jika sudah masuk tahap ini. Dokter akan mengeluarkan saraf gigi yang sudah mati, sebagai gantinya dimasukkan bahan khusus sebagai pengganti.

  • Cabut Gigi

Jika gigi sudah rusak dan parah tidak dapat ditambal ataupun dirawat menggunakan saluran akar, maka pilihan terbaik adalah dengan mencabutnya. Maka perlu dipahami dengan benar bahwa gigi berlubang bukan karena serangan dari ulat gigi, melainkan bakteri dari sisa makanan yang tidak dibersihkan di gigi.

Read More