Alpha Male Vs Alpha Female, Bisakah Keduanya Bersama?

Dalam komunitas antar-binatang, terdapat istilah alpha male untuk menjelaskan kondisi seekor pejantan yang menjadi patron atau pemimpin di dalam kelompoknya. Namun, istilah tersebut kini mulai terdengar dan seperti diadaptasi dalam kehidupan kita, manusia.

Jika dimaknai secara harfiah, di mana seorang manusia menjadi pemimpin di dalam kelompoknya seperti yang terjadi di dalam komunitas binatang, konsep alpha male tersebut bisa saja tidak relevan. Namun, jika lebih luwes dan dimaknai sesuai dengan kondisi sosial kemasyarakatan, konsep tersebut sah-sah saja.

Pasalnya, memang ada orang-orang yang di dalam dirinya terdapat berbagai macam faktor sehingga terlihat lebih mencolok ketimbang individu lainnya. Menariknya, selain alpha male, belakangan mencual pula kondisi tandingan dari gender wanita, istilahnya ”alpha female”.

Pasti ada yang menarik di antara dua konsep tersebut. Butuh penggalian informasi untuk menemukan hal tersebut. Oleh karenanya, artikel ini hadir untuk mencari sisi menarik dari dua konsep tersebut.

  • Mengenal Alpha Male dari Sudut Pandang Lain

Narasi utama dari alpha male adalah mereka yang bertindak atau bersikap selayaknya pemimpin. Namun, jika ditilik dari sudut pandang yang lebih luas, alpha male pada dasarnya adalah pria yang tidak mampu terintimidasi oleh apa pun atau siapa pun. Dia tahu apa yang dia inginkan dan mengejarnya dengan percaya diri.

Kendati demikian, kondisi tersebut bukan berarti menjadikan mereka arogan dan cenderung agresif. Mereka, alpha male adalah seorang laki-laki yang memiliki kepercayaan diri dan kejantanan untuk mengejar apa yang mereka inginkan.

Faktor-faktor yang ada di dalam dirinya membuat alpha male secara alamiah memiliki kualitas yang menandai mereka sebagai “orang kuat”. Maskulinitas itulah yang menunjang semua kebutuhan alamiah dirinya.

Jika pada peradaban terdahulu, nenek moyang kuno manusia, kualitas alpha male ditunjukkan melalui kekuatan fisik dan kecakapan keterampilan yang berhubungan dengan fisik, tetapi pada era sekarang, kualitas alpha male berkaitan dengan kekuatan dan karakter batin.

  • Bagaimana dengan Aplha Female

Akan lebih luas dan kompleks lagi jika kita berbicara soal alpha female. Namun, secara sederhana dapat dimengerti sebagai mereka, para wanita, yang dapat mengambil alih peran lelaki. Memang tidak dapat dikatakan bahwa alpha female kehilangan sisi feminine-nya. Akan tetapi, stereotip yang ada seakan memosisikan mereka sebagai “wanita jantan” atau memiliki sifat tomboy.

Perubahan zaman telah membuat wanita “menantang” pria untuk menjadi lebih kuat dan mendobrak tatanan kebudayaan yang sudah mapan dengan mengambil posisi tradisional maskulinitas pria di dalam masyarakat.

Tak dapat dimungkiri jika wanita modern jauh lebih mandiri daripada wanita dari generasi sebelumnya. Mereka tahu bahwa maju dalam karier adalah milik setiap individu di atas bumi ini. Para alpha female yakin betul bahwa tidak ada bias gender dalam setiap tatanan kehidupan saat ini.

  • Layaknya Dua Kutub Magnet yang Saling Tolak, Mungkinkah Alpha Male dan Alpha Female Bersama?

Ya, bersama yang dimaksud di atas adalah terikat dalam sebuah relasi dan kedekatan batin; hubungan suami dan istri atau menjadi sepasang kekasih. Jawaban dari pertanyaan di atas bisa, ya, bisa juga tidak.

Dalam kebanyakan kasus, alpha male dengan maskulinitasnya cenderung akan lebih tertarik pada alpha female, jika mereka tetap menunjukkan sisi feminin-nya. Selama para alpha female itu mempertahankan keseksian, perilaku, dan getaran femininnya, dia akan tetap memiliki daya tarik di mata alpha male. Amat sedikit kasus alpha male memiliki relasi intim dengan alpha female yang, katakanlah, memiliki sifat maskulin juga.

Hal itu terjadi lantaran alpha male secara alamiah akan “menolak” wanita yang memiliki ciri, sifat, dan karakter yang sama dengannya. Pria maskulin tidak akan menganggapnya menarik secara seksual. Inilah sebabnya mengapa hampir semua pria menganggap wanita lesbian yang “berperan sebagai laki-laki” bukanlah tipenya.

Oleh karena itu, diperlukan dinamika hubungan yang ideal untuk mempertahankan hubungan antara alpha male dengan alpha female. Dinamika ideal dapat diciptakan ketika ada peran maskulin dan feminin yang berbeda dalam suatu hubungan.

Read More