Merawat Rambut dengan Memahami Cara Keramas yang Benar

Ritual merawat rambut yang paling dasar adalah keramas dan memakai kondisioner alias pelembap. Langkah lainnya adalah dengan mengeringkan rambut menggunakan handuk maupun hair dryer. Lalu, bagaimana cara keramas yang benar?

Dengan banyaknya sampo dan kondisioner yang beredar di pasaran, tentu Anda bingung bagaimana memilih yang cocok untuk merawat rambut Anda. Ketahui dulu apa jenis rambut Anda agar lebih mudah memilih produk perawatan rambut yang sesuai.

Jenis Rambut

Setiap sampo memiliki fungsi berbeda untuk berbagai jenis rambut. Cara memilih sampo bisa dimulai dengan membaca label dan mencari yang sesuai dengan jenis rambut Anda. Beberapa kata kunci yang bisa Anda cari misalnya, rambut kering, rambut normal, atau rambut rontok.

1. Rambut Halus

Jika Anda memiliki jenis rambut yang halus, gunakan sampo dan kondisioner yang dapat menambah volume rambut Anda.

2. Rambut Keriting

Untuk menjinakkan rambut keriting agar mudah diatur, Anda bisa menggunakan sampo khusus rambut keriting agar ikal alami rambut tetap terjaga.

3. Rambut Kering

Untuk rambut yang kering, pilihlah sampo yang memiliki banyak pelembab atau yang mengandung minyak alami seperti minyak kelapa, minyak argan ataupun minyak alpukat.

4. Rambut Berminyak

Jika Anda memiliki rambut berminyak, sebaiknya tidak menggunakan kondisioner karena rambut akan semakin lembap.

5. Rambut Berketombe

Ketombe bisa disebabkan karena folikel memproduksi terlalu banyak sebum. Jika rambut Anda sering berketombe, sebaiknya gunakan sampo anti ketombe yang memiliki kandungan zinc, selenium sulfat atau ketoconazole. Banyak yang mengira ketombe disebabkan oleh kulit kepala yang kering padahal sebenarnya ketombe terbentuk dari debu dan minyak yang menjadi jamur.

6. Rambut yang diwarnai

Rambut yang diwarnai membutuhkan perawatan khusus. Pakailah sampo yang memang diformulasikan untuk rambut yang diwarnai agar warna cat rambut tidak mudah luntur.

Bagaimana Cara Keramas yang Benar?

Setelah mengetahui jenis rambut dan cara memilih sampo yang tepat, Anda harus memahami cara keramas yang benar.

Perlukah Memakai Kondisioner?

Dulunya, kandungan sampo membuat rambut jadi kering dan kasar. Lalu muncul kondisioner yang memang dibuat untuk melembabkan rambut.

Kondisioner membuat rambut terasa lebih halus dan lembut serta mudah diatur. Kondisioner tanpa bilas (leave in conditioner) misalnya, membuat rambut terhidrasi setelah dikeringkan.

Jangan mengaplikasikan kondisioner yang berlebihan pada rambut Anda karena membuat rambut akan cepat lepek. Saat ini banyak kandungan sampo yang dikombinasikan dengan pelembap sehingga kondisioner tidak diperlukan lagi.

Haruskah Keramas Setiap Hari?

Terlalu sering mencuci rambut akan mengurangi produksi minyak yang bisa melembapkan rambut. Namun jika rambut Anda memang tipe berminyak, tak ada salahnya lebih sering keramas.

Cara Keramas yang Benar

Mencuci rambut terkesan mudah dan tidak membutuhkan teknik khusus. Namun ternyata mencuci rambut bukan hanya menggosok atau menggaruk kulit kepala saja. Kulit kepala yang sering diusap dapat merusak cuticle rambut dan menyebabkan rambut rusak.

Cara keramas yang benar yaitu dengan menggosok kulit kepala pelan-pelan mulai dari bagian atas hingga bagian ujung rambut. Lakukan pijatan lembut dan bilas sampai bersih. Gunakan kondisioner di bagian ujung rambut saja agar rambut tidak cepat berminyak.

Nah, apakah Anda sudah mempraktikkan cara keramas yang benar selama ini?

Read More

8 Cara Cegah Gigi Anak Berlubang

Melihat gigi pertama anak tumbuh, menjadi salah satu momen membahagiakan bagi orangtua. Senyum si kecil akan lebih menggemaskan, dengan kehadiran gigi-gigi mungil yang semakin bertambah hari demi hari.

Sayangnya, tak semua orangtua memberi perhatian pada kebersihan gigi anak. Akibatnya, seiring berjalannya waktu, gigi anak bisa mengalami masalah. Mulai dari terkikis, hingga warnanya menghitam. Kadang, orangtua acuh karena yakin, akan ada gigi permanen yang kelak menggantikan deretan gigi susu anak.

Padahal, meski kelak akan tumbuh gigi permanen, orangtua wajib mengajarkan anak menjaga kebersihan rongga mulut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gigi anak berlubang.

1. Periksa ke dokter gigi

Anak harus mendapatkan pemeriksaan gigi mulai usia satu tahun. Tidak ada masalah di giginya? Tetap kunjungi dokter. Penelitian membuktikan, upaya preventif bisa menghemat biaya dokter gigi sampai 40 persen, dibandingkan baru mulai mengobati persoalan gigi anak pada usia 5 tahun.

2. Tanamkan kebiasaan positif

Menyikat gigi merupakan kebiasaan yang harus ditanamkan sedini mungkin. Sebelum bayi memiliki gigi, orangtua bisa membasuh-basuh gusi bayi saat mandi dengan sikat gigi bayi atau kain basah. Saat gigi mulai tumbuh, pastikan gigi disikat dua kali sekali dengan sikat dan pasta gigi bayi. Saat giginya tumbuh sempurna, Anda juga bisa melakukan flossing. Konsultasikan dengan dokter gigi untuk mengetahui cara yang tepat. Setelah gosok gigi malam, jangan izinkan anak makan dan minum, kecuali untuk minum air.

3. Hindari ngedot

Jangan pernah biarkan anak tertidur dengan botol di mulutnya. Baik berisi susu, jus, atau minuman lain yang mengandung gula. Gula akan mengendap di rongga mulut dan membuat gigi berlubang. Jika anak hanya bisa tertidur dengan dot, isi botol dengan air minum.

4. Batasi konsumsi jus

Banyak orangtua membiasakan anaknya minum jus dengan alasan kesehatan. Jus memang mengandung vitamin yang dibutuhkan anak, tapi kandungan gula dalam jus kemasan bisa memicu pengeroposan gigi. Sebaiknya ganti jus kemasan dengan jus buatan sendiri yang bisa Anda takar gulanya.

5. Batasi penggunaan sippy cup

Sippy cup–gelas dengan tutup bermoncong–membantu anak belajar mengalihkan kebiasaannya untuk minum dari botol, ke gelas. Namun, terlalu sering menggunakan sippy cup bisa membuat pengeroposan di bagian belakang gigi seri. Sebab, kandungan gula akan melewati bagian depan dan langsung bersarang di bagian tengah rongga mulut.

6. Jangan ngempeng setelah 3 tahun

Tak sedikit orangtua yang mengandalkan empeng untuk menenangkan anak. Namun, penggunaan empeng dalam waktu lama dapat mengubah susunan gigi dan bentuk mulut. Konsultasikan dengan dokter jika anak tidak mau melepas empeng, setelah berusia 3 tahun.

7. Perhatikan gula dalam vitamin dan obat

Obat dan vitamin anak bisa mengandung gula. Jika hanya dikonsumsi satu atau dua kali sehari, tidak masalah. Namun, anak yang dalam masa perawatan bisa mengonsumsinya sampai empat kali sehari dan membahayakan gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi tentang kemungkinan perlunya peningkatan frekuensi menyikat gigi dan hal-hal lain yang perlu diantisipasi.

8. Pastikan anak menyikat gigi

Akan ada masanya ketika anak-anak malas atau menentang perintah untuk menggosok gigi. Oleh karena itu, perlu ketegasan dari orangtua. Untuk satu hal ini, tidak ada kompromi. Berikut beberapa tips yang bisa Anda jalankan.

  • Bersabar:
    Anak mulai bisa menggosok gigi mulai usia 2 atau 3 tahun. Namun, mereka baru bisa menggosok gigi sendiri sepenuhnya pada usia 6 tahun. Jadi perlu pendampingan dalam jangka panjang.

  • Jangan tunggu larut malam:
    Saat terlanjur mengantuk, amal akan cranky saat diminta menyikat gigi. Sebaiknya, ajak anak menyikat gigi lebih awal.

  • Biarkan anak memilih pasta gigi:
    Orangtua bisa memberi pilihan sikat gigi dan pasta gigi anak dan membiarkan memilih. Itu akan menjadi motivasi tambahan bagi anak untuk menyikat gigi.

  • Motivasi:
    Ajak anak menyikat gigi bersama. Bisa juga memberinya hadiah kecil seperti stiker jika si kecil rajin menggosok gigi.
Read More

Jangan Lewatkan, Ini Dia Manfaat Bela Diri untuk Kesehatan dan Kebugaran

Seni bela diri dapat membantu mengembangkan segala aspek fisik seperti latihan untuk kebugaran, daya tahan kardio serta pengoptimalan kekuatan yang menyeluruh, seperti keseimbangan, fleksibilitas, kapasitas aerobik, dan masih banyak lagi.

Meskipun semua seni bela diri dapat membantu fisik Anda menjadi bugar, masing-masing jenis seni bela diri memiliki fokus dan teknik yang berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, ketika Anda akan memutuskan bela diri seperti apa yang akan dicoba, pastikan untuk memahami dengan lebih mendalam jenis-jenis bela diri dan pahami teknik dan fokusnya. Dengan begitu, Anda dapat memilih jenis bela diri yang sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi seni bela diri yang sangat bagus dalam memberikan pelatihan untuk kardio dan aerobik sehingga berkhasiat membangun tubuh yang bugar dan sehat.

Taekwondo
Taekwondo merupakan salah satu seni bela diri Korea yang berfokus pada gerakan menendang dengan teknik tendangan tinggi dan cepat. Fokus penekanan pada tendangan, mayoritas dari pelatihan taekwondo akan berurusan dengan memperkuat tubuh bagian bawah, inti, dan pengembangan stamina dan daya tahan yang lebih besar.

Selain itu, latihan aerobik dan kardio juga menjadi bagian besar dari latihan tambahan yang ada dalam taekwondo. Jangan terkejut jika Anda diperintahkan untuk lari dalam rangkaian latihan. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan fisik.

Muay Thai
Jika Anda mencari variasi seni bela diri untuk latihan fisik yang menyeluruh, Muay Thai adalah pilihan tepat untuk Anda. Latihan ini secara utuh mencakup hampir semua jenis aspek latihan fisik mulai dari stamina hingga kekuatan. Pasalnya, bela diri ini memanfaatkan hampir semua teknik pertandingan, seperti serangan siku dan lutut, tendangan, serta clinching.

Pelatihan Muay Thai dengan beragam gerakan dan teknik bisa sangat melelahkan, tetapi pada akhirnya Anda tidak hanya akan meningkatkan keterampilan bela diri tetapi juga meningkatkan kelincahan, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas. Dengan melakukan Muay Thai, Anda dapat membakar lebih dari 600 kalori per jam sambil membangun massa otot.


Judo
Seni bela diri asal Jepang ini menggunakan kombinasi yang baik dari teknik joint locks, melempar, serta bergulat. Latihan ini dilakukan dengan gerakan bergerumul dan berguling-guling di lantai. Dengan melakukan latihan fisik ini, jelas Anda akan memperoleh latihan ketahanan dan kekuatan tubuh. Pasalnya, untuk memenangkan pertandingan, Anda harus menguasai teknik agar mampu melakukan gerakan-gerakan dalam jangka waktu tertentu tanpa merasa lelah. Stamina yang terlatih dengan baik dan kuat akan menjadi kunci kemenangan dari pertandingan judo.

Selain itu, teknik-teknik yang digunakan dalam seni bela diri judo juga akan memaksa Anda untuk menggunakan dan melatih kerja otot yang mungkin belum pernah Anda gunakan sebelumnya. Itulah sebabnya, berlatih judo dapat melatih keterampilan dan refleks pada otot-otot tersebut. Secara keseluruhan, judo dalam menjadi pilihan latihan anaerobik dan aerobik yang luar biasa karena mampu meningkatkan sistem kardiovaskular agar lebih efisien dalam membakar kalori, menurunkan berat badan, dan menambah massa otot.

Capoeira
Sekilas, seni bela diri Afro-Brasil dan tari hibrida ini mungkin tidak terlihat seperti kebanyakan teknik bela diri pada umumnya. Padahal, siapa pun yang menyukai capoeira pasti memahami seberapa bermanfaatnya seni bela diri yang ternyata mampu meningkatkan kebugaran.

Seni bela diri ini menekankan latihan fisik pada kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh yang disinergikan untuk bekerja bersama dalam harmoni. Dengan kata lain, stamina, keseimbangan, fokus, dan kontrol tubuh sangat penting untuk diperhatikan dalam latihan ini. Dengan berlatih capoeira, Anda dapat mengoptimalkan pembangunan stamina dan fleksibilitas pada otot yang kaku. Apalagi mengingat gerakan di capoeira yang menggunakan variasi spinning, headstands, dan beragam gerakan lain, tentu Anda akan memperoleh peningkatan pada daya tahan dan kekuatan tubuh Anda.

Tinju
Dari semua olahraga pertarungan di luar sana, tinju selalu menjadi pilihan yang populer untuk diambil bagi mereka yang ingin memperoleh tubuh yang bugar, ideal, dan kuat. Tinju, baik latihan yang dilakukan di gym atau di atas ring, dapat membakar 400 hingga 600 kalori per jam. Meskipun banyak disediakan di pusat kebugaran, tinju bukanlah seni bela diri yang bisa dianggap enteng. Untuk mendapatkan manfaat kebugaran penuh dari bela diri semacam ini, Anda harus mendedikasikan diri untuk menjalani rutinitas latihan yang intens.

Dengan berlatih tinju, Anda dapat memperkuat kemampuan kardiovaskular, stamina dan refleks. Selain itu, berlatih tinju juga dapat memaksimalkan kekuatan pada otot inti. Semakin banyak Anda terbiasa menggerakkan pukulan dengan teknik yang benar, semakin banyak otot inti yang Anda latih. Dengan begitu, Anda dipastikan akan melihat kemajuan dan hasil latihan dalam waktu singkat.

Itulah beberapa latihan bela diri yang mampu menambah stamina, kebugaran dan daya tahan tubuh. Jika Anda ingin mendapatkan latihan kardio dan aerobik yang baik untuk tubuh yang lebih kuat dan berstamina, maka pertimbangkan untuk mengambil satu atau lebih dari seni bela diri di atas. Yang pasti, fokuskan diri pada kedisplinan dan konsistensi untuk memperoleh hasil serta peningkatan kesehatan secara menyeluruh.

Read More

Asma dan Pilek Datang Bersamaan? Ini Dia Penanganan yang Tepat

Asma merupakan penyakit berkaitan dengan peradangan saluran udara bawah di dalam paru-paru yang biasa disebut tabung bronkus. Gejala umum yang ditimbulkan saat asma kambuh adalah sesak, batuk, dan suara napas mengi. Sementara itu, pilek merupakan gejala yang timbul dari infeksi virus. Virus-virus pilek ini menyerang tubuh dan memengaruhi kondisi hidung dan tenggorokan yang merupakan saluran udara bagian atas.

Perbedaan Asma dan Pilek

Saat bernapas, udara akan masuk ke tubuh Anda melalui hidung dan tenggorokan hingga ke dalam saluran bronkus, yang kemudian bercabang menjadi tabung yang lebih kecil. Di ujung percabangan tabung ini terdapat kantung udara kecil yang disebut alveoli. Fungsinya adalah untuk memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah saat kita bernapas.

Selama peran normal, pita-pita otot yang mengelilingi saluran udara menjadi rileks sehingga udara dapat bergerak bebas. Akan tetapi, saat asma menyerang, ada tiga perubahan utama yang terjadi hingga menghentikan udara untuk bergerak dengan mudah melalui saluran udara, di antaranya

  1. Pita-pita otot yang mengelilingi saluran udara mengencang. Kondisi ini membuat saluran udara menjadi sempit. Pengencangan ini disebut sebagai bronkospasme.
  2. Lapisan saluran udara menjadi bengkak atau meradang.
  3. Sel-sel yang melapisi saluran udara menghasilkan lebih banyak lendir yang lebih tebal dari biasanya.

Semua faktor ini (spasme bronkus, peradangan, dan produksi lendir) menyebabkan gejala asma seperti kesulitan bernapas, napas mengi, batuk, sesak, hingga kesulitan melakukan kegiatan.

Di sisi lain, pilek adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Beberapa ratus virus berbeda dapat menyebabkan gejala pilek. Virus ini juga dapat mempengaruhi saluran udara, sinus, tenggorokan, kotak suara, hingga saluran bronkus.

Gejala Asma
Tidak semua orang dengan asma akan mengalami gejala yang sama. Bahkan, gejala asma juga dapat bervariasi dari satu episode asma ke episode berikutnya. Terkadang, gejala yang timbul dapat ringan sekali dan menjadi sangat parah di lain waktu. Selain itu, asma tidak menyebabkan demam, menggigil, nyeri otot, atau sakit tenggorokan. Gejala asma yang paling umum meliputi

  • Batuk
  • Sesak
  • Napas mengi
  • Ketegangan dada

Gejala Pilek
Gejala pilek seringkali dimulai dengan ketidaknyamanan pada tenggorokan atau sakit tenggorokan. Rasa sakit di tenggorokan itu diikuti oleh munculnya cairan hidung yang bersih dan berair. Biasanya ditambah juga dengan bersin, tubuh mudah lemas dan lelah, serta terkadang diiringi dengan demam ringan. Selanjutnya, lendir dari hidung dan sinus juga sering menjadi penyebab batuk muncul.
           

Selama beberapa hari pertama pilek, biasanya hidung akan dipenuhi dengan cairan hidung yang bening dan berair. Sekresi ini bisa menjadi lebih kental dan berwarna gelap. Akan tetapi, ingat bahwa lendir yang gelap tidak selalu mengartikan bahwa Anda telah terinfeksi bakteri. Jika gejala yang muncul lebih dari itu, bisa dipastikan pilek yang Anda alami cukup parah dan serius. Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul pada pilek serius

  • Demam (dengan suhu di atas 37° C) disertai meriang
  • Mudah lelah atau lemah
  • Tenggorokan atau sakit dan nyeri saat menelan
  • Sakit kepala sinus, sakit gigi atas, atau nyeri pada tulang pipi atas
  • Batuk lendir berwarna kuning atau hijau yang lebih banyak
  • Kesulitan menelan air liur

Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika Anda memiliki gejala lain yang menimbulkan kekhawatiran, seperti

  • Meningkatnya sesak napas, kesulitan bernapas, atau napas mengi
  • Gejala semakin memburuk atau tetap tidak berubah setelah tujuh hari
  • Gejala yang tersisa tidak berubah atau semakin memburuk setelah 10 hari
  • Sakit mata atau pembengkakan dan/atau perubahan kemampuan penglihatan
  • Sakit kepala atau sakit wajah yang parah atau bengkak
  • Leher kekakuan dan muncul kepekaan terhadap cahaya

Cara Mencegah Pilek pada Penderita Asma
Menjaga kebersihan dengan baik dapat menurunkan risiko infeksi virus seperti pilek. Anda dapat mencegah penyebaran virus pilek dengan memastikan Anda dan anggota keluarga selalu mencuci tangan secara teratur. Selain itu, untuk melindungi diri sendiri dari gejala pilek adalah dengan mendapatkan vaksin flu setiap tahun. Hal ini penting sebab gejala pilek atau flu yang disebabkan oleh virus dapat memicu atau membuat masalah asma kambuh.

Cara Menangani Gejala Asma yang Memburuk dengan Pilek
Untuk penderita asma, dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan inhaler pencegahan (seperti inhaler steroid) untuk digunakan saat pilek sebelum asma kambuh. Namun, apabila asma sudah terlanjur kambuh, pastikan untuk mengonsultasikan kondisi Anda pada dokter. Biasanya, dokter akan meningkatkan dosis atau frekuensi obat-obatan yang biasa Anda minum saat pilek dan flu menyebabkan asma Anda memburuk. Selain itu, Anda juga harus menghilangkan atau menghindari faktor lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap serangan asma seperti asap, alergen, udara dingin, atau bahan kimia.

Read More