Obat Mengatasi Nyeri Gigi

Jika Anda mengalami nyeri gigi, mungkin Anda kesulitan untuk menggigit dan mengunyah, bahkan berkonsentrasi. Obat nyeri gigi apa yang harus Anda konsumsi untuk mengatasi nyeri pada gigi sebelum ke dokter

Tanda-tanda nyeri gigi termasuk sensasi berdenyut, tajam, atau sakit pada gigi yang bisa bersifat kronis atau sementara. Nyeri gigi biasanya tidak menandakan masalah serius, kecuali sensitivitas tetap untuk jangka waktu yang lama.

Hal ini mungkin disebabkan oleh pembusukan kecil, tambalan longgar atau oleh resesi gusi minimal yang mengekspos area kecil dari permukaan akar Anda. Ketika Anda mengalami nyeri gigi yang menyakitkan, tetapi Anda tidak bisa segera ke dokter gigi, konsumsi obat OTC untuk mengurangi nyeri gigi Anda.

Berikut beberapa obat dan cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan nyeri gigi:

  • Tingkat nyeri gigi ringan

Konsumsi obat NSAID yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan generik) atau naproxen (Aleve dan generik) untuk mengurangi nyeri gigi.

  • Tingkat nyeri ringan hingga sedang

NSAID dengan resep atau dosis yang lebih tinggi dari produk OTC (seperti yang disarankan oleh dokter gigi Anda). Jangan pernah melebihi dosis pereda nyeri yang direkomendasikan pada label produk tanpa persetujuan dari apoteker atau dokter Anda.

Meskipun obat-obatan di atas merupakan obat yang dijual bebas, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan apoteker setempat. Karena kebanyakan orang yang mengkonsumsi obat pengencer darah atau yang memiliki penyakit ginjal lanjut harus menghindari NSAID.

Penting untuk diketahui bahwa mengkonsumsi terlalu banyak jenis obat pereda nyeri, bahkan produk OTC tidaklah aman. Jadi ikuti instruksi tertulis tentang berapa banyak dari setiap jenis obat yang harus diminum dan seberapa sering meminumnya.

Jika nyeri gigi Anda semakin parah atau tidak hilang dengan mengkonsumsi obat-obatan OTC, segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Read More

Cara Mengatasi Bintik-Bintik Kecil di Wajah

Milia atau biasa disebut dengan bintik-bintik kecil di wajah merupakan kondisi yang muncul akibat sel kulit mati yang terjebak di bawah permukaan kulit. Bintik-bintik ini biasanya ada di bagian bawah mata, pipi atas, dan dagu. Umumnya, kondisi ini dapat ditemui pada bayi, namun orang dewasa juga tidak menutup kemungkinan terkena milia.

bintik di wajah

Karena bentuknya yang terlihat jelas di bagian muka, milia kerap kali mengganggu penampilan meski biasanya akan hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu. Namun sebenarnya, noda ini juga bisa dihilangkan dari kulit dengan beberapa cara menghilangkan milia atau bintil kecil di wajah seperti di bawah ini.

1. Rutin membersihkan wajah

Menjaga kebersihan wajah adalah rutinitas yang wajib diperhatikan setiap hari agar kulit tetap bersih. Beberapa face wash mengandung asalm salisilat, asam sitrat, dan asam glikolat yang dapat membantu mengatasi kondisi kulit akibat pertumbuhan sel kulit berlebihan seperti milia. 

Jika wajah selalu dalam keadaan bersih, ini akan membantu memperkecil bintil kecil dan akhirnya hilang. Setelah itu,  bersihkan dengan air hangat untuk membuka pori-pori kulit sehingga wajah jadi terhindar dari sel kulit mati dan kotoran yang terjebak di bawah permukaan kulit. 

2. Lakukan eksfoliasi wajah untuk mengangkat sel kulit mati

Eksfoliasi adalah teknik perawatan kulit untuk mengangkat sel kulit mati, cara ini dapat menjaga keratin di kulit yang berlebih sehingga akan membantu kulit terbebas dari milia. Eksfoliasi bisa dilakukan dengan bahan-bahan alami ringan seperti scrub gula merah dengan minyak zaitun. 

Caranya cukup mudah, bersihkan wajah terlebih dahulu kemudian oleskan scrub dan gosok secara perlahan pada bagian yang terkena milia. Biarkan selama 20 sampai 30 detik kemudian bilas dengan air dingin. Lakukan eksfoliasi ini selama 2 kali dalam seminggu secara rutin.

3. Menyemprotkan air mawar

Selanjutnya, cara menghilangkan milia adalah dengan menyemprotkan air mawar. Air mawar mengandung minyak mawar yang dapat menjadi zat antiradang apabila dioleskan ke kulit wajah. Semprotkan pada kulit sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Cara ini dilakukan untuk membantu kulit wajah tetap terjaga kebersihannya sehingga bintil-bintil kecil seperti milia pada akhirnya berkurang dan menghilang. 

4. Gunakan krim retinoid

Krim retinoid mengandung nutrisi baik seperti vitamin A yang berfungsi untuk menyingkirkan milia. Gunakan produk yang mengandung retinol rutin dan jangan lupa untuk memakai tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Sunblock dapat menyeimbangkan krim retinoid yang peka terhadap kerusakan bila terpapar sinar matahari. Ini akan meringankan iritasi kulit yang disebabkan oleh milia. 

5. Memakai masker madu manuka

Selain eksfoliasi yang berkhasiat untuk mengangkat sel kulit mati, masker madu manuka jadi alternatif lain untuk mengurangi peradangan akibat bakteri atau iritasi kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika madu dicampur dengan kulit kayu manis, ini cukup efektif dalam menangkal bakteri penyebab jerawat. Ini juga berlaku pada milia yang mengganggu bentuk permukaan kulit. 

Cara memakainya cukup dengan mencampurkan 3 atau 4 sendok makan madu manuka dan 1 sendok makan kayu manis, panaskan selama 30 detik pada microwave dan oleskan lapisan tipis campuran ke wajah. Diamkan selama 10 menit dan bilas wajah dengan air dingin face wash hingga bersih. 

Demikian cara mengatasi bintik-bintik merah di wajah dan mengurangi akibat seperti peradangan pada kulit. Yuk lakukan metode tersebut secara rutin agar mendapatkan hasil yang bagus ya.

Read More

Ada Benjolan di Dada, Mungkinkah Ini Kanker Payudara?

Ketika Anda menemukan ada benjolan di dada, mungkin yang terlintas di pikiran Anda pertama kali adalah kanker payudara. Namun, benarkah kanker payudara bisa dideteksi hanya dengan benjolan di dada? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan berikut!

Penyebab benjolan di dada

Bagian dada meliputi payudara dan kulit. Selain itu, di dalam rongga dada ada tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada (sternum), sedangkan pada bagian belakang tulang rusuk dan tulang dada terdapat jantung, paru-paru, dan kerongkongan. Rongga dada juga diisi dengan otot, jaringan ikat, selaput, kelenjar getah bening, serta pembuluh darah arteri dan vena.

Benjolan di dada dapat bersifat jinak, tetapi dapat menyebabkan masalah jika ukurannya semakin membesar, sehingga penting untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa penyebab adanya benjolan di dada adalah:

  1. Kista

Kista payudara biasanya terjadi pada wanita berusia antara 35 – 50 tahun dan sering terjadi menjelang menopause. Kista payudara juga dapat berasal dari saluran susu yang tersumbat (galaktokel).

  1. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah benjolan di payudara yang bersifat jinak. Umumnya, benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat terjadi pada semua usia, terutama pada usia 20 atau 30 tahunan. Benjolan di dada ini akan terasa kencang, halus, dan bergerak bebas saat disentuh.

  1. Lipoma

Lipoma adalah gumpalan jaringan lemak yang terdapat di bawah kulit. Gumpalan ini akan membentuk benjolan di dada yang tumbuh secara perlahan dan tidak sakit, kecuali jika ditekan. Lipoma biasanya didiagnosis pada orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun.

  1. Nekrosis lemak

Benjolan di dada yang disebabkan oleh nekrosis lemak terjadi ketika jaringan lemak payudara rusak akibat cedera, pengobatan lumpektomi, atau paparan radiasi. Benjolan bukan kanker ini tidak menimbulkan rasa sakit, bulat, dan keras.

  1. Abses

Terkadang, benjolan di payudara bisa jadi adalah abses. Hal ini terjadi akibat adanya cairan nanah yang menumpuk dan meradang. Benjolan ini bisa menimbulkan rasa sakit, kelelahan, bahkan demam.

  1. Hematoma

Hematoma adalah massa atau benjolan yang berisi darah. Ini bisa disebabkan oleh prosedur operasi atau cedera di payudara. 

  1. Adenosis sklerosis

Adenosis sklerosis terjadi ketika ada jaringan di lobulus payudara tumbuh secara berlebih, sehingga menyebabkan benjolan di sekitar payudara.

  1. Fasciitis nodular

Fasciitis nodular adalah salah satu jenis tumor jinak yang terjadi di tubuh, termasuk di dada, tetapi jarang di payudara. Benjolan ini tumbuh dengan cepat, keras, dan tidak beraturan. 

  1. Cedera di dada

Terkadang, cedera di dada bisa menyebabkan benjolan. Kondisi ini mungkin menyakitkan dan membengkak, tetapi bisa membaik saat mengompresnya dengan es atau air dingin. 

  1. TBC tulang

TBC tulang dapat menyebabkan benjolan di dada, termasuk tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada.

  1. Kanker payudara

Jika benjolan di dada yang Anda miliki berada di bagian payudara, mungkin saja menandakan adanya kanker payudara. Benjolan tersebut biasanya keras dan memiliki tepi yang tidak beraturan, tetapi juga bisa lunak atau berbentuk bulat. Awalnya, benjolan ini bisa terasa sakit atau tidak. Anda tentu perlu memastikannya langsung ke dokter.

Kenali tanda-tanda lain kanker payudara

Seperti yang kita ketahui, adanya benjolan di dada tidak hanya mengindikasikan kanker payudara, melainkan banyak faktor penyebabnya. Oleh sebab itu, jika Anda khawatir benjolan tersebut adalah kanker payudara, cobalah untuk melihat tanda-tanda lain dari kanker payudara, meliputi:

  1. Perubahan pada tekstur kulit payudara.
  2. Keluarnya cairan dari puting susu.
  3. Membentuk lesung pipit di kulit payudara. 
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau di sekitar tulang selangka. 
  5. Puting susu berputar ke arah dalam.
  6. Nyeri pada puting susu dan payudara.
  7. Kemerahan di sekitar payudara.

Jika Anda memiliki benjolan di dada yang diikuti dengan 7 tanda kanker payudara lainnya ini, maka Anda patut waspada. Alangkah lebih baik, Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan payudara Anda. Jika memang didiagnosis kanker payudara, maka penanganan sejak dini dapat menekan penyebaran sel kanker ke jaringan tubuh lainnya.

Read More

Cascara: Kulit Biji Kopi yang Diolah Jadi Teh Bermanfaat

Pernahkah Anda mendengar tentang cascara? Biasanya cascara diolah menjadi teh berasa yang menyegarkan. Cascara atau coffee cherry tea adalah kulit biji kopi kering yang biasanya dijadikan bahan untuk membuat minuman teh. Hasil seduhan teh cascara ini memiliki berbagai rasa, seperti apel, kayu manis, jerung, hingga buah persik. Adanya perbedaan rasa cascara dipengaruhi oleh cara panen, tempat penanaman, dan proses pengolahan biji kopi itu sendiri.

Adakah manfaat cascara untuk kesehatan?

Selain menyegarkan, cascara juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Apa saja manfaat cascara ini?

Manfaat cascara untuk kesehatan diambil dari kandungan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan maupun minuman dengan kandungan polifenol dalam jangka panjang, mampu melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab stres oksidatif.

Tanpa Anda sadari, jumlah radikal bebas yang terlalu banyak dapat menurunkan dan merusak sel tubuh. Pada akhirnya, kondisi ini akan memicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Ada pun beberapa penyakit kronis yang sering dihubungkan dengan radikal bebas dan stres oksidatif, yaitu:

  • Penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer
  • Diabetes
  • Penyakit kardiovaskular (jantung)
  • Kanker
  • Osteoporosis

Efek samping cascara yang mengandung kafein

Meski begitu, terdapat pula efek samping dari mengonsumsi cascara.  Serupa dengan kandungan teh pada umumnya, cascara mengandung kafein di dalamnya. Bagi sebagian individu, kafein dapat menyebabkan terjadinya beberapa efek samping, seperti:

  • Sakit kepala
  • Susah tidur
  • Gugup
  • Perasaan gelisah
  • Detak jantung meningkat (takikardia)
  • Jantung berdengung kencang (palpitasi)

Di luar efek samping tersebut, terdapat gejala lain yang bisa saja lebih parah menyerang individu dengan gangguan kesehatan tertentu. Kabar baiknya, cascara mengandung kafein dengan kadar yang lebih rendah jika dibanding dengan kopi. Walaupun begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efek samping dari kandungan kafein dalam cascara ini.

Bagaimana cara menikmati teh cascara?

Sajian teh cascara dapat Anda nikmati dalam kondisi dingin maupun hangat, tergantung dengan selera Anda. Ada pun cara-cara menikmati teh cascara dalam kondisi hangat, yaitu:

  • Masukkan tiga sendok makan cascara ke dalam wadah, seperti teko maupun saringan khusus teh atau tea strainer
  • Tuangkan 250-300 ml air panas ke dalam wadah
  • Tunggu sekitar 5-7 menit hingga warna air berubah menjadi keruh
  • Saring hasil seduhan teh cascara

Jika Anda lebih memilih sajian teh cascara dalam kondisi dingin, cara yang paling mudah, yaitu dengan menunggu teh sesudah cascara tersebut agar tidak terlalu panas, lalu masukkan es batu ke dalamnya. 

Cara lainnya, yaitu seduh 6 sendok makan cascara dengan 350 ml air dingin, lalu diamkan semalaman selama sekitar 12-16 jam. Jika tahap ini telah dilakukan, maka teh cascara dapat langsung Anda nikmati.

Memang, teh cascara dapat membawa berbagai manfaat untuk kesehatan. Meskipun begitu, Anda tetap harus memperhatikan efek samping yang mungkin dapat muncul akibat kandungan kafein di dalamnya. 
Jika Anda ingin membeli teh cascara, perhatikan pula label yang tertera pada kemasannya. Produk yang berlabel cascara sagrada, cascara bark, cascara dried bark, atau cascara sagrada tea, termasuk ke dalam produk suplemen pencahar, bukan tes cascara yang terbuat dari biji kopi.

Read More

Pola Konsumsi Makanan Berkaitan dengan Hipomagnesemia

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, makanan memiliki begitu banyak turunan yang dapat dibagi berdasarkan fungsi dan perannya dalam kehidupan manusia. Pemenuhan makanan dapat dikaitkan dengan kinerja tubuh hingga pengaruhnya terhadap kesehatan. Kekurangan atau kelebihan zat dapat memicu ketidakseimbangan, salah satu contoh kecilnya saja adalah hipomagnesemia.

Hipomagnesemia merupakan sebuah kondisi di mana tubuh manusia kekurangan kadar magnesium di dalam darah. Perlu diketahui jika kadar magnesium normal di dalam darah manusia adalah sekitar 1.8mg/dL atau 0.70 mmol/L. Artinya, bila seseorang tak mampu memiliki atau mempertahankan angka itu, mereka dapat dikatakan tengah berada dalam situasi hipomagnesia.

Magnesium sendiri merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Biasanya, mineral itu berperan penting dalam tubuh dan otak, meski kebanyakan mereka berada atau tersimpan di dalam tulang.

Beberapa peran atau fungsi magnesium, misalnya; membantu membentuk protein baru dalam tubuh, membantu meningkatkan kualitas tidur, mebantu regulasi sistem saraf, dan masih banyak lagi. Kenyataan itu membuat hipomagnesemia menjadi suatu kondisi medis yang harus dihindari lantaran berpotensi mengubah atau merusak “tatanan” sistem tubuh.

Seseorang yang terserang hipomagnesemia kerap bermasalah dengan sistem saraf dan peredaran darahnya. Gejala paling ringan, di antaranya, dimulai dari mual, muntah, rasa lemah, hingga berkurangnya nafsu makan. Namun, jika tak teratasi dengan baik, kondisi itu akan terus bertambah buruk.

Peningkatan ekskalasi atau pertambahan gejala beriringan dengan penurunan kadar magnesium yang ada. Semakin rendah kadar magnesium, gejala atau kondisi bisa semakin parah.

Penderita bisa saja mengalami kejang, pergerakan mata yang tidak normal, kelelahan, kram, bahkan denyut jantung yang tidak normal. Kemungkinan terburuk dari hipomagnesemia sampai pada tahap pengencangan otot pada pembuluh nadi jantung secara tiba-tiba, hingga kematian secara mendadak. Untuk itu sebaiknya kita harus mulai peduli dan waspada dengan kondisi tersebut.

Ada beberapa langkah yang diyakini dan direkomendasikan untuk dilakukan dalam rangka menghindari sekaligus mencegah terjadinya efek buruk yang datang dari hipomagnesemia. Namun, satu di antara yang paling mudah adalah memperhatikan pola konsumsi makanan dan minuman sehari-hari.

Memilah dan menyeleksi makanan serta minuman yang akan kita konsumsi bisa membuat kita mencukupi kadar magnesium di dalam tubuh. Memenuhi kadar magnesium tubuh sebenarnya bukan perkara sulit, sebab banyak sekali bahan makanan yang kaya akan magnesium di sekitar kita, seperti:

  • Tahu dan tempe

Kacang kedelai, termasuk olahannya seperti tempe, tahu, dan susu kedelai mengandung magnesium tinggi. Terdapat kurang lebih 60 mg magnesium dalam 100 gram tahu atau tempe, dan segelas susu kacang kedelai.

Bahan makanan “khas” Indonesia ini juga memiliki berbagai nutrisi lain seperti kalsium, zat besi, dan selenium yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Artinya, makanan ini merupakan paket lengkap untuk menjaga keseimbangan nutrisi di dalam tubuh kita.

  • Sayuran hijau

Tak dapat dimungkiri jika sayuran hijau masuk ke daftar ini. Pasalnya, sayuran hijau sudah diyakini betul menjadi makanan bergizi dengan segala kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya.

Terkhusus magnesium, Anda bisa mendapatkan dari sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Dalam setengah mangkuk bayam, terdapat sekitar 80 mg magnesium. Sedangkan dalam setengah mangkuk brokoli, terkandung kurang lebih 12 mg magnesium.

  • Ikan

Tak ada yang bisa meragukan khasiat ikan bagi tubuh manusia. Bahan makanan ini mengandung begitu banyak nutrisi di dalamnya, termasuk magnesium. Ada banyak ikan yang mengandung magnesium, salah satunya adalah ikan salmon. Tiga ons ikan salmon mengandung sekitar 25 mg magnesium.

  • Pisang

Sementara dari lini buah-buahan, Anda bisa mendapatkan asupan magnesium agar terhindar dari hipomagnesemia dengan mengonsumsi buah pisang. Satu buah pisang berukuran besar mengandung sekitar 35 mg magnesium.

Jika melihat dari daftar makanan yang bisa memenuhi kecukupan tubuh akan magnesium di atas, sebenarnya kondisi hipomagnesemia dapat dengan mudah dihindari. Namun, terkadang ada beberapa orang yang memiliki masalah lain dalam tubuhnya, sehingga mereka tetap terserang meski telah banyak makan makanan tinggi magnesium.

Dengan demikian, daftar makanan di atas tetap harus dibarengi upaya-upaya lain agar dapat benar-benar terhindar dari hipomagnesemia, seperti rajin berolahraga dan menjaga pola hidup yang sehat.

Read More

Kalori Nasi Padang Termasuk Tinggi

Tidak bisa dipungkiri bahwa masakan Padang merupakan salah satu makanan Indonesia yang banyak peminatnya, sebut saja nasi padang. Namun, pernahkah Anda menghitung kalori dalam 1 porsi nasi Padang?

Ternyata, kalori rata-rata pada 1 porsi nasi Padang cukup tinggi. Bagaimana bisa? Lauk yang ditawarkan di restoran Padang kebanyakan merupakan jeroan hewan berlemak yang diolah dengan santan dan minyak. 

Bahkan, sayuran yang terdapat di menu nasi Padang juga sering disajikan dengan santan.  Belum lagi dengan jumlah nasi yang disajikan. Menurut berbagai sumber, perkiraan kalori 1 porsi nasi Padang adalah 658 kalori. Ini pun tergantung dengan pilihan lauk Anda.

Asupan kalori harian yang ideal bervariasi tergantung pada usia, metabolisme, dan tingkat aktivitas fisik Anda. Pada umumnya, asupan kalori harian yang direkomendasikan adalah 2.000 kalori sehari untuk wanita dan 2.500 untuk pria. 

Namun, menurut American Heart Association, makanan disebut berkalori tinggi jika mengandung 400 kalori ke atas. Sehingga nasi Padang termasuk pada makanan yang mengandung kalori tinggi.

Karena tidak menutup kemungkinan Anda akan tetap mengkonsumsi makanan lain yang tinggi karbohidrat dan tinggi lemak pada jam makan lain, Anda harus berhati-hati dengan tingkat kolesterol Anda.

Meskipun kalori nasi Padang termasuk tinggi, tidak ada salahnya jika Anda ingin menikmati nasi Padang sesekali. Anda tetap disarankan untuk waspada terhadap kadar kolesterolnya.

Read More

Diagnosa dan Perawatan Arteriovenous Malformation

Sistem peredaran darah Anda terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Ada tiga jenis pembuluh darah dalam sistem peredaran darah, yaitu vena, kapiler, dan arteri. Arteriovenous malformation cacat pembuluh darah pada sistem peredaran darah. Sebuah malformation adalah hubungan tidak normal antara vena dan arteri. Hal ini mengganggu kemampuan tubuh dalam melakukan sirkulasi darah. Biasanya, hal ini bersifat bawaan, dalam arti kondisi ini ditemui saat seseorang lahir. Meskipun malformation dapat terjadi di mana saja di tubuh Anda, beberapa dapat berkembang di otak dan tulang belakang, menyebabkan kejang dan sakit kepala. 

Lokasi arteriovenous malformation, ukuran AVM, dan ukuran pembuluh darah yang terlibat dalam AVM menentukan gejala yang Anda rasakan. Anda mungkin tidak memiliki gejala atau tanda-tanda yang tampak apabila AVM berada di otak. Dalam kasus tertentu, AVM di otak dapat menyebabkan sakit kepala atau kejang. Sayangnya, karena kurangnya gejala yang dirasakan, AVM jenis ini sering tidak terdiagnosis hingga gejala yang mengancam nyawa muncul. Beberapa jenis gejala AVM otak adalah pendarahan di tengkorak, biasanya subarachnoid hemorrhage; kejang; sakit kepala; defisit saraf fokal, misalnya lemah, mati rasa, kesemutan dan salah satu sisi tubuh; dan bingung. Apabila AVM berada pada tulang belakang, gejala meliputi lemah otot, ketidakmampuan menggerakkan tangan dan/atau kaki, dan kurangnya koordinasi. Sementara itu, gejala umum AVM di organ tubuh, dada, dan perut di antaranya adalah sakit perut, sakit punggung, sakit dada, dan suara tidak teratur pada pembuluh darah yang terdampak. Beberapa gejala pada anak usia 2 tahun di antaranya adalah gagal jantung bawaan (di mana jantung tidak mampu memompa darah yang masuk), kejang, dan hydrocephalus (peningkatan cairan di otak yang menyebabkan pembengkakan). 

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes untuk mengkonfirmasi adanya AVM. Sangat penting untuk memastikan bahwa kondisi Anda bukan karena kondisi kesehatan lain yang dapat meniru gejala AVM. Alat pencitraan untuk mendiagnosa AVM di antaranya adalah:

  • Pemindaian CT. Memproduksi gambar yang detail di dalam tubuh
  • MRI. Memproduksi gambar otak dan pembuluh darah
  • Angiography. Memvisualisasikan pembuluh darah di sekitar kepala dan leher dengan menyuntikkan zat pewarna menggunakan kateter
  • MRA. Memproduksi gambar pembuluh darah

Rencana perawatan arteriovenous malformation Anda akan sangat bergantung kepada usia, kondisi, dan kesehatan fisik. Tujuan utama yang paling penting adalah untuk mencegah pendarahan internal, yang dapat menyebabkan stroke atau kematian. 

  • Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan meskipun tidak dapat mengobati AVM. Namun, obat dapat mengatur rasa sakit dan kejang.

  • Operasi

Operasi untuk memperbaiki atau mengangkat pembuluh darah yang rusak merupakan sebuah pilihan. Jenis operasi yang dibutuhkan akan tergantung pada jenis AVM yang Anda miliki. Ada 3 pilihan, operasi conventional, endovascular embolization, dan radiosurgery. Endovascular embolization digunakan untuk arteriovenous malformation yang berada jauh di dalam otak atau jaringan sumsum tulang belakang. Prosedur ini tidak memperbaiki AVM, tetapi mengurangi aliran darah ke AVM dan membuat operasi lebih aman. 

Radiosurgery menggunakan radiasi terkonsentrasi tinggi dan menargetkannya langsung pada daerah AVM. Radiasi merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan jaringan parut, yang nantinya akan menghentikan aliran darah ke AVM. 

Arteriovenous malformation tidak dapat dicegah. Akan tetapi, Anda dapat merawat gejala AVM dengan perawatan medis yang baik. Minum obat-obatan yang diresepkan dapat membantu menghindari masalah pendarahan, rasa nyeri, dan komplikasi lain. 

Read More

Tips Menggunakan Face Shield Secara Efektif

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 atau yang lebih dikenal sebagai virus COVID-19. Virus ini merupakan jenis virus baru yang berbahaya bagi tubuh manusia dan penyebarannya sangat cepat. World Health Organization (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai krisis kesehatan global sejak Maret 2020.

face shield

Berbagai upaya penanggulangan dilakukan untuk menghindari tertular virus COVID-19, salah satu yang gencar dipromosikan adalah penggunaan masker yang menutupi hidung hingga dagu. Tidak lama kemudian, face shield muncul dan populer bahkan dianggap dapat menggantikan masker. Padahal penggunaan face shield tidak berguna tanpa masker. Berikut penjelasan lengkap tentang tips menggunakan face shield secara efektif dan benar, serta hal lain yang berhubungan dengan face shield. 

Tips menggunaan face shield yang benar

Menggunakan face shield dengan cara yang salah sama saja tidak memberi manfaat apa pun pada Anda. Hal itu dikarenakan face shield hanyalah alat tambahan dan tetap tidak bisa menggantikan masker dalam pencegahan penularan virus COVID-19. Berikut ini cara menggunakan face shield yang benar. 

  1. Pilih ukuran yang tepat

Jika Anda membeli face shield, pastikan Anda memilih ukuran yang tepat. Face shield sendiri kini hadir dengan berbagai model, bentuk, dan harga yang berbeda-beda di pasaran. Ukuran face shield yang tepat bisa diukur melalui beberapa hal. Pertama, pastikan face shield bisa menutupi area wajah sepenuhnya dari dahi hingga dagu paling bawah. Kedua, pada bagian kanan kiri face shield sebaiknya menyentuh telinga atau setidaknya sangat dekat dengan kedua telinga. Ketiga, semestinya tidak ada celah antara bagian atas face shield dengan dahi. 

  1. Gunakan bersamaan dengan masker 

Menggunakan face shield tanpa menggunakan masker merupakan tindakan yang sia-sia. Survei membuktikan bahwa orang yang hanya menggunakan face shield tanpa masker tetap berisiko tinggi tertular virus COVID-19. Beberapa orang hanya menggunakan face shield tanpa disertai masker dengan alasan bahwa lebih nyaman dan tidak pengap. Padahal, penggunaan face shield yang efektif harus disertai dengan penggunaan masker.

  1. Bersihkan secara rutin

Tips selanjutnya yaitu menjaga kebersihan face shield. Anda perlu membersihkan face shield secara rutin terutama setiap setelah digunakan. Semprotkan cairan disinfektan pada permukaan dalam maupun luar face shield, kemudian lap menggunakan kain bersih. 

  1. Hindari meminjamkan face shield

Sama seperti masker, face shield tidak untuk dipakai bergantian. Hindari meminjamkan face shield pada orang lain. Selain itu, Anda juga tidak seharusnya menggunakan face shield milik orang lain. Hal tersebut untuk menghindari kemungkinan penularan virus COVID-19. 

Cara mencegah penularan virus COVID-19

Menggunakan masker dan face shield merupakan cara penting untuk mencegah penularan virus COVID-19. Selain itu, Anda juga perlu menerapkan beberapa hal lain, berupa protokol kesehatan, agar terhindar dari virus COVID-19.    

  1. Cuci tangan menggunakan sabun

Anda harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun menggunakan air mengalir. Jika tidak ada, gunakan handsanitizer. Hindari pula menyentuh area wajah menggunakan tangan. Selain itu, ketika Anda berbelanja atau akan menyentuh benda yang disentuh banyak orang, Anda bisa menggunakan sarung tangan.  

  1. Menjaga jarak

Agar terhindar dari penularan virus COVID-19, Anda harus menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter. Jangan bersalaman atau memeluk orang sembarangan sebab Anda bisa tertular atau menularkan virus melalui droplet tanpa disadari.  

  1. Hindari kerumunan 

Meski sudah menggunakan masker dan face shield, usahakan Anda tetap menghindari kerumunan. Tetap tinggal di rumah jika memang tidak ada keperluan mendesak untuk pergi keluar. 

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Virus COVID-19 merupakan jenis virus yang menyerang imunitas tubuh. Anda sebaiknya menjaga pola makan, tidur teratur, serta berolahraga sehingga tubuh senantiasa kuat dan sehat. 

Semahal apapun face shield yang Anda gunakan, jika tanpa disertai penggunaan masker, tentu kurang efektif. Menggunakan masker dan face shield saja belum cukup, Anda tetap harus menjalankan protokol kesehatan demi terhindar dari virus COVID-19. Akan tetapi, menggunakan face shield tetap diperlukan sebagai pelindung tambahan. Semakin banyak perlindungan yang Anda terapkan, maka semakin kecil pula risiko tertular virus COVID-19. 

Read More

Hal yang Harus Diperhatikan dari Cara Membersihkan Vagina

Sebagai wanita, pernahkah Anda merasa bingung bagaimana cara membersihkan vagina yang benar? Apakah produk pembersih vagina yang dijual di pasaran aman untuk digunakan? Mengingat bahwa vagina adalah organ reproduksi wanita yang vital, sehingga kita tidak dapat menganggap remeh kebersihan dan kesehatan organ ini.

cara membersihkan vagina

Pada dasarnya, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya secara alami dan Anda tidak perlu untuk membersihkannya menggunakan produk khusus. Justru, bagian vulvalah yang perlu Anda perhatikan kebersihannya.

Perbedaan vagina dan vulva

Sama-sama merupakan organ khusus pada wanita, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar yang jarang dikenali secara baik.

Vulva adalah bagian luar vagina, yang meliputi bagian klitoris, tudung klitoris, rambut kemaluan, dan bibir vagina (labia mayora dan minora). Sementara itu, vagina adalah bagian yang menghubungkan vulva dengan rahim. Secara singkat, vagina sebenarnya telah termasuk ke dalam bagian tubuh wanita.

Vulva juga dikenal sebagai vagina bagian luar dan istilah vagina sebenarnya merujuk pada vagina bagian dalam. Organ vagina bagian luar adalah organ yang mampu dilihat oleh mata dan diperbolehkan untuk dibersihkan. Namun, vagina yang sejatinya berada dalam tubuh wanita, tidak perlu Anda bersihkan.

Cara membersihkan vagina bagian luar secara benar

Vagina bagian luar diperbolehkan untuk dibersihkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan higienis organ wanita ini. Berikut cara membersihkan vagina bagian luar secara benar yang perlu Anda perhatikan.

  • Cukup dengan menggunakan air

Cara membersihkan vagina bagian luar cukup sederhana. Anda hanya perlu membersihkannya dengan menggunakan air, baik air hangat maupun air suhu normal. Anda tidak perlu menggunakan sabun untuk membersihkan organ kewanitaan ini. Namun, jika memang tetap ingin menggunakan sabun, pilihlah sabun tanpa pewangi dan berbahan lembut serta ringan, sehingga tidak mengiritasi vagina. Selain itu, hindari pula agar air dan sabun tidak masuk sampai ke liang vagina bagian dalam.

  • Bersihkan dari arah depan ke belakang

Ketika Anda membersihkan vagina bagian luar, Anda juga disarankan untuk membersihkan anus secara bersamaan. Ada cara khusus untuk melakukannya, yaitu dengan membersihkan dari arah depan ke belakang, mulai dari rambut vagina ke arah anus. Dengan cara membersihkan vagina seperti ini, Anda dapat mencegah bakteri dari anus masuk atau menyebar ke bagian vagina.

  • Membersihkan menggunakan tangan

Anda hanya perlu membersihkan organ vulva dan anus dengan menggunakan tangan. Jika ingin menggunakan tisu atau handuk, pilihlah yang terbuat dari bahan lembut dan tidak memiliki wangi tambahan, sehingga tidak memicu iritasi di sekitar organ ini.

Ketika selesai dibersihkan, Anda dapat menggunakan handuk atau kain bersih untuk mengeringkan vagina bagian luar dengan cara ditepuk-tepuk secara lembut.

Mengapa vagina bagian dalam tidak perlu dibersihkan?

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa vagina bagian dalam memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya secara alami. Vagina akan memproduksi lendir untuk menjaga keseimbangan pH dan bakteri pada organ ini, sehingga kesehatan dan kebersihannya tetap terjaga. Lendir ini juga dikenal dengan keputihan.

Kadar pH di vagina terhitung sedikit asam dan harus memiliki sejumlah bakteri untuk melindunginya dari risiko infeksi. Membersihkan vagina bagian dalam dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri tersebut dan berisiko memicu infeksi.

Beberapa wanita tetap meyakini bahwa membersihkan vagina bagian dalam dengan metode douche atau douching (menyemprotkan cairan antiseptik ke vagina), dapat menjaga kebersihan organ ini. Padahal, cara membersihkan vagina menggunakan metode ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Infeksi jamur pada vagina
  • Kanker serviks
  • Penyakit menular seksual
  • Endometritis
  • Kehamilan ektopik
  • Vaginosis bakteri
  • Penyakit radang panggul
Read More

Bahaya Bakteri Tuberkulosis yang Patut Diwaspadai

                Bakteri tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) sering disebut sebagai TBC memiliki 2 jenis. Keduanya berbeda dari segi gejala yang muncul. Jenis pertama disebut sebagai TB laten. Jika Anda terserang TB laten, maka Anda tidak akan merasa sakit serta tidak muncul gejala meski terdapat bakteri tuberculosis di dalam tubuh Anda. TB laten tidak dapat menular pada orang lain. Jeniskedua yaitu TB aktif. Penderita TB aktif dapat menularkan penyakitnya pada orang lain dan akan menunjukkan gejala tertentu. TB aktid biasanya merupakan TB laten yang tidak diobati secara benar. TBC sendiri dapat menyebabkan kematian sehingga Anda patut waspada agar tidak terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Gejala terinfeksi bakteri tuberkulosis

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, TB laten tidak menunjukkan gejala sama sekali. Anda baru memunculkan gejala ketika terkena TB aktif. Beberapa gejala infeksi bakteri tuberkulosis pada TB aktif yaitu seperti berikut ini.

  • Kelelahan dan kehilangan nafsu makan

Jika Anda kehilangan nafsu makan serta merasa bahwa badan kelelahan terus menerus, bisa jadi Anda terkena TBC. Kedua hal tersebut termasuk dalam gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis.

  • Batuk terus menerus lebih dari 3 minggu

Batuk terus menerus dan tak kunjung berhenti lebih dari 3 minggu juga patut diwaspadai. Apabila batuk disertai dahak dan darah, hal itu sudah merupakan gejala spesifik bahwa Anda terinfeksi virus tuberkulosis.

  • Penurunan berat badan

Gejala lain jika Anda menderita TBC yaitu mengalami penurunan berat badan. Umumnya, penurunan terjadi secara drastis. Bahkan penurunan berat badan ini tanpa alasan yang jelas.

  • Demam dan berkeringat di malam hari

Selain batuk terus menerus, demam juga menjadi gejala TBC. Anda mungkin terinfeksi bakteri tuberkulosis jika demam disertai dengan berkeringat ketika malam hari.

Cara menyembuhkan dari infeksi bakteri tuberkulosis

Kabar baiknya, TBC dapat disembuhkan. Meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun infeksi bakteri tuberkulosis dapat dimusnahkan hingga bersih. Berikut ini beberapa cara yang haruus Anda jalani jika ingin sembuh dari TBC.

  • Karantina secara mandiri

Bakteri tuberkulosis dapat menular dngan mudah sehingga penderita sebaiknya tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang lain. Hal ini pun dilakukan demi pengobatan yang maksimal jika Anda telah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Lakukan karantina secara mandiri agar Anda meminimalisir bertemu orang sehingga tidak berpotensi menularkan bakteri. Selain itu, gunakan alat makan dan kamar mandi secara terpisah dari orang yang sehat.

  • Mengonsumsi obat antibiotik

Bagi penderita TBC, obat yang biasanya diberikan oleh dokter adalah antibiotik. Beberapa jenis obat antibiotik untuk TBC misalnya rifampicin, pyrazinamide, atau isoniazid. Obat antibiotik baru dapat bekerja jika dikonsumsi selama 6 hingga 9 bulan secara teratur dan tidak boleh terlewat. Penggunaan obat tersebut harus dalam pengawasan dokter sehingga dosis serta penghentian pemakaian obat antibiotik pun harus sesuai dengan petunjuk dari dokter.

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Jika ingin segera terbebas dari bakteri tuberkulosis, Anda harus menjaga kebersihan lingkungan selama masa pengobatan, maupun setelah sembuh. Sirkulasi udara yang kurang baik dapat menyebabkan bakteri berkembang biak dengan lebih cepat dan nyaman. Selain itu, mandi dan cuci tangan dengan sabun secara teratur. Bersihkan rumah dan lingkungan secara rutin menggunakan disiinfektan agar bakteri tidak betah berlama-lama.

Beberapa cara untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis dapat Anda terapkan. Anda dapat mencegahnya dengan rajin mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, memperhatikan sirkulasi udara ruangan, serta segera menemui dokter jika sakit. Selain itu, Anda dapat melakukan vaksinasi TBC untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Apabila Anda batuk atau bersin, pastikan tutup menggunakan siku atau tisu. Setelah menggunakan tisu, segera buang ke tempat sampah agar kebersihan terjaga sehingga berguna untuk mencegah terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Read More