Spermatozoa yang Sehat Berpengaruh Pada Kesuburan

Istilah sperma mungkin tidak asing lagi bagi Anda, terutama pria. Dalam perkembangannya sel sperma tersebut akan menjadi spermatozoa, apakah itu?

Spermatozoa merupakan sel sperma dewasa yang terdiri dari kepala, badan, dan ekor dengan panjang kurang lebih 0,05 milimeter. Nah, dibutuhkan spermatozoa yang sehat bila Anda ingin memiliki keturunan. Sebab di dalam kepala spermatozoa, terdapat kapsul genetik yang mengandung 23 kromosom penting untuk pembentukan zigot organisme, atau dalam istilah awam disebut janin.

Proses pembuahan juga hanya bisa terjadi jika spermatozoa berhasil mencapai sel telur. Untuk berenang mencapai sel telur, spermatozoa memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh mitokondria pada badan spermatozoa itu sendiri. Sementara ekor yang terbuat dari benang protein juga turut berperan memberi tenaga kepada sperma untuk keluar dari cairan mani dan berenang menuju sel telur.

Karena peranannya yang penting dalam sistem reproduksi, maka pria sebaiknya memastikan bahwa organ reproduksinya menghasilkan spermatozoa yang sehat.

Tanda spermatozoa yang sehat

Peran spermatozoa yang sehat tak terbatas pada dapat membuahi sel telur, tetapi juga mendorong terjadinya kehamilan yang lancar. Risiko keguguran dan kelahiran bayi secara prematur menjadi lebih kecil bila sejak awal sperma yang membuahi sel telur sehat.

Spermatozoa yang sehat juga membuat embrio yang terbentuk lebih sehat pula. Kemungkinan janin mengalami cacat bawaan lebih kecil.

Apa saja sebetulnya yang menjadi tanda spermatozoa yang sehat? Kualitasnya dapat diukur dari hal-hal berikut ini.

Volume spermatozoa

Dalam keadaan normal, 1 mililiter semen yang dikeluarkan oleh pria mengandung 15 juta spermatozoa. Jumlah ini menjadi salah satu parameter spermatozoa yang sehat.

Volume atau kuantitas spermatozoa ini sudah pasti memengaruhi kemungkinan terjadinya kehamilan. Semakin banyak jumlah spermatozoa yang dikeluarkan, semakin besar kemungkinan untuk terjadinya pembuahan.

Bentuk spermatozoa

Setelah jumlah atau volumenya memadai, spermatozoa yang sehat juga dilihat dari bentuknya. Idealnya, spermatozoa memiliki kepala bulat dan ekor yang panjang. Bentuk tersebut akan memudahkan sel sperma berenang mendekati sel telur sehingga fertilisasi dapat terjadi.

Pergerakan spermatozoa

Tak hanya volume dan bentuknya, pergerakan spermatozoa pun sangat penting. Spermatozoa yang sehat rata-rata dapat bergerak sekitar 3 mm per menit. Sebagian dapat bergerak lebih aktif atau lebih cepat.

Abnormalitas pada spermatozoa

Sebelumnya, berulang kali disebut tentang spermatozoa yang sehat, artinya ada kondisi spermatozoa yang dianggap tidak sehat atau abnormal. Spermatozoa yang abnormal sering dikaitkan dengan gejala infertilitas.

Pria yang memiliki spermatozoa yang tidak sehat, umumnya sulit memiliki keturunan meskipun sudah berhubungan intim dengan wanita selama bertahun-tahun dan tanpa alat kontrasepsi.

Spermatozoa dapat menjadi abnormal karena penyakit keturunan, hormon yang tidak seimbang, atau penyempitan saluran sperma. Kondisi spermatozoa yang abnormal atau tidak sehat ini dapat dilihat dari beberapa gejala yang timbul, antara lain:

– Adanya disfungsi seksual, seperti kesulitan ejakulasi, cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi sedikit, penurunan birahi, dan disfungsi ereksi.

– Jumlah sel sperma kurang dari 15 juta per mililiter semen.

– Pembengkakan testis.

– Gangguan hormon pria, salah satu tandanya pertumbuhan rambut badan berkurang.

– Terjadi ginekomastia atau pertumbuhan payudara.

– Ada masalah pernapasan berulang dan tidak mampu mencium bau.

Tentu Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi spermatozoa sehat atau tidak. Apabila diketahui spermatozoa dalam keadaan kurang baik, maka dokter akan memberikan langkah-langkah perawatan yang sesuai.

Read More

Beberapa Rekomendasi Bak Mandi Bayi yang Unik

Salah satu perlengkapan bayi yang seakan wajib dimiliki adalah bak mandi. Peralatan mandi yang satu ini sangat penting, mengingat memandikan bayi, khususnya yang baru lahir tidaklah mudah. Sehingga bak mandi bayi yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan adalah suatu keharusan.

Ada begitu banyak jenis dengan fungsi dan harga yang berbeda di pasaran. Berikut referensi bak mandi bayi yang mungkin saja cocok untuk bayi Anda:

  • Deluxe Baby Bather: Sandaran Bisa Diatur!

Bila Anda mencari bak mandi bayi yang dapat dilipat plus memiliki sandaran yang bisa diatur, produk bak mandi berbentuk kursi ini dapat menjadi pertimbangan Anda. Bak mandi bayi Deluxe Baby Bather memiliki fitur pengaturan sandaran kursi sampai 3 tingkat sehingga dapat disesuaikan dengan kenyamanan bayi Anda.

Produk ini juga memiliki bantalan empuk yang melekat pada bather untuk membuat kepala bayi dapat bersandar dengan nyaman. Dari segi keamanan, produk ini dilengkapi soft mesh sling yang telah memenuhi standar keamanan Eropa. Selain itu, bak mandi ini dapat digunakan juga sebagai tempat duduk bayi Anda saat berjemur di pagi hari. Bak mandi bayi Deluxe Baby Bather ini dibandrol harga Rp 80,000- 100,000.

  • Squeaky Clean Infaltable Baby Bath: Dilengkapi Mainan Lucu

Dalam paket bak mandi Squeaky Clean Infaltable Baby Bath, tersedia 6 balon berbentuk hewan-hewan lucu, seperti gurita, katak, dan dinosaurus. Tentunya si kecil akan semakin bersemangat saat mandi dan bisa asyik memainkan balon-balon karakter tersebut selagi Anda membersihkan tubuhnya. Tidak hanya itu, bak mandi berbahan vinyl ini pun memiliki warna-warni cerah.

Produk ini cocok untuk Anda yang ingin membuat aktivitas memandikan bayi jadi lebih menyenangkan. Apalagi, terdapat termometer suhu berbentuk ikan lucu yang dapat Anda gunakan untuk mengukur suhu air hangat sebelum memandikan si kecil. Anda juga tidak perlu khawatir soal keamanan sebab sudah ada penahan yang akan menjaga bayi tidak merosot. Harga bak mandi ini dibandrol dengan harga Rp. 135,000.

  • Baby Bathub: Leluasa di Ukuran yang Besar

Untuk Anda yang mencari bak mandi bayi berukuran besar, produk Baby Bathub ini bisa dijadikan pilihan Anda. Ukuran yang besar memungkinkan bayi Anda bergerak lebih leluasa. Bentuk dan tipe bak mandi ini juga lebih terjamin stabilitasnya, kokoh, dan tidak mudah bergeser jika bayi Anda aktif bergerak.

Selain itu, bak mandi bayi Baby Bathub juga dilengkapi dengan tempat untuk meletakkan sabun dan sandaran tangan sehingga memudahkan Anda dalam memandikan bayi. Saat bak ini sudah tidak digunakan lagi, bak mandi ini dapat dijadikan sebagai kolam bermain anak. Para Ibu bisa mendapatkan produk Baby Bathub ini dengan harga Rp 185,000.

  • Bak Mandi IKEA: Ekonomis dan Bebas BPA

Bak mandi bayi produksi IKEA ini dibuat dengan desain simpel sehingga dapat digunakan dengan nyaman. Produk ini terbuat dari bahan plastik bebas BPA seperti yang terdapat pada botol bayi dan kotak makanan sehingga meski sering terkena air panas, akan tetap aman untuk bayi Anda.

Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan karet pelindung antislip pada kaki-kakinya sehingga tidak mudah tergelincir saat Anda gunakan. Jika dilihat dari segi harga, produk ini cukup terjangkau juga. Cocok untuk Anda yang menginginkan produk dengan bahan bebas BPA dan harga yang ekonomis yaitu Rp 180,000

  • Karibu New Folding Bathub: Hemat Tepat Anda

Meskipun ada penyangganya, produk ini bisa dilipat dan dipasang dengan mudah, sehingga bisa menghemat tempat penyimpanan. Terdapat 2 posisi yang dapat di set, serta berbagai pilihan warna yang membuat bak mandi bayi Karibu New Folding Bathub ini semakin variatif.

Tidak hanya itu, bak mandi ini juga dilengkapi dengan sensor air panas yang akan berwarna biru ketika suhu air mencapai 38 derajat. Soal keamanan pun tidak perlu Anda ragukan karena produk ini memiliki 4 kaki yang sudah dilengkapi dengan smart click auto lock sehingga dapat berdiri dengan stabil dan kokoh. Harga bak mandi bayi ini kisaran Rp 410,000.

  • Scale 3 in 1 Baby Bath: Unik dengan Timbangan dan Termometer

Produk canggih Scale 3 in 1 Baby Bath ini cocok untuk oarangtua yang baru memiliki bayi dan ingin selalu memantau perkembangan berat badan bayi dengan cara yang praktis. Bak mandi bayi yang dilengkapi dengan fitur timbangan dan termometer yang membuat si kecil bisa mandi dengan suhu air yang nyaman. Teknologi terkini yang terdapat pada timbangan digitalnya dapat merekam berat badan si kecil secara otomatis sehingga memudahkan untuk memantau pertumbuhan bayi Anda.

Bak mandi bayi ini diklaim dapat menampung beban hingga 20 Kg, sehingga cocok digunakan hingga umur 2 tahun. Dilengkapi juga dengan anti-slip, agar bayi tidak tergelincir. Namun, para oarang tua harus merogoh kantong yang cukup dalam untuk mendapatkan bak mandi bayi ini karena dibandrol dengan harga Rp. 1,300,000.

Read More

Kondisi Kesehatan yang Bisa Didiagnosis Melalui Elektromiografi

Elektromiografi dilakukan untuk memeriksa kondisi saraf motorik.

Ada banyak kondisi kesehatan yang menyerang otot dan sistem saraf manusia. Kondisi tersebut jika terjadi akan memengaruhi ruang gerak atau mobilitas seseorang. Hampir semuanya kondisi yang berkaitan dengan otot dan saraf bisa didiagnosa dengan elektromiografi.

Elektromiografi (EMG) merupakan sebuah prosedur diagnostik untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengontrolnya. Berkaitan dengan itu, berikut ini macam kondisi kesehatan yang dapat diketahui lebih lengkap melalui prosedur EMG:

  1. Distrofi

Distrofi otot adalah kumpulan  penyakit yang melibatkan dan menyebabkan kelemahan progresif dan hilangnya massa otot. Yang terjadi pada distrofi ini adalah gen yang abnormal mengganggu produksi protein untuk membentuk otot yang sehat.

Ada banyak kondisi kesehatan yang masuk dalam kelompok distrofi otot. Gejalanya dapat mulai terlihat saat seseorang masih usia kanak-kanak. Meski dapat menyerang siapa saja, tetapi penyakit yang dapat dideteksi oleh prosedur elektromiografi ini lebih sering diderita oleh laki-laki.

Tanda dan gejala spesifik dimulai pada usia yang berbeda dan pada kelompok otot yang berbeda, tergantung pada jenis distrofi otot. Beberapa jenis distrofi otot dapat dipahami melalui gambaran spesifik yang terlihat dari gejala-gejala yang dialami. Seperti:

  • Myotonik: Jenis ini ditandai dengan ketidakmampuan mengendurkan otot setelah kontraksi. Otot wajah dan leher biasanya yang pertama kali terserang distrofi jenis ini. Penderita biasanya memiliki wajah yang panjang dan kurus; kelopak mata terkulai; dan leher seperti angsa.
  • Facioscapulohumeral (FSHD): Kelemahan otot biasanya dimulai di wajah, pinggul, dan bahu. Salah satu kondisi yang bisa menjadi penanda dari jenis ini adalah kelainan di bahu ketika lengan direntangkan. Umumnya kondisi ini terjadi pada usia remaja, tetapi tak menutup kemungkinan bisa terjadi pula pada masa kanak-kanak atau hingga usia 50 tahun.
  • Congenital: Distrofi jenis ini merupakan kondisi yang terjadi lantaran “bawaan lahir”. Gejalanya bisa terlihat bahkan sejak bayi dilahirkan hingga ia berusia 2 tahun. Beberapa kondisi berkembang perlahan dan hanya menyebabkan cacat ringan, sementara yang lain berkembang pesat dan bisa menyebabkan gangguan parah.
  • Limb-girdle: Jenis ini menyerang bagian otot pinggul dan bahu. Orang-orang dengan distrofi otot ini akan mengalami kesulitan saat mengangkat bagian kaki depan sehingga sering tersandung. Gejala mulai muncul pada masa kanak-kanak atau remaja.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi distrofi otot. Oleh karenanya, elektromiografi dibutuhkan untuk mendapatkan diagnosis yang lengkap dan menyeluruh guna memberikan penanganan yang tepat, baik itu terapi maupun mengelola gejala agar dapat memperlambat dampak yang bisa terjadi.

  1. Polymyositis

Polymyositis adalah penyakit radang tidak-biasa yang menyebabkan kelemahan otot di kedua sisi tubuh Anda. Orang dengan polymyositis akan sulit untuk naik tangga, naik dari posisi duduk, mengangkat benda.

Kelemahan otot lantaran polymyositis ini melibatkan otot-otot yang paling dekat dengan batang tubuh, seperti yang ada di pinggul, paha, bahu, lengan atas, dan leher. Kelemahan memengaruhi sisi kiri dan kanan tubuh Anda dan cenderung akan terus memburuk secara perlahan.

Polymyositis umumnya menyerang orang dewasa pada usia 30-an, 40-an, atau 50-an. Uniknya, kondisi ini lebih umum terjadi kepada orang kulit hitam daripada pada orang kulit putih. Wanita pun lebih sering terkena daripada pria. Tanda dan gejala biasanya berkembang secara bertahap, selama beberapa minggu atau bulan.

Meskipun tidak ada obat khusus untuk polymyositis, perawatan, mulai dari obat-obatan hingga terapi fisik, dapat meningkatkan kembali kekuatan dan fungsi otot Anda. Namun, dokter butuh diagnosis yang tepat sebelum bisa memberikan penanganan kepada pasien.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi terkait polymyositis, tenaga medis biasa menggunakan prosedur elektromiografi. Akan tetapi diagnosis tidak terbatas pada prosedur itu, dokter bisa pula melakukan tes darah, MRI, hingga biopsi otot.

  1. Myasthenia Gravis

Myasthenia gravis merupakan kondisi kelemahan dan keletihan otot-otot yang terjadi lantaran gagalnya “komunikasi” antara saraf dan otot. Kelemahan otot yang disebabkan oleh myasthenia gravis memburuk saat otot kita terus menggunakan bagian otot yang terserang. 

Sebab gejala kondisi ini biasanya akan membaik dengan istirahat, kelemahan otot bisa datang dan pergi. Namun, gejalanya cenderung berkembang dari waktu ke waktu, biasanya mencapai yang terburuk dalam beberapa tahun setelah timbulnya penyakit.

Tidak ada obat untuk myasthenia gravis, tetapi perawatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan atau kaki, penglihatan ganda, kelopak mata terkulai, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan dan bernapas. Meskipun penyakit kondisi ini dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, myasthenia gravis biasanya menyerang wanita di bawah 40 tahun dan pada pria di atas 60 tahun.

***

Itulah tiga kondisi kesehatan atau penyakit otot dan saraf yang dapat diketahui melalui prosedur elektromiografi. Prosedur ini bisa dilakukan di rumah sakit setelah mendapat rekomendasi oleh dokter. Jika memang diperlukan, jangan ragu ketika dokter menyarankan Anda untuk melakukan prosedur tersebut.

Read More

Apa Yang Menjadi Penyebab Gejala Rabun Senja?

Rabun senja merupakan sebuah gangguan penglihatan yang dikenal dengan istilah nyctalopia. Gejala rabun senja bagi orang-orang yang memiliki kondisi ini adalah memiliki penglihatan yang buruk pada malam hari atau pada kondisi dengan pencahayaan yang remang-remang. Banyak orang beranggapan bahwa gejala rabun senja adalah kebutaan pada malam hari. Namun, hal tersebut hanyalah rumor kesalahpahaman. Rabun senja hanya akan membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam melihat atau mengemudi di kegelapan. Beberapa jenis rabun senja dapat dirawat dan diobati, namun beberapa jenis lain tidak. Hubungi dokter Anda untuk menentukan penyebab rabun senja Anda. Apabila dokter menemukan gejalanya, ia bisa membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Gejala dan Penyebab rabun senja

Gejala rabun senja yang utama adalah kesulitan dalam melihat pada ruangan yang gelap. Anda akan mengalami rabun senja saat mata bertransisi dari lingkungan yang terang ke area dengan pencahayaan minim, misalnya ketika Anda baru saja berjalan di trotoar yang terang lalu masuk ke dalam restoran yang gelap. Anda juga akan memiliki penglihatan yang buruk ketika mengemudi akibat cahaya terang lampu mobil dan lampu jalan yang berselang-selang. Selain gejala utama tersebut, mereka yang menderita rabun senja juga dapat memiliki gejala jenis lain seperti sakit kepala, sakit mata, mual, muntah, pandangan buram, sensitivitas terhadap cahaya, dan kesulitan melihat jarak jauh.

Beberapa kondisi gangguan mata dapat menyebabkan rabun senja, seperti rabun jauh (pandangan kabur saat melihat benda di kejauhan), katarak (lensa mata yang berkabut), retinitis pigmentosa (pigmen gelap menumpuk di retina dan mengakibatkan visi terowongan), dan sindrom Usher (gangguan genetik yang memengaruhi penglihatan dan pendengaran).  Orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkan katarak. Sehingga, mereka dalam grup tersebut memiliki risiko lebih besar untuk mengidap rabun senja akibat katarak apabila dibandingkan dengan anak-anak atau remaja.

Defisiensi vitamin A juga bisa menjadi penyebab seseorang untuk menderita rabun senja. Vitamin A, juga disebut dengan retinol, memerankan peran penting dalam mengubah impuls saraf menjadi gambar di retina. Retina merupakan daerah yang sensitif terhadap cahaya, dan berada di bagian belakang mata. Orang-orang dengan insufisiensi pankreas, seperti mereka yang memiliki cystic fibrosis, memiliki kesulitan dalam menyerap lemak sehingga memiliki risiko yang tinggi untuk terkena defisiensi vitamin A. Ini dikarenakan vitamin A larut dalam lemak. Oleh sebab itu, mereka yang memiliki kondisi tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mendertia rabun senja. Orang-orang dengan glukosa darah tinggi atau diabetes juga memiliki risiko mengidap penyakit mata seperti katarak.

Vitamin A bisa sembuhkan rabun sennja?

Apabila penyebab rabun senja Anda adalah karena kekurangan vitamin A, perawatan akan melibatkan penambahan vitamin A ke dalam diet makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Beberapa makanan sumber vitamin A yang baik adalah telur, cereal, susu, sayuran dan buah yang berwarna hijau dan kuning, minyak hati ikan cod, dan sayuran berwarna hijau. Namun, sayangnya, dalam beberapa kasus tertentu, gejala rabun senja tidak dapat diobati. Misalnya saja pada kondisi retinitis pigmentosa. Saat ini tidak ada perawatan yang efektif untuk mengobati kondisi tersebut. Meskipun demikian, beberapa alat mata khusus dan layanan terapi dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala rabun senja. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki masalah atau gangguan penglihatan yang berhubungan dengan gejala rabun senja.

Read More

Selain Vaksin Hib, Ini Deretan Imunisasi Wajib bagi Anak

Di Indonesia, imunisasi dengan memberikan vaksin pada anak diwajibkan oleh pemerintah. Tujuannya jelas, yakni mempersiapkan kondisi tubuh anak agar terhindar dari berbagai jenis penyakit berbahaya. Setidaknya ada 5 jenis vaksin wajib yang harus didapat anak sebelum mereka menginjak usia satu tahun. Salah satu di antaranya adalah vaksin Hib.

Imunisasi dengan memasukkan vaksin ke tubuh anak berfungsi untuk membentuk antibodi guna memperkuat kerja sistem imun dalam menghadapi patogen atau kuman, bakteri, jamur, virus, dan lainnya. Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan virus atau bakteri penyebab “penyakit terget” yang sudah dilemahkan.

Tubuh anak kemudian mendeteksi kedatangannya sebagai “ancaman” dan memicu sistem imun untuk memproduksi antibodi yang nantinya bertugas untuk melawan penyakit. Jadi, jika suatu saat anak terserang penyakit tersebut, tubuhnya sudah memiliki “pasukan” antibodi yang mampu mengenali dan melawan serangan virus atau bakteri.

Ada tiga keuntungan bagi anak yang telah mendapat serangkaian imunisasi, pertama karena imunisasi sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit; kedua, sekali diimunisasi maka setidaknya tubuh anak telah terlindungi dengan baik dari ancaman penyakit tersebut; ketiga, anak justru berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah jika tidak diimunisasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi wajib yang harus diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 tahun. Imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti posyandu, puskesmas, maupun rumah sakit daerah. Nah, selain vaksin Hib, apa saja sih jenis imunisasi wajib lain yang ditetapkan pemerintah? Berikut ulasannya:

  1. Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan bisa berujung pada kanker hati atau sirosis. Vaksin hepatitis B harus didapat segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahiran. Namun, bayi harus mendapatkan suntikan vitamin K1 dulu 30 menit sebelum divaksin.

Selain untuk melindungi bayi dari penularan hepatitis B dari orang lain di masa depannya, vaksin ini sekaligus berfungsi mencegah risiko penularan dari ibu ke anak saat persalinan. Sebab kenyataannya cukup banyak ibu yang tidak menyadari dirinya terkena hepatitis B karena tidak pernah merasakan gejala apa pun.

Setelah jadwal vaksin yang pertama, imunisasi hepatitis B juga harus diulang dua kali lagi. Satu saat bayi telah berumur 1 bulan dan terakhir saat usianya 6 bulan. Pengulangan imunisasi ini bertujuan untuk “memperbarui” jangka waktu perlindungannya dan memperkuat sistem imun anak.

  • Vaksin Polio

Polio adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Polio menyebabkan badan pengidapnya lumpuh sehingga juga umum dikenal sebagai penyakit lumpuh layu. Pada kasus yang lebih parah, polio sampai mengganggu pernapasan dan proses menelan sehingga dapat berakibat fatal bila tidak diobati.

Itu kenapa bayi perlu mendapatkan vaksin polio secepatnya sebelum berusia genap 1 tahun. Vaksin polio terdiri dari 4 rangkaian yang harus dilengkapi semuanya. Vaksin yang pertama diberikan segera setelah baru lahir, yang kedua pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat menginjak 6 bulan.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi polio dilanjutkan saat bayi berusia sekitar 18-24 bulan.

  • Vaksin BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang saluran pernapasan dan mungkin menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera diobati.

Berbeda dengan beberapa jenis imunisasi di atas, vaksin BCG cukup diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan. Efektivitasnya akan paling optimal jika diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin BCG bekerja menyerang bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru dan selaput otak.

  • Vaksin Campak

Campak (rubeola) adalah infeksi menular yang cukup umum terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh.

Nah, imunisasi dapat membantu menurunkan risiko buah hati Anda tertular penyakit ini. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang otak.

Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berusia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan.

Sebelum program imunisasi dilaksanakan secara global, campak adalah salah satu penyakit endemik penyebab kematian anak terbanyak setiap tahun di dunia.

  • Vaksin Pentavalen (DPT-HB-HiB)

Nah, vaksin Hib masuk ke dalam rangkaian imunisasi ini. Vaksin Hib diberikan berbarengan bersama vaksin DPT dan vaksin HB. Kombinasi itu disebut vaksin pentavalen. Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Jadwal pemberian vaksin ini sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Jika tidak dicegah sejak dini, beragam penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius pada anak di masa depannya.

Vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi terhadap bakteri Haemophilus influenzae type b (Hib). Dalam perjalanannya, bakteri ini bisa menyebabkan pneumonia dan meningitis di kemudian hari.

Read More

Selain Manfaat Jiu-jitsu, Berikut 5 Fakta soal Bela Diri Ini

Olahraga beladiri asal Jepang menjadi banyak pilihan masyarakat, khususnya perempuan. Gerakan-gerakannya yang lebih mengandalan gaya pertahanan membuat beladiri asal Jepang dinilai cocok sebagai jenis olahraga untuk mempertahankan diri, tidak terkecuali Jiu-jitsu.

Salah satu beladiri asal Negeri Sakura ini bahkan dipercaya memiliki segudang kelebihan dibandingkan jenis beladiri lainnya. Selain untuk membela diri, manfaat jiu-jitsu yang membuat banyak kaum hawa menggemari jenis bela diri adalah mampu merangsang kesegeran otak sehingga menghindari Anda dari serangan depresi.

Manfaat Jiu-jitsu ini pulalah yang membuat Anda tertarik untuk segera berlatih bela diri yang satu ini. Namun selain hanya berfokus pada manfaatnya, ada baiknya Anda mengetahui berbagai fakta dari olahraga bela diri Jepang yang satu ini.

Induk dari berbagai bela diri jepang

Coba perhatikan, rata-rata jenis bela diri Jepang selalu mengandalkan pertahanan, sama seperti manfaat Jiu-jitsu yang lebih mengarah pada perlindungan diri. Kemiripan pola bertarung yang lebih memfokuskan pada pertahanan ini karena pada dasarnya berbagai jenis bela diri tersebut terinsipirasi dari Jiu-jitsu.

Bisa dikatakan Jiu-jitsu adalah induk dari berbagai jenis bela diri jepang. Mau itu kenpo, judo, aikido, maupun hapkido, semuanya mengambil teknik pertahanan utama dari jiu-jitsu. Di mana teknik pertahanan tersebut dapat menang dengan memanfaatkan cela serangan balik dari kekuatan lawan.

Gerakan dikembangkan Imigran China 

Gerakan-gerakan dasar Jiu-jitsu mulai dikembangkan pada abad ke-16 oleh para samurai Jepang. Bela diri ini menjadi pengganti penggunaan senjata dalam perang yang mulai dilarang. Namun saat itu, gerakan Jiu-jitsu masih terbatas pada gerakan merebut, belum sebanyak gerakan Jiu-jitsu seperti saat ini. Manfaat Jiu-jitsu sebagai perlawanan diri pun belum tampak dari gerakan-gerakan awal yang dikembangkan para samurai.

Gerakan Jiu-jitsu semakin bervariasi dan sudah mengarah pada pertahanan dan pertarungan tubuh terjadi pasca tahun 1700-an. Saat itu, seorang imigran dari China mengembangkan berbagai gerakan untuk Jiu-jitsu. Sumber dari gerakan Jiu-jitsu yang lebih beraneka tersebut terinspirasi dari gerakan kungfu China.

Mengambil analogi pohon bambu

Pada dasarnya tiap gerakan dari seni bela diri Jiu-jitsu mengambil analogi pohon bambu. Pohon bambu dinilai bisa menggambarkan bahwa untuk bisa mempertahankan diri tidak melulu harus menjadi yang terkuat, melainkan harus mampu memanfaatkan celah dengan mengandalkan kelenturan.

Karena itu, tidak heran jika gerakan-gerakan Jiu-jitsu rata-rata lebih mengarah pada gerakan seperti mengelak dengan langkah yang cepat dan badan yang lentur. Hingga pada momen yang tepat, Anda bisa memanfaatkan kekuatan lawan untuk melakukan serangan balik yang lebih berefek. Ini sama seperti pohon bambu yang sangat lentur sehingga mampu menghasilkan daya hempas yang berbahaya pada kondisi tertentu.

Seragam lambang kesederhanaan

Dalam seni bela diri Jiu-jitsu, seragam yang dipakai oleh petarungnya adalah jubah putih polos tanpa aksen apapun. Untuk kondisi tertentu, terkadang digunakan jubah hitam, namun tetap tidak ada aksen dalam seragam tersebut.

Seragam-seragam yang digunakan oleh para petaru Jiu-jitsu ini sebenarnya melambangkan keserhanaan. Di mana para petarung yang mengandalkan teknik Jiu-jitsu diharapkan tetap sederhana dan menaruh rasa hormat kepada siapapun, tidak terkecuali terhadap lawannya. Dengan demikian, manfaat Jiu-jitsu sebagai bela diri yang mendewasakan dan mempertahankan diri bisa lebih terasa.

Sudah disertakan dalam turnamen internasional 

Mulanya seni bela diri asal Jepang ini memang hanya diperuntukkan untuk pertarungan, tanpa embel-embel medali. Walaupun memang tidak lama setelah perkembangannya, mulai ada tingkatan keahlian untuk  para petarung yang mempelajari Jiu-jitsu.

Akan tetapi, saat ini jiu-Jitsu semakin tenar dan sudah diikutkan dalam berbagai turnamen internasional. Beberapa turnamen internasional yang sudah mengikutkan jiu-Jitsu dalam kompetisinya antara lain Asian Games dan Olimpiade.

***

Jadi selain manfaat Jiu-jitsu yang cukup banyak, berbagai fakta seni bela diri dari Jepang ini juga semakin membuat Anda tertarik belajar olahraga yang satu ini, bukan?

Read More

Apa Itu Intubasi Endotrakeal dan Kenapa Harus Dilakukan?

Pernahkah Anda mendengar sebuah tindakan medis yang bernama intubasi endotrakeal? Tindakan medis ini merupakan sebuah prosedur darurat yang biasanya diberikan pada orang-orang yang hilang kesadaran atau mereka yang tidak dapat atau kesulitan bernapas. Intubasi endotrakeal menjaga agar saluran udara tetap terbuka sehingga mencegah pasien kekurangan napas. Dalam prosedur intubasi endotrakeal, biasanya pasien akan diberikan anestesi. Kemudian, sebuah tabung/pipa plastik fleksibel dimasukkan ke dalam batang tenggorok melalui mulut untuk membantu ia bernapas.

Mengenal apa itu trachea

Batang tenggorok, atau dalam dunia medis juga dikenal dengan istilah trachea, merupakan sebuah pipa yang membawa oksigen ke dalam paru-paru. Ukuran pipa pernapasan yang digunakan disesuaikan dengan usia dan ukuran tenggorokan. Dalam tubuh manusia, yang disebut batang tenggorok adalah bagian di bawah laring, atau kotak suara,yang memanjang hingga bagian di belakang tulang dada atau sternum. Batang tenggorok tersebut kemudian bercabang menjadi 2 tabung yang lebih kecil, yang disebut bronkus utama kanan dan kiri. Masing-masing tabung berhubungan dengan masing-masing paru-paru. Bronkus kemudian akan terus bercabang menjadi jalan udara yang lebih kecil di dalam paru-paru. 

Batang tenggorok Anda terbuat dari tulang rawan, otot, dan jaringan ikat yang kuat. Lapisannya terbuat dari jaringan halus. Setiap kali Anda menarik napas, batang tenggorok akan sedikit menjadi lebih lebar dan panjang, yang kemudian akan kembali ke ukuran asli (saat relaks) saat Anda menghembuskan napas. Anda dapat mengalami kesulitan bernapas atau bahkan sama sekali tidak dapat bernapas apabila saluran udara tersumbat atau rusak. Dalam kasus ini, intubasi endotrakeal sangat dibutuhkan.

Mengapa intubasi endotrakeal perlu dilakukan?

Anda mungkin membutuhkan prosedur ini untuk beberapa alasan, seperti:

  • Untuk membuka saluran udara sehingga Anda dapat menerima anestesi, obat-obatan, dan oksigen
  • Untuk melindungi paru-paru
  • Anda sudah berhenti bernapas atau memiliki kesulitan saat bernapas
  • Anda membutuhkan bantuan mesin untuk bernapas
  • Anda memiliki cidera kepala sehingga tidak dapat bernapas dengan sendirinya
  • Anda perlu dibius dalam waktu yang cukup lama agar bisa sembuh dari cidera atau penyakit yang serius

Intubasi endotrakeal dapat menjaga saluran udara Anda tetap terbuka. Hal ini dapat membuat oksigen untuk dapat masuk atau keluar dengan bebas dari paru-paru Anda saat bernapas.

Bagaimana proses intubasi endotrakeal dilakukan?

Intubasi endotrakeal biasanya dilakukan di rumah sakit, di mana Anda akan menerima anestesi. Dalam kasus kedaruratan, paramedis yang berada di lokasi darurat dapat melakukan intubasi endotrakeal. Setelah Anda dibius, ahli anestesi akan membuka mulut Anda dan memasukan sebuah alat kecil yang disebut laryngoscope. Alat ini digunakan untuk melihat bagian dalam laring, atau kotak suara. Setelah laring ditemukan, sebuah pipa plastik yang fleksibel akan dimasukkan melalui mulut menuju bagian bawah batang tenggorokan. Ahli anestesi kemudian akan mendengarkan pernapasan Anda melalui stethoscope untuk memastikan bahwa pipa sudah berada di tempat yang tepat. Setelah Anda tidak membutunkan bantuan untuk bernapas, pipa akan dilepas. Prosedur intubasi endotrakeal akan sedikit berbeda apabila Anda sedang mendapatkan prosedur operasi atau berada dalam perawatan intensif. Dalam kasus ini, pipa akan disambungkan ke ventilator, atau mesin pernapasan, tepat setelah pipa berada di lokasi yang diharapkan. Dalam beberapa kasus tertentu, pipa dapat disambungkan ke sebuah kantong untuk sementara waktu. Ahli anestesi kemudian akan menggunakan kantong tersebut untuk memompa udara ke dalam paru-paru.

Read More

4 Cara Memutihkan Selangkangan dengan Bahan-Bahan Alami

Kadang kulit bisa menjadi lebih gelap di beberapa bagian, pada siku, lutut, ketiak, bahkan selangkangan. Dalam istilah medis, kondisi tersebut disebut hiperpigmentasi. Dapat terjadi pada siapa saja dengan warna kulit apa pun.

Hiperpigmentasi bukanlah suatu gangguan yang perlu dikhawatirkan, sama sekali tidak berbahaya. Namun, beberapa orang kadang merasa terganggu. Sehingga orang kadang mencari cara memutihkan bagian tubuh yang mengalami hiperpigmentasi.

Secara khusus, cukup banyak orang yang mencari cara memutihkan selangkangan sebab tidak nyaman dengan warnanya yang lebih gelap. Sebelum membahas berbagai cara tersebut, ada baiknya bila kita mengetahui penyebabnya.

Pemicu hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi terjadi karena produksi melanin, pigmen pemberi warna kulit, sehingga warna kulit menjadi lebih gelap. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu kondisi tersebut, yaitu:

– Lecet atau iritasi

Lecet di area paha atau selangkangan terjadi karena paha sering bergesekan ketika berjalan. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penggunaan pakaian ketat di daerah selangkangan. Di area yang sering bergesekan serta mengalami iritasi tersebut, kulit biasanya akan menjadi lebih gelap dibanding bagian lainnya.

– Hormon yang tidak seimbang

Beberapa bagian kulit wanita yang sedang hamil atau menyusui kadang lebih gelap, seperti pada selangkangan, ketiak, serta leher. Hal tersebut disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang.

– Kegemukan

Kegemukan sering kali menjadi penyebab hiperpigmentasi. Sebab orang dengan tubuh gemuk, kedua pahanya akan bergesekan ketika berjalan, sehingga terjadi hiperpigmentasi. 

Selain itu, kegemukan juga sering menjadi faktor risiko diabetes di mana salah satu gejalanya adalah beberapa bagian kulit menjadi lebih gelap, seperti pada ketiak, selangkangan, serta leher di sekitar kerah baju.

– Penggunaan obat tertentu

Bintik-bintik hitam atau hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh obat hormonal, seperti pil kontrasepsi.

Pasien yang menjalani kemoterapi juga sering memiliki beberapa area kulit yang lebih gelap.

Cara memutihkan selangkangan yang alami

Sebetulnya terdapat cara memutihkan selangkangan secara medis, namun tidak dipungkiri kadang beberapa orang merasa sungkan berkonsultasi dengan dokter terkait masalah ini. Oleh sebab itu, Anda dapat mencoba beberapa cara memutihkan selangkangan dengan menggunakan bahan alami.

1. Oatmeal dan yoghurt

Eksfoliasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi hiperpigmentasi. Oatmeal  dapat digunakan sebagai eksfoliator. Dibandingkan gula, oatmeal lebih halus untuk digunakan sebagai scrub.

Adapun asam laktat yang terkandung di dalam yoghurt dapat membantu memperbaiki kondisi kulit.

Untuk membuat scrub, Anda cukup mencampurkan oatmeal dengan air. Kemudian, tambahkan yoghurt tanpa pemanis ke dalam campuran tersebut, dengan perbandingan sama banyak. Contoh, Anda dapat mencampurkan 2 sendok makan oatmeal dengan 2 sendok makan yoghurt.

2. Minyak kelapa dan jus lemon

Telah lama vitamin C diketahui dapat mencerahkan kulit. Maka, kandungan vitamin C dalam jus lemon juga dapat membantu mengatasi hiperpigmentasi kulit. Sementara peran minyak kelapa dalam campuran ini adalah sebagai pelembab, menjaga kulit selangkangan tetap lembut dan halus.

Sebagai cara memutihkan selangkangan, Anda dapat mencampur beberapa sendok minyak kelapa dengan air perasan dari setengah buah lemon.

3. Lidah buaya

Lidah buaya memiliki kemampuan menenangkan kulit dan meredakan iritasi. Selain itu, tanaman ini juga mengandung aloin yang dapat mencerahkan kulit.

Cara penggunaannya pun sangat mudah, cukup oleskan gel lidah buaya pada bagian selangkangan yang mengalami hiperpigmentasi.

4. Potongan kentang

Di dalam kentang terdapat ketokolase, enzim yang dapat mencerahkan kulit. Oleh sebab itu, menggosok kulit dengan potongan kentang diyakini mampu mengatasi hiperpigmentasi.

Anda cukup memotong kentang dan menggosokkan potongan kentang tersebut selama 15 menit. Lalu, bilas hingga bersih.

Perlu dipahami, cara memutihkan selangkangan dengan bahan alami akan membutuhkan waktu yang relatif panjang hingga hasilnya terlihat. Jadi, Anda perlu bersabar dan menggunakannya secara rutin.

Read More

Manfaat dan Risiko Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk mendiagnosa dan merawat kondisi-kondisi kardiovaskular tertentu. Saat prosedur kateterisasi jantung berlangsung, tabung tipis panjang bernama kateter akan dimasukkan ke dalam arteri atau vena di pangkal paha, leher, dan lengan untuk kemudian disambungkan melalui pembuluh darah ke jantung. Menggunakan alat keteter tersebut, dokter kemudian akan dapat melakukan pemeriksaan diagnostic sebagai bagian dari kateterisasi jantung. Beberapa perawatan penyakit jantung, seperti angiplasti koroner dan stenting koroner, juga dilakukan menggunakan kateterisasi jantung. Biasanya, Anda akan sadar saat proses kateterisasi jantung berlangsung. Namun, dokter akan memberikan obat-obatan tertentu untuk membantu Anda merasa lebih relaks dan nyaman. Waktu pemulihan setelah prosedur kateterisasi jantung dilakukan relatif cepat. Selain itu, risiko terjadinya komplikasi setelah prosedur berlangsung sangatlah kecil. Artikel ini akan membahas seluk beluk mengenai kateterisasi jantung dengan lebih jelas.

Mengapa kateterisasi jantung perlu dilakukan?

Kateterisasi jantung dilakukan untuk memeriksa apakah seseorang memiliki gangguan kesehatan jantung. Selain itu, tindakan medis ini juga dapat dilakukan sebagai bagian dari prosedur perawatan penyakit jantung yang telah diketahui. Apabila Anda akan mendapatkan kateterisasi jantung sebagai bentuk pemeriksaan penyakit jantung, dokter dapat melakukan hal-hal berikut ini seperti:

  • Menemukan penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah yang dapat menyebabkan rasa sakit pada dada (angiogram)
  • Mengukur tekanan dan kadar oksigen di beberapa bagian jantung (hemodynamic assessment)
  • Memeriksa fungsi pemompaan jantung (ventriculogram kanan atau kiri)
  • Mengambil sampel atau contoh jaringan yang ada di jantung (biopsy)
  • Melakukan diagnosa cacat jantung yang muncul saat lahir (cacat jantung bawaan)
  • Mencari masalah yang ada pada katup jantung

Kateterisasi jantung juga digunakan sebagai salah satu bentuk prosedur untuk merawat penyakit jantung. Prrosedur yang dimaksud adalah:

  • Memperlebar arteri yang sempit (angioplasty) dengan atau tanpa penempatan stent
  • Menutup lubang yang ada pada jantung atau memperbaiki cacat jantung bawaan apapun
  • Membuka katup jantung yang menyempit (balloon valbuplasty)
  • Merawat irama jantung yang tidak teratur menggunakan ablasi
  • Menutup sebagian jantung untuk mencegah penggumpalan darah

Manfaat dan risiko prosedur kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dapat membantu dokter untuk mendiagnosa dan melakukan perawatan pada masalah jantung tertentu yang dapat menyebabkan gangguan lebih parah seperti stroke atau serangan jantung. Ada kemungkinan Anda terhindar dari serangan jantung atau menghentikan serangan jantung di kemudian hari apabila dokter mampu memperbaiki masalah kesehatan jantung yang ditemukan saat prosedur kateterisasi jantung dilakukan.

Namun, perlu diketahui bahwa prosedur apapun yang berhubungan dengan kondisi jantung seseorang memiliki risiko tertentu yang harus diwaspadai. Kateterisasi jantung dianggap memiliki risiko yang relatif rendah, dan sangat jarang ditemukan kasus di mana orang-orang memiliki efek samping akibat prosedur ini. Namun, risiko komplikasi, meskipun sangat langka dan jarang terjadi, akan lebih tinggi terutama apabila Anda menderita penyakit diabetes dan ginjal, atau Anda telah berumur lebih dari 75 tahun.

Beberapa risiko yang sering dihubungkan dengan kateterisasi jantung seperti reaksi alergi terhadap bahan atau obat-obatan yang digunakan selama prosedur; pendarahan, infeksi, dan lebam pada daerah di mana kateter dimasukkan; penggumpalan darah, yang mana dapat memicu serangan jantung, stroke, dan gangguan kesehatan serius lain; kerusakan pada daerah arteri di mana kateter dimasukkan; irama jantung yang tidak teratur (arrhythmia); kerusakan ginjal yang disebabkan oleh bahan kontras; tekanan darah rendah; dan juga jaringan jantung yang sobek.

Read More

Induksi Persalinan, Amankah untuk Ibu dan Bayi?

Idealnya, persalinan terjadi di sekitar tanggal perkiraan kelahiran. Namun pada kondisi-kondisi tertentu, proses persalinan kadang perlu dipercepat. Pada kasus lain, usia kehamilan sudah melewati tanggal perkiraan kelahiran, akan tetapi tidak ada tanda-tanda persalinan. Hal-hal tersebut biasanya membuat dokter menyarankan untuk dilakukan induksi persalinan.

Secara sederhana, induksi persalinan merupakan tindakan medis untuk merangsang proses persalinan secara normal. Tentu saja, ada banyak kondisi yang melatarbelakangi dilakukannya induksi persalinan.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kehamilan sudah memasuki waktu kelahiran tetapi tidak kunjung ada tanda-tanda persalinan. Kondisi ini termasuk salah satu keadaan yang memicu dilakukannya induksi persalinan.

Kondisi lainnya, ketuban sudah pecah tetapi tidak kunjung terjadi kontraksi. Atau ada komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes, jumlah ketuban sedikit, gangguan pada plasenta, atau terjadi infeksi.

Karena terkait dengan proses persalinan, fokus setiap ibu pasti sama: apakah induksi persalinan aman bagi ibu dan bayi?

Risiko dari induksi persalinan

Seperti semua tindakan medis, induksi persalinan juga memiliki risiko. Beberapa hal di bawah ini merupakan risiko yang mungkin timbul akibat induksi persalinan.

1. Gangguan irama jantung pada janin

Obat yang digunakan dalam proses induksi persalinan, memang ditujukan untuk memicu kontraksi. Sayangnya, kontraksi yang terjadi dapat menjadi terlalu kuat dan terlalu sering. Akibatnya, pasokan oksigen ke janin menjadi tidak lancar dan memicu terjadinya gangguan irama jantung pada janin.

2. Lilitan tali pusat

Kontraksi yang terlalu kencang dan kuat, akibat pemberian obat induksi, juga dapat menimbulkan lilitan tali pusat pada janin. Saat berada di dalam kandungan, janin terlilit tali pusat tidak terlalu menjadi persoalan. Namun bila kondisi tersebut terjadi saat proses persalinan, dapat membahayakan keselamatan janin.

3. Ruptur

Ruptur atau rahim robek akibat kontraksi yang terlalu kencang, sebetulnya merupakan kondisi yang jarang terjadi. Akan tetapi, ini menjadi risiko pemberian induksi persalinan.

Apa yang berbahaya dari kondisi ini? Keluarnya bayi dari dinding rahim dan masuk ke rongga perut, sebab ada robekan pada rahim. Jika hal ini terjadi kemungkinan diperlukan tindakan operasi.

4. Infeksi pada janin atau ibu

Tidak semua, namun beberapa prosedur induksi persalinan dapat meningkatkan terjadinya infeksi. Baik pada janin maupun ibu.

5. Perdarahan pasca melahirkan

Pemberian induksi persalinan dapat meningkatkan kemungkinan otot rahim tidak dapat berkontraksi setelah melahirkan. Akibatnya, dapat terjadi perdarahan pasca persalinan.

Akan tetapi, Anda tidak perlu terlalu khawatir, sebab dokter pasti sudah mempertimbangkan keamanan juga perbandingan manfaat dan risiko dari induksi persalinan yang diberikan. Lagi pula, induksi persalinan tidak dilakukan sembarangan. Tidak semua ibu hamil akan diberikan induksi persalinan. Terdapat perhitungan khusus terkait kelayakan dilakukannya induksi persalinan yang disebut skor Bishop.

Lebih jauh mengenai skor Bishop

Skor Bishop akan menunjukkan peluang keberhasilan dari induksi persalinan yang dilakukan. Semakin tinggi angka atau skor yang diperoleh, menandakan persalinan akan segera terjadi. Dan rangsangan yang diberikan melalui induksi, akan berhasil.

Nah, terdapat beberapa parameter yang dinilai dalam skor Bishop. Pertama, seberapa besar pembukaan atau penipisan serviks.

Selanjutnya, letak kepala bayi juga dinilai. Semakin mendekati kelahiran, kepala bayi akan semakin turun ke jalan lahir. Sejauh mana kepala bayi turun di jalan lahir, termasuk salah satu parameter yang dinilai.

Posisi bagian bawah janin serta konsistensi serviks juga turut dinilai. Selama kehamilan, konsistensi serviks menjadi keras. Maka, menjelang persalinan dinilai konsistensi serviks tersebut apakah masih keras atau sudah lembek.

Telah disebutkan sebelumnya, skor yang tinggi menunjukkan peluang keberhasilan induksi persalinan. Bila skor Bishop kecil, kemungkinan keberhasilan melahirkan secara normal juga kecil. Pada kondisi demikian, Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk menempuh cara persalinan yang lain.

Read More