Apakah gigi berlubang disebabkan ulat gigi?

Banyak yang mengira penyebab munculnya sakit gigi hingga membuat gigi berlubang adalah adanya ulat gigi. Namun perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan mitos, penyebab sebenarnya gigi berlubang adalah bakteri. Anggapan bahwa gigi berlubang dikarenakan munculnya ulat membuat banyak orang mencari pengobatan alternatif yang tidak tepat.

Padahal yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah melakukan perawatan, seperti misalnya penambalan gigi, perawatan saluran akar hingga mencabut gigi berlubang tersebut. Apabila mitos mengenai ulat yang mampu membuat gigi berlubang terus berkembang, dikhawatirkan hal tersebut akan membuat kesehatan gigi terabaikan dan mulut sulit untuk dijaga.

Mitos Ulat Gigi

Siapa sangka jika mitos tentang ulat yang menyebabkan gigi berlubang sudah ada dan dimulai sejak ribuan tahun lalu di jaman Mesir kuno. Tak hanya itu, bukti terkait hal tersebut juga ditemukan di kerajaan Romawi kuno dan Jerman. Meski dapat dipahami jika pada masa tersebut, ilmu pengetahuan terutama tentang medis belum maju.

Belum pernah dilakukan penelitian lebih jauh, sehingga ulat dianggap sebagai biang keladi munculnya sakit gigi hingga menyebabkan gigi menjadi berlubang. Hingga pada akhirnya di tahun 1782, seorang ahli asal Perancis mulai melakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab gigi berlubang secara ilmiah.

Hasilnya diketahui bahwa ulat bukanlah penyebab dari kondisi gigi berlubang, lebih lanjut penelitian tersebut terus dikembangkan. Hingga diketahui bahwa banyak faktor yang bisa mengakibatkan gigi menjadi berlubang, salah satunya adalah adanya bakteri. Masalah tidak berhenti sampai di sini, setelah diketahui bakteri menjadi penyebab muncul pertanyaan kenapa bakteri bisa menempel di gigi.

Bakteri yang menempel di gigi berasal dari sisa makanan yang tidak dibersihkan, semakin banyak sisa makanan yang ada maka semakin banyak pula bakteri dan kuman yang bersarang di rongga mulut. Lantas bagaimana bakteri bisa membuat gigi berlubang, sisa makanan yang sebelumnya berada di rongga mulut mengeluarkan zat asam, zat inilah yang kemudian membuat gigi rapuh.

Dampak yang diakibatkan zat asam tersebut bisa membuat gigi berlubang kecil pada awalnya dan belum menimbulkan rasa sakit. Sehingga banyak yang tidak sadar kalau ternyata gigi mereka sudah berlubang, lubang yang kecil ini bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan tidak menutup kemungkinan membuatnya menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Cara Tepat Obati Gigi Berlubang

Apabila tidak segera mendapat penanganan yang serius, zat asam dan bakteri akan terus tumbuh subur di gigi. Lubang yang semakin besar membuat muncul rasa sakit di gigi, sementara itu jika gigi seseorang tiba-tiba tidak terasa sakit padahal gigi berlubang dan belum pernah dirawat, hal itu dikarenakan saraf pada gigi sudah mati.

  • Tambal Gigi

Jika lubang pada gigi belum besar dan saraf gigi belum mati, kemungkinan gigi untuk ditambal masih sangat besar dilakukan. Lubang yang sudah ditutup membuat gigi bisa digunakan sebagaimana mestinya.

  • Perawatan Saluran Akar

Saraf akan terserang jika lubang yang ditimbulkan pada bakteri dalam kategori besar, sementara penambalan sudah tidak memungkinkan dilakukan, seseorang membutuhkan perawatan saluran akar jika sudah masuk tahap ini. Dokter akan mengeluarkan saraf gigi yang sudah mati, sebagai gantinya dimasukkan bahan khusus sebagai pengganti.

  • Cabut Gigi

Jika gigi sudah rusak dan parah tidak dapat ditambal ataupun dirawat menggunakan saluran akar, maka pilihan terbaik adalah dengan mencabutnya. Maka perlu dipahami dengan benar bahwa gigi berlubang bukan karena serangan dari ulat gigi, melainkan bakteri dari sisa makanan yang tidak dibersihkan di gigi.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*