Konjungtivitis: Apa Yang Perlu Diketahui?

Konjungtivitis, atau istilah lain sebagai pinkeye (mata merah muda), adalah penyakit mata yang dipengaruhi dengan infeksi atau peradangan pada membran transparan atau konjungtiva sehingga menutupi bagian putih pada mata sehingga mengakibatkan pembuluh darah pada mata mengecil.

Konjungtivitis terjadi pada siapapun, namun anak-anak paling rentan terhadap penyakit tersebut. Penyakit konjungtivitis tidak hanya mempengaruhi satu mata, melainkan kedua mata yang dipengaruhi oleh infeksi. Penyakit konjungtivitis juga tersebar di mana saja, contohnya di sekolah atau tempat kerja.

Gejala Konjungtivitis

Konjungtivitis digolongkan sebagai penyakit ringan, namun bisa saja berkembang menjadi penyakit yang serius. Jika manusia mengalami penyakit konjungtivitis, maka kemungkinan gejala yang dialami pada manusia antara lain:

  • Mata berwarna merah.
  • Gatal-gatal pada mata.
  • Mata mengalami rasa perih.
  • Robekan pada mata.
  • Kelopak mata membengkak.
  • Meningkatnya sensitivitas pada cahaya.

Penyebab Konjungtivitis

Penyebab utama terjadinya konjungtivitis adalah infeksi berupa virus atau bakteri. Selain infeksi, mata juga dipengaruhi oleh cairan kimia (contohnya klorin, bahan yang digunakan untuk kolam renang), lensa mata, benda asing, alergi terhadap udara berpolusi, produk-produk kosmetik, bahkan penyakit menular secara seksual (klamidia dan gonore).

Pengobatan Pada Penyakit Konjungtivitis

Jika Anda mengalami konjungtivitis, Anda bisa konsultasikan masalah tersebut dengan dokter dan dokter akan melakukan diagnosis untuk mengetahui jika kondisi bisa memburuk atau tidak. Dokter mulanya akan bertanya kepada Anda jika ada gejala tertentu atau riwayat penyakit lain sehingga menyebabkan konjungtivitis.

Setelah mengetahui informasi tentang kesehatan Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik pada mata. Biasanya, dokter hanya melihat kondisi mata bagaimana dan memberikan nasihat atau cara untuk menyembuhkannya. Namun dokter terkadang juga ingin melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengambil sampel cairan dari mata untuk diuji di laboratorium.

Setelah diuji di laboratorium dan jika kondisi pada mata terlihat parah, maka terindikasi jika pasien mengalami gejala lain sehingga menimbulkan risiko tinggi pada mata.

Setelah memeriksa kondisi mata, Anda dianjurkan dokter melalui berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit konjungtivitis. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan air mata buatan dan kain basah atau kompres untuk membersihkan kelopak mata.

Selain itu, dokter juga meminta Anda agar tidak menggunakan lensa mata untuk sementara sampai penyakit tersebut hilang. Anda sebaiknya tidak perlu menggunakan obat tetes mata antibiotik karena antibiotik tidak dapat membantu mencegah virus secara spontan, justru menimbulkan efek samping yang berlangsung antara 1 sampai 3 minggu.

Untuk menjaga mata agar sehat, Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa pencegahan sebagai berikut:

  • Jika Anda mengalami konjungtivitis, Anda sebaiknya jangan menyentuh atau menggaruk mata karena bisa memperburuk kondisi mata.
  • Anda sebaiknya jangan pinjamkan kain atau handuk supaya mencegah penularan.
  • Jangan menggunakan produk kosmetik yang terkontaminasi.

Jika kondisi pada mata Anda memburuk meskipun Anda sudah mencoba perawatan yang dijelaskan di atas, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Mungkin saja Anda memiliki efek samping sehingga menghambat penglihatan.

Terkadang, jika terjadi ketidaknyamanan pada mata hingga hilangnya penglihatan, seseorang kemungkinan akan menjalani operasi karena penyakit lain seperti katarak.

Anda juga perlu memastikan jika ingin berkonsultasi dengan dokter karena konjungtivitis, Anda sebaiknya mengikuti arahan dokter. Namun sebelum diberi nasihat, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penyakit yang dialami seperti:

  • Kapan penyakit tersebut terjadi?
  • Sudah berapa lama penyakit tersebut terjadi?
  • Apakah penyakit tersebut datang sekali atau muncul kembali?
  • Apa yang menyebabkan Anda terkena konjungtivitis?
Read More

Unit Perawatan Rumah Sakit Awal Bros Panam

Rumah Sakit Awal Bros didirikan berkat ide dari H. Awaloeddin. Rumah Sakit Awal Bros yang pertama diresmikan pada tahun 1998. Jaringan rumah sakit ini terus meluas, dengan dibukanya banyak cabang di kota-kota lain seperti Pekanbaru, Batam, Tangerang, Bekasi Barat, dan lain-lain. Rumah Sakit Awal Bros Panam sendiri baru diresmikan sejak tahun 2014, pada bulan Januari. Meskipun masih tergolong rumah sakit yang baru, Rumah Sakit Awal Bros Panam sudah mendapatkan akreditasi dari KARS, sebuah akreditasi yang diberikan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit. Dengan 180 tempat tidur, rumah sakit ini siap melayani kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat Panam dan sekitarnya. Di Rumah Sakit Awal Bros Panam dilengkapi fasilitas unit perawatan yang bermacam-macam. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

PICU/ICU/NICU

Rumah Sakit Awal Bros Panam menghadirkan beberapa layanan seperti NICU (Neonatal Intensive Care Unit), PICU (Pediatric Intensive Care Unit), dan juga ICU (Intensive Care Unit). Semua fasilitas layanan tersebut memiliki standar internasional, dan juga didukung oleh alat-alat yang canggih dengan teknologi terkiini.

  • PICU (Pediatric Intensive Care Unit)

Rumah Sakit Awal Bros Panam tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan khusus bagi bayi dan balita saja, tetapi juga untuk para remaja. Di pusat layanan PICU ini, tim medis dari Rumah Sakit Awal Bros Panam akan memberikan layanan kesehatan bagi bayi, balita, dan remaja yang menderita gangguan kesehatan kritis serta membutuhkan pengamatan yang intensif selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tentu saja, layanan yang dikhususkan untuk bayi, balita, dan remaja ini tidak melupakan kebutuhan utama anak karena perhatian khusus akan diberikan agar anak dapat tumbuh dan berkembang (baik fisik maupun psikologis) dengan baik. Layanan intensif ini berada di bawah naungan Pusat Layanan Ibu & Anak RS Awal Bros.

  • NICU (Neonatal Intensive Care Unit)

Bayi yang baru saja lahir tentunya membutuhkan penyesuaian terlebih dahulu. Penyesuaian ini penting mengingat dunia luar berbeda dengan kondisi di dalam lahir. Karena tidak lagi bergantung pada ibu, beberapa bayi mungkin akan kesulitan melakukan adaptasi lingkungan, sehingga beberapa gangguan seperti gangguan bernapas, makan, dan menurunnya daya tahan tubuh dapat terjadi. Di pusat layanan ini, bayi yang memiliki gangguan kesehatan akibat lahir premature, mengalami hambatan saat kelahiran, dan berbagai kondisi medis lainnya akan mendapatkan perawatan. Sama halnya PICU, layanan intensif ini juga merupakan bagian dari Pusat Layanan Ibu dan Anak.

  • ICU (Intensive Care Unit)

Di Intensive Care Unit (ICU), pasien dewasa yang membutuhkan perhatian medis yang intens akan mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Beberapa perhatian medis intens tersebut, misalnya, diberikan pada mereka yang baru saja menjalani operasi tertentu, sehingga membutuhkan pengawasan yang ketat dan terus menerus. Mereka yang baru saja menjalani operasi membutuhkan pengawasan lebih untuk memastikan kondisi mereka dalam kondisi yang stabil dan komplikasi tidak terjadi. Selain mereka yang baru saja menjalani operasi, pasien yang dirawat di ICU adalah mereka yang memiliki gangguan pernapasan dan/atau menderita kondisi jantung tidak stabil.

Semua pusat layanan tersebut diberikan oleh Rumah Sakit Awal Bros Panam sebagai bentuk komitmen mereka untuk menyediakan layanan kesehatan bagi setiap individu yang memiliki jenis masalah kesehatan yang berbeda-beda. Semua layanan tersebut disediakan dan ditunjang oleh SDM yang berkualitas dan profesional, dan didukung dengan teknologi canggih dan modern serta mengedepankan keselamatan pasien Rumah Sakit Awal Bros Panam.

Read More

Mengenal Gagal GInjal, Penyakit Yang Perlu Cuci Darah

Mungkin Anda sudah sering mendengar penyakit gagal ginjal dan perlunya cuci darah saat memiliki penyakit ini. Penyakit ini mengganggu fungsi dan kesehatan ginjal. Seperti yang kita tahu, tubuh manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak pada bagian bawah punggung, masing-masing berada di setiap sisi tulang punggung. Ginjal ini bertugas untuk menyaring darah dan membersihkan racun dari dalam tubuh. Ginjal akan mengirim racun ke kandung kemih, yang kemudian tubuh akan membersihkannya saat Anda buang air kecil. Gagal ginjal terjadi saat kedua ginjal Anda kehilangan kemampuan dalam menyaring kotoran yang ada di dalam darah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan dan fungsi ginjal, misalnya saja karena paparan racun, mulai dari polusi lingkungan hingga obat-obatan tertentu. Selain itu, penyakit akut dan kronis, dehidrasi parah, dan trauma ginjal juga penyebab lain gagal ginjal. Apabila tubuh mengalami gagal ginjal, tubuh Anda akan dipenuhi dengan racun karena ginjal tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya. Dan kondisi ini dapat mengancam nyawa apabila tidak diobati.

Gejala dan penyebab gagal ginjal

Biasanya seseorang yang memiliki penyakit gagal ginjal akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala tertentu. Namun, tidak jarang juga gejala tersebut tidak muncul atau tampak. Beberapa gejala yang mungkin terjadi seperti berkurangnya jumlah urin, pembengkakan pada bagian kaki dan pergelangan kaki akibat terimpannya cairan yang disebabkan kegagalan ginjal untuk membuang limbah air, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, lelah atau mengantuk, rasa pusing, bingung, rasa sakit pada dada dan terasa tertekan, kejang, serta koma. Karena ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, agar tubuh dapat menyingkirkan racun dan kotoran, prosedur cuci darah atau hemodialisa dilakukan untuk mengganti fungsi kerja ginjal.

Penyebab gagal ginjal

Gagal ginjal dapat disebabkan karena beberapa kondisi atau penyebab. Penyebab tersebut biasanya juga menentukan tipe dari gagal ginjal. Orang-orang yang paling memiliki risiko gagal ginjal biasanya memiliki satu atau lebih dari penyebab berikut ini seperti:

  • Hilangnya aliran darah yang mengalir ke ginjal

Berhentinya aliran darah secara tiba-tiba ke ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal. Beberapa kondisi yang menyebabkan hilangnya aliran daarah ke ginjal termasuk serangan jantung, penyakit jantung, luka pada hati atau gagal hati, dehidrasi, luka bakar yang parah, reaksi alergi, dan infeksi serius seperti sepsis. Tekanan darah yang tinggi dan obat-obatan anti-inflamasi juga dapat membatasi aliran darah.

  • Masalah pembuangan urin

Saat tubuh tidak mampu membuang urin, racun akan menumpuk dan memenuhi ginjal. Beberapa tipe kanker dapat menghambat saluran urin, misalnya kanker prostat (yang biasa terjadi pada pria), kanker usus besar, kanker serviks, dan kanker  kandung kemih. Bebrapa kondisi lain yang dapat mengganggu baung air kecil dan meningkatkan risiko gagal ginjal seperti batu ginjal, prostat yang membesar, adanya gumpalan darah pada saluran kemih, dan kerusakan saraf yang mengatur kandung kemih.

  • Penyebab lain

Penyebab lain yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal misalnya adanya gumpalan darah di sekitar ginjal, infeksi, obat-obatan serta alkohol, penyakit lupus, penggunaan antibiotik, diabetes tidak terkontrol, dan lain-lain

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko gagal ginjal. Misalnya saja, apabila Anda minum obat-obatan OTC, pastikan selalu mengikuti resep yang diberikan. Mengonsumsi obat dalam dosis yang besar dapat meningkatkan kadar racun dalam waktu yang cepat. Untuk pengobatan, Anda bisa mendapatkan perawatan cuci darah atau hemodialisa dan transplantasi ginjal.

Read More