Cara Identifikasi Kesehatan Anda Lewat Detak Jantung Saat Istirahat

Salah satu cara yang paling mudah dan efektif untuk mengukur kesehatan Anda bisa dilakukan dengan dua jari selama 30 detik. Mengukur detak jantung saat istirahat Anda atau RHR (resting heart rate), yaitu dengan cara menghitung detak jantung per menit ketika Anda beristirahat, karena ketika beristirahat saat itulah waktu sebenernya otot jantung Anda bekerja.

Mudah sekali untuk dilakukan. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah Anda pada pergelangan tangan, tepat dibawah jempol atau bisa juga pada bagian leher Anda, atau tempat-tempat yang memiliki detak. Gunakan jam tangan untuk menghitung jumlah detak jantung selama 30 detik dan di kali dua untuk mendapatkan detak jantung selama satu menit. Ulangi beberapa kali supaya lebih yakin lagi. RHR antara 60 dan 100 per menit dikatakan normal untuk orang dewasa.  Menurut American Heart Association, detak jantung istirahat rata-rata 60-100 detak per menit (BPM) pada anak-anak usia 10 tahun atau lebih tua dan manula. Sementara pada atlet profesional terlatih adalah 40-60 detak per menit (BPM).

RHR bisa menunjukan beberapa tanda-tanda, seperti tekanan darah dan kolesterol, bisa membantu mengidentifikasi potensi masalah kesehatan atau mengukur kesehatan jantung Anda saat ini. Pada beberapa kasus, RHR yang rendah bisa berarti terlalu banyak aktivitas fisik. Sementara RHR yang tinggi bisa menjadi tanda tingginya resiko penyakit jantung.

Faktanya, penelitian menemukan bahwa RHR yang lebih dari kisaran 60 sampai 100 bisa meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular atau bahkan kematian dini. Penelitian di tahun 2013 menunjukkan bahwa RHR yang tinggi dapat meningkatkan resiko kematian dini. Terutama RHR yang nilainya antara 81 sampai 90 – memiliki resiko kematian dua kali lipat; dan diatas 90 resikonya menjadi tiga kali lipat. Sementara, RHR yang rendah dapat menyebabkan pusing atau kelelahan. Konsultasikan segera gejala-gejala tersebut ke dokter Anda.

Cek RHR Anda secara rutin

Dr. Jason Wasfy dari Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital Heart Center, menyarankan setiap orang untuk mengecek RHR beberapa kali dalam sehari dan juga per minggu. Perlu diingat bahwa jumlah detak jantung yang dihasilkan bisa diakibatkan oleh banyak faktor  termasuk stres, rasa cemas, hormon, dan konsumsi obat-obatan untuk tekanan darah atau antidepresan.

Konsultasikan kepada dokter Anda jika RHR Anda tidak pada batas normal. Untuk menurunkan RHR Anda, bisa dengan berolahraga, dan intensitasnya perlu untuk diperhatikan. Penelitian menunjukan,usia 55 tahun dengan olahraga aerobik intensitas tinggi (sekitar 66% dari usaha maksimal) selama satu jam per minggu bisa menurunkan RHR secara efisien daripada olahraga dengan intensitas rendah (33% dari usaha maksimal).

Tips untuk mengukur RHR Anda

  1. Jangan mengukur RHR Anda dalam satu atau dua jam setelah olahraga  atau saat mengalami kecemasan dan stres. Detak jantung Anda bisa meningkat setelah aktivitas yang berat.
  2. Tunggu hingga setidaknya satu jam setelah mengonsumsi kafein karena efek kafein membuat jantung berdetak lebih cepat.
  3. The American Heart Association merekomendasikan untuk mengecek detak jantung Anda setalah bangun tidur, sebelum beraktivitas.
Read More