8 Cara Cegah Gigi Anak Berlubang

Melihat gigi pertama anak tumbuh, menjadi salah satu momen membahagiakan bagi orangtua. Senyum si kecil akan lebih menggemaskan, dengan kehadiran gigi-gigi mungil yang semakin bertambah hari demi hari.

Sayangnya, tak semua orangtua memberi perhatian pada kebersihan gigi anak. Akibatnya, seiring berjalannya waktu, gigi anak bisa mengalami masalah. Mulai dari terkikis, hingga warnanya menghitam. Kadang, orangtua acuh karena yakin, akan ada gigi permanen yang kelak menggantikan deretan gigi susu anak.

Padahal, meski kelak akan tumbuh gigi permanen, orangtua wajib mengajarkan anak menjaga kebersihan rongga mulut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gigi anak berlubang.

1. Periksa ke dokter gigi

Anak harus mendapatkan pemeriksaan gigi mulai usia satu tahun. Tidak ada masalah di giginya? Tetap kunjungi dokter. Penelitian membuktikan, upaya preventif bisa menghemat biaya dokter gigi sampai 40 persen, dibandingkan baru mulai mengobati persoalan gigi anak pada usia 5 tahun.

2. Tanamkan kebiasaan positif

Menyikat gigi merupakan kebiasaan yang harus ditanamkan sedini mungkin. Sebelum bayi memiliki gigi, orangtua bisa membasuh-basuh gusi bayi saat mandi dengan sikat gigi bayi atau kain basah. Saat gigi mulai tumbuh, pastikan gigi disikat dua kali sekali dengan sikat dan pasta gigi bayi. Saat giginya tumbuh sempurna, Anda juga bisa melakukan flossing. Konsultasikan dengan dokter gigi untuk mengetahui cara yang tepat. Setelah gosok gigi malam, jangan izinkan anak makan dan minum, kecuali untuk minum air.

3. Hindari ngedot

Jangan pernah biarkan anak tertidur dengan botol di mulutnya. Baik berisi susu, jus, atau minuman lain yang mengandung gula. Gula akan mengendap di rongga mulut dan membuat gigi berlubang. Jika anak hanya bisa tertidur dengan dot, isi botol dengan air minum.

4. Batasi konsumsi jus

Banyak orangtua membiasakan anaknya minum jus dengan alasan kesehatan. Jus memang mengandung vitamin yang dibutuhkan anak, tapi kandungan gula dalam jus kemasan bisa memicu pengeroposan gigi. Sebaiknya ganti jus kemasan dengan jus buatan sendiri yang bisa Anda takar gulanya.

5. Batasi penggunaan sippy cup

Sippy cup–gelas dengan tutup bermoncong–membantu anak belajar mengalihkan kebiasaannya untuk minum dari botol, ke gelas. Namun, terlalu sering menggunakan sippy cup bisa membuat pengeroposan di bagian belakang gigi seri. Sebab, kandungan gula akan melewati bagian depan dan langsung bersarang di bagian tengah rongga mulut.

6. Jangan ngempeng setelah 3 tahun

Tak sedikit orangtua yang mengandalkan empeng untuk menenangkan anak. Namun, penggunaan empeng dalam waktu lama dapat mengubah susunan gigi dan bentuk mulut. Konsultasikan dengan dokter jika anak tidak mau melepas empeng, setelah berusia 3 tahun.

7. Perhatikan gula dalam vitamin dan obat

Obat dan vitamin anak bisa mengandung gula. Jika hanya dikonsumsi satu atau dua kali sehari, tidak masalah. Namun, anak yang dalam masa perawatan bisa mengonsumsinya sampai empat kali sehari dan membahayakan gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi tentang kemungkinan perlunya peningkatan frekuensi menyikat gigi dan hal-hal lain yang perlu diantisipasi.

8. Pastikan anak menyikat gigi

Akan ada masanya ketika anak-anak malas atau menentang perintah untuk menggosok gigi. Oleh karena itu, perlu ketegasan dari orangtua. Untuk satu hal ini, tidak ada kompromi. Berikut beberapa tips yang bisa Anda jalankan.

  • Bersabar:
    Anak mulai bisa menggosok gigi mulai usia 2 atau 3 tahun. Namun, mereka baru bisa menggosok gigi sendiri sepenuhnya pada usia 6 tahun. Jadi perlu pendampingan dalam jangka panjang.

  • Jangan tunggu larut malam:
    Saat terlanjur mengantuk, amal akan cranky saat diminta menyikat gigi. Sebaiknya, ajak anak menyikat gigi lebih awal.

  • Biarkan anak memilih pasta gigi:
    Orangtua bisa memberi pilihan sikat gigi dan pasta gigi anak dan membiarkan memilih. Itu akan menjadi motivasi tambahan bagi anak untuk menyikat gigi.

  • Motivasi:
    Ajak anak menyikat gigi bersama. Bisa juga memberinya hadiah kecil seperti stiker jika si kecil rajin menggosok gigi.
Read More